Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Edumojok

Sarjana Ekonomi Pilih Berjualan Ayam Penyet, Sempat Diremehkan Banyak Orang, tetapi Bisa Untung 3x Lipat UMR dan Kalahkan Gaji Pekerja Kantoran

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
9 Maret 2026
A A
Sarjana Ekonomi pilih berjualan ayam penyet

Ilustrasi - Sarjana Ekonomi pilih berjualan ayam penyet (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selentingan itu tidak bisa dipungkiri mengganggu Rima saat sampai ke telinganya. Pasalnya, stigma itu isinya meremehkannya dengan menganggap kalau berjualan bukan pekerjaan yang layak, sebab tidak menguntungkan seperti kerja kantoran. 

Namun pada akhirnya, Rima memilih untuk tidak ambil pusing. “Kalau menurut saya, stigma orang tentang sarjana tidak bekerja, aku nggak terlalu ambil pusing,” ujarnya.

Menurutnya, selama dapurnya bisa ngebul melalui jualan ayam penyet, ia tidak acuh ketika orang lain berbicara mengenai dirinya.

“Selagi aku punya penghasilan juga biarin aja orang beropini apa tentang aku,” tambah dia.

Kantongi keuntungan sampai Rp10 juta per bulan

Alasan lainnya Rima tidak lagi memikirkan kata orang-orang tentang dirinya adalah keuntungan yang telah dikantonginya. Baginya, bekerja di dapur tidak masalah selama tetap menghasilkan keuntungan. Itulah yang bisa didapatkannya dari berjualan ayam penyet selepas kuliah.

“Walaupun kerjanya di dapur, alhamdulillah tetap cuan,” kata Rima.

Meskipun, untuk mendapatkan cuan, Rima harus mengesampingkan gengsinya untuk turun langsung ke dapur, bahkan tidak jarang menjadi kurir yang mengantarkan pesanan. Namun setidaknya, Rima memahami kalau untuk kebutuhan ekonomi, dirinya tidak akan bisa makan kalau mempertahankan gengsi semacam itu.

Selain itu juga, didampingi suami yang mengelola usaha ini bersamanya, Rima punya perbandingan bahwa gaji pekerja kantoran yang dianggap lebih mentereng oleh kebanyakan orang justru jauh dari keuntungan yang bisa didapatkannya dalam sebulan.

“Padahal ya, Paksu aku tuh dulunya sempat kerja kantor, tapi gajinya jauh lebih kecil ketimbang pas jualan, mana pusingnya luar biasa,” katanya.

Dibandingkan pekerja kantoran dalam jabatan staf yang gajinya tidak jauh dari UMP Riau sekitar Rp3,7, Rima bisa mengantongi keuntungan sedikitnya tiga kali lipat dari nominal tersebut.

“Kalau profit bisa 10 juta per bulan,” katanya.

Padahal, keuntungan tersebut didapatkan dari penjualan di lingkungan yang tidak besar di wilayah kampungnya. Dengan konsumen yang sedikit, Rima sudah bisa mengelolanya sampai mendapatkan tiga kali lipat dari gaji rata-rata pegawai di perkotaan.

Kepandaian Rima dalam mengelola bisnisnya ini tidak datang secara cuma-cuma. Ia justru menyebut, pelajaran terbesarnya diperoleh dari bangku perkuliahan. Oleh karena itu, lulus sebagai Sarjana Ekonomi, kemudian berjualan ayam penyet, tidak pernah menjadi perjalanan yang sia-sia bagi Rima.

“Kalau ilmu kuliah bisa diterapin atau nggak, ya bisa banget. Aku kan kuliah Jurusan Manajemen ya, Paksu aku Jurusan Akuntansi, benar-benar teraplikasikan,” ujarnya.

Iklan

“Dari kita hitung HPP (harga pokok penjualan), kelola cash flow, manage karyawan, komunikasi ke customer juga ada ilmunya,” ujar dia menambahkan.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa atau artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2026 oleh

Tags: jurusan manajemenmodal usahaprospek kerja Manajemenprospek kerja sarjana ekonomiSarjana Ekonomiusaha modal nol
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Anselmus Way, lulusan FISIPOL Universitas Gadjah Mada (UGM) pilih usaha keripik singkong hingga ayam geprek, tapi sukses MOJOK.CO
Edumojok

Lulusan FISIPOL UGM Jualan Keripik dan Ayam Geprek, Tapi Jadi Penopang Ekonomi Keluarga usai Nyaris Putus Asa

7 Maret 2026
Z sarjana ekonomi di Undip. MOJOK.CO
Kampus

Apesnya Punya Nama Aneh “Z”: Takut Ditodong Tiba-tiba Saat Kuliah, Kini Malah Jadi Anak Emas Dosen di Undip

27 November 2025
Anak penjual soto bisa kuliah gratis di UGM. MOJOK.CO
Ragam

Kisah Anak Penjual Soto yang Bisa Kuliah Gratis di UGM, Modal Berbakti pada Orang Tua dan Punya Segudang Prestasi

15 Juli 2025
Universitas Negeri Surabaya (Unesa): Kampus Pilihan bagi Mahasiswa Jurusan Manajemen yang Tertolak Universitas Airlangga (Unair). MOJOK.CO
Kampus

Universitas Negeri Surabaya (Unesa): Kampus Pilihan bagi Mahasiswa yang Tertolak Universitas Airlangga (Unair)

27 Desember 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja Mojok.co

3 Alasan yang Membuat Stasiun Lempuyangan Lebih Unggul Dibanding Stasiun Tugu Jogja

26 Maret 2026
Metode Soft Saving ala Gen Z dan Milenial bahaya untuk pensiun. MOJOK.CO

Peringatan untuk Gen Z si Paling Soft Saving: Boleh Nabung Sambil Menikmati Hidup di Masa Kini, tapi Masa Tua Jangan Sampai Jadi Beban

28 Maret 2026
Kereta eksekutif KAI Jogja ke Jakarta nggak nyaman. MOJOK.CO

Penyesalan Penumpang Kereta Eksekutif: Bayar Mahal untuk Layanan Mewah, Malah Lebih Nyaman Pakai Kereta Gaya Lama

31 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026
Work from home (WFH) untuk ASN tidak peka kondisi pekerja informal MOJOK.CO

WFH 1 Hari ASN Perlu Lebih Peka terhadap Kondisi Pekerja Informal

30 Maret 2026
Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang! MOJOK.CO

Berhenti Menyalahkan Anak Skena Jalan Gajahmada Semarang!

30 Maret 2026

Video Terbaru

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

Serat Centhini dan Asal Usul Jamus Kalimasada dalam Tradisi Jawa

29 Maret 2026
Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

Klinik Kopi dan Mitos Slow Living yang Ternyata Cuma Ilusi

28 Maret 2026
Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

Arman Dhani & Lya Fahmi: Kita Dituntut Sukses, Tapi Tidak Pernah Diajarkan Menghadapi Gagal

26 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.