Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
21 Februari 2026
A A
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO

Ilustrasi - Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Dari keterpaksaan justru jatuh hati pada Negeri Jiran

Pergulatan batin serius harus dialami oleh Aira (27), perempuan asal Batam, Kepulauan Riau. 

Melalui beasiswa, Aira sempat mencecap S1 di Malaysia pada 2016. Jelas ia terbuai dengan kondisi Negeri Jiran. Fasilitas lebih memadai dari Indonesia, terkesan tertib, dan tidak terlalu banyak drama seperti di Indonesia (kecuali kalau sudah menyoal sepak bola). 

Jujur saja, awalnya Aira mengaku terpaksa saat harus kuliah di Malaysia. Saat itu, Aira ingin mengejar beasiswa kuliah di Eropa. Hanya saja, orang tuanya tidak merestui kalau terlalu jauh.

“Kalau mau kuliah di luar negeri, sudah lah ke Singapura atau Malaysia saja,” begitu kata bapak Aira saat itu.

Seturut pengakuan Aira, keluarganya memang penganut sistem patriarki. Sangat kuat sekali. Sehingga perempuan seperti Aira tidak bisa leluasa menentukan pilihan hidupnya sendiri. Harus ngikut apa kata orang tua, terutama bapak. Kendati dalam konteks kuliah itu, Aira sebenarnya menggunakan beasiswa, alias tidak akan meminta sokongan biaya dari orang tua.

“Akhirnya terpaksa ya di Malaysia. Masih untung diizinkan kuliah di luar Indonesia kan. Untung juga waktu itu lolos,” kata Aira.

Akan tetapi, dari keterpaksaan itu, Aira lambat laun justru jatuh hati dengan Negeri Jiran. Sebagaimana yang ia ungkapkan di awal tulisan ini. Malaysia sekian langkah lebih maju ketimbang Indonesia: baik infrastrukturnya maupun sumber daya manusianya.

Sial, harus terkurung sebagai WNI!

Aira menjalani aktivitas kuliah dan aktivitas sehari-hari di Negeri Jiran dengan sangat antusias. Sampai-sampai ia jarang pulang ke Batam. 

Menjelang kelulusan, ia bahkan mendapat tawaran untuk langsung bekerja di tempat magangnya sebelumnya: mengisi posisi digital marketing.

“Apalagi karena aku muak banget dengan situasi politik dan betapa beratnya jadi WNI, aku berpikir, kayaknya menarik kalau nggak cuma kerja, tapi sekalian saja lepas paspor Indonesia, jadi WN Malaysia,” ujar Aira. 

“Karena ternyata ada beberapa teman kuliahku yang memutuskan seperti itu. Nyaman di Malaysia, terus pindah warga negara,” sambungnya.

Namun, bapaknya justru memaksa Aira untuk pulang ke Indonesia. Tentu saja menentang keras bayangan Aira untuk pindah kewarganegaraan. Kata sang bapak, persetan urusan kondisi negara Indonesia. Pokoknya kalau Aira pindah jadi WN Malaysia, ia bakal mendapat dua cap sekaligus dari keluarga: pengkhianat negara sekaligus pengkhianat keluarga besar alias durhaka.

“Kesel juga. Tapi akhirnya pulang ke Batam. Kerja di bidang yang sama sebenarnya, digital marketing. Tapi jangan tanya mentalku aman atau nggak di Indo, karena setiap hari dijejali kabar buruk yang terus-menerus dikirim oleh orang-orang berdasi itu, sial betul!” Pungkasnya.

Penulis: Muchamad Aly Reza

Iklan

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Ramai, ‘Cukup Aku Saja yang WNI’: Saya Justru Bangga Melepas Status Warga Negara Austria Demi Paspor Indonesia atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 22 Februari 2026 oleh

Tags: berat jadi wnicara membuat pasporkerja di malaysiamalaysiapaspor indonesiasyarat membuat pasporwn malaysiaWNI
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

WHV di Australia ternyata berat. MOJOK.CO
Sosok

Kerja Mati-matian di Australia, Tabungan Sampai Setengah Miliar tapi Nggak Bisa Dinikmati dan Terpaksa Pulang usai Kena Mental

4 Mei 2026
5 tahun pakai WHV di Australia, kena mental. MOJOK.CO
Sosok

Sisi Gelap Kerja di Australia Tak Seindah Konten Medsos, Sadar bahwa Bahagia Tak Melulu soal Gaji Ratusan Juta

2 Mei 2026
Lulusan S2 Jepang nggak mau jadi dosen, pilih kerja di Australia. MOJOK.CO
Sekolahan

Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

29 April 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO
Sekolahan

WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja

23 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu? MOJOK.CO

Skandal Kopenhagen dan Travel Grant: Mengapa Sistem Akademik Indonesia Justru Melahirkan Conference Hunter Palsu?

29 Mei 2026
Kerja di Jakarta, Cara Terbaik Buat Melihat Sisi Buruk Manusia adalah Kerja di F&B.mojok.co

FnB di Jakarta Bikin Sengsara Pekerjanya: Bisnis Elite tapi Gaji Karyawannya Seuprit, yang Dimiliki Artis bahkan Lebih Tak Manusiawi

2 Juni 2026
Jingle MBG Mas Bahlil Ganteng: ejekan ke figur politik tapi jadi alat reproduksi popularitas, buktinya Partai Golkar senang MOJOK.CO

MBG Mas Bahlil Ganteng Sudah Over-eksposur: Bahasa Kritik tapi Jadi Alat Reproduksi Popularitas, Bikin Golkar Senang

28 Mei 2026
Sebat Bareng menjadi upaya sederhana merespons kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Berlangsung di 16 daerah MOJOK.CO

Sebat Bareng di 16 Kabupaten/Kota: Cara Sederhana Tolak Hari Tanpa Tembakau Sedunia, Pengingat Industri Kretek Masih Dibutuhkan Indonesia

31 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

1 Juni 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.