Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Pengalaman Nekat 24 Jam Naik Kereta Api Jogja-Jakarta, Cuma Habis Rp80 Ribuan tapi Berujung Meriang dan Dihina “Miskin”

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
19 Februari 2026
A A
KA bengawan, KA Airlangga, KA Taksaka, Pengalaman 22 Jam Naik Kereta Api Membelah Pulau Jawa MOJOK.CO

Ilustrasi -Pengalaman Naik Kereta Api (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Sekitar pukul satu malam, saya sampai di Purwakarta. Di sini, saya cukup “ngepunk” sampai pukul lima pagi, menunggu KA Commuter Line Walahar yang akan membawa saya ke Cikarang. Biaya yang saya keluarkan sekitar Rp4 ribu saja. Hingga akhirnya, saya sampai di Cikarang dan siap-siap rebutan tempat di KRL menuju Jakarta bersama para pekerja. Budget untuk tiket KRL Cikarang-Jakarta sebesar Rp5 ribu.

Jika ditotal semua ongkos tiketnya adalah: Rp86 ribu.

Iklan

Perjalanan ini memang tidak nyaman jika dibandingkan dengan naik kereta eksekutif. Total waktu yang saya habiskan dari pagi sampai malam hampir mencapai 24 jam karena ada waktu tunggu saat transit. Punggung saya terasa pegal karena duduk di kursi tegak dalam waktu lama. Namun, bagi saya yang memang hampir tak punya opsi lain, cara ini sangat membantu.

Saya bisa menghemat uang sekitar 200 ribu rupiah dibandingkan jika saya naik kereta api Jogja-Jakarta langsung. Uang sisa itu sangat berarti untuk makan saya selama beberapa hari di Jakarta. 

Meski demikian, ada harga yang harus saya bayar dalam bentuk lain: kesehatan fisik. Gara-gara nyaris 24 jam terjaga, kondisi fisik saya menjadi rapuh. Sesampainya di Jakarta, saya demam. Untung saja, karena tiba di malam hari, sesampainya di penginapan saya bisa langsung minum obat dan tidur buat mengistirahatkan tubuh.

Besoknya, saya ceritakan pengalaman nekat ini kepada kawan-kawan di Jakarta. Beberapa memberikan “respect”, menganggap saya “punk sejati”. Namun, tak sedikit juga yang dengan nada bercanda menyebut saya “miskin”. Sebab, saya rela mati-matian menghemat biaya perjalanan meski harus mengorbankan kondisi fisik.

Tips agar perjalananmu mulus

Kunci dari trik perjalanan kereta api Jogja-Jakarta seharga Rp80 ribuan ini hanya satu: kalian harus memesan tiket jauh-jauh hari melalui aplikasi karena tiket kereta subsidi seperti Kutojaya Selatan sangat cepat habis. Selain itu, saya sarankan membawa bekal makanan dan minuman sendiri agar tidak perlu membeli makanan di atas kereta yang harganya bisa seharga tiket perjalanan itu sendiri.

Bagi teman-teman yang punya waktu luang dan ingin menghemat biaya perjalanan secara maksimal, cara estafet ini bisa dicoba. Tidak perlu malu terlihat susah, yang penting tujuannya tercapai dan isi dompet tetap aman. Perjalanan ini membuktikan bahwa dengan rencana yang tepat, jarak Jogja-Jakarta bisa ditempuh dengan modal yang sangat minim.

Berikut ini hal-hal penting yang kudu kalian catat:

  • Pemesanan Tiket: Jangan go-show! KA Kutojaya Selatan adalah primadona karena murah, jadi tiketnya harus kamu amankan di aplikasi Access by KAI maksimal H-7 atau jauh-jauh hari.
  • Stasiun Keberangkatan Prameks: Di Yogyakarta, kamu bisa naik Prameks dari Stasiun Yogyakarta (Tugu). Pastikan datang 30 menit sebelum jadwal keberangkatan jam 06:37 pagi.
  • Logistik: Karena ini perjalanan “hemat”, bawalah botol minum yang bisa diisi ulang dan bekal makanan sendiri. Harga makanan di atas kereta jarak jauh (Kutojaya) biasanya berkisar Rp35.000, yang mana hampir separuh harga tiketmu sendiri!
  • Powerbank: Pastikan baterai ponsel penuh. Kamu akan menghabiskan banyak waktu untuk menunggu dan navigasi. Di KA Kutojaya Selatan ada colokan listrik, tapi biasanya rebutan atau posisinya di bawah meja kursi 3-2 yang sempit.
  • Etape Terakhir (Bandung-Jakarta): Selain KA Commuter Line Garut/Bandung Raya menuju Purwakarta, lalu menyambung Commuter Line Walahar menuju Cikarang/Jakarta, kamu bisa menggunakan KA Cikuray. Durasi perjalanan lebih singkat, tetapi mungkin secara harga lebih mahal.

Catatan penting: trik ini saya lakukan satu setengah tahun lalu, medio 2024, sehingga kurang begitu memahami apakah masih bisa works hari ini. Namun, buat kalian yang penasaran (dan kepepet), trik ini bisa kalian coba.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Kereta Api Ekonomi Memang Nyiksa Punggung dan Dengkul, Tapi Penuh Pelajaran Hidup dan Kehangatan dari Orang-orang Tulus atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2026 oleh

Tags: Cara mendapatkan tiket kereta murahjakartaJogjakaikai accesskereta api jogja-jakartakereta api murahkereta murahpilihan redaksitiket kereta murah
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO
Catatan

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO
Eksplor

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Karnaval sound horeg getarkan Jawa Timur tiap Agustusan. Dosa jariah di balik gengsi antardesa, dalih selawatan, hingga perputaran ekonomi di bawah MOJOK.CO
Sehari-hari

Jatim Bergetar Tiap Agustusan: Dosa Jariah Sound Horeg di Balik Gengsi Antardesa hingga Selawatan Sambil Berjoget Seksi

3 Agustus 2026
kekerasan di matraman, kos di jakarta.MOJOK.CO
Urban

10 Tahun Merantau Bikin Sadar, Kita Benar-benar Sendiri di Kota Orang: Adanya Teman “Benalu” dan Kalau Susah pun Haram Diketahui Ortu

3 Agustus 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP MOJOK.CO

Selamat Jalan Nasirun: Kisah di Balik Sang Maestro Nggak Mau Punya HP

1 Agustus 2026
Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026
Olive Chicken di Jogja sama saja dengan Karen Chicken di Surabaya. MOJOK.CO

Olive Chicken Menyelamatkan Lidah Orang Surabaya dari Kuliner Khas Jogja yang Overrated

6 Agustus 2026
Pengamen di Jalan Malioboro Jogja kayak orang malak MOJOK.CO

Saya Jauh Lebih Rispek ke Pengamen Lampu Merah di Jogja daripada Pengamen Malioboro karena Dua Alasan

6 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.