Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

“Nguping” dan Mengulik Topik Obrolan Penjaga Warung Madura hingga Kuat Teleponan Berjam-jam, Tidak Ada Habisnya

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
11 Februari 2026
A A
Nguping obrolan penjaga toko kelontong/warung Madura hingga kuat teleponan berjam-jam MOJOK.CO

Ilustrasi - Nguping obrolan penjaga toko kelontong/warung Madura hingga kuat teleponan berjam-jam. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rasa-rasanya sudah banyak orang yang menyadari banyak sisi unik dari toko kelontong Madura (atau orang-orang lebih sering menyebutnya: warung Madura). Salah satunya, si penjaga kerap kali tampak teleponan dengan durasi yang panjang. Topiknya seperti tidak ada habisnya. 

Melalui tulisan “Menguak Alasan Orang Madura Selalu Teleponan Saat Jualan”, Mojok sempat mengulik alasan kenapa penjaga warung Madura selalu teleponan saat berjaga. Bahkan, saat melayani pembeli pun, sambungan telepon itu tidak diputus. Obrolan tetap mengalir dalam mode loudspeaker di sela-sela melayani pembeli: mengambilkan rokok, mentotal harga di kalkulator, dan macam-macam.

Aktivitas teleponan itu menjadi sangat penting bagi penjaga warung Madura, sebab: 

  1. Untuk membunuh kebosanan berjaga sepanjang hari/malam. 
  2. Mengusir kantuk bagi yang mendapat shift jaga malam. Ini juga penting untuk menjaga keamanan warung dari aksi pencurian. 
  3. Mencoba tetap terhubung dengan orang-orang di kampung halaman atau sesama penjaga warung Madura lain. Sebab, di perantauan nun jauh dari rumah, upaya saling terhubung itu bisa membuat tidak merasa kesepian di tanah yang asing. 

Lantas, apa sih sebenarnya topik yang mereka bicarakan, karena seperti tidak ada habis-habisnya? Karena sering kali para penjaga warung Madura itu menggunakan bahasa daerah dalam komunikasi mereka, tentu tidak banyak yang mengerti artinya. 

Tujuh tahun di Surabaya dan berteman dengan banyak anak Madura membuat aya sedikit banyak mengerti isi obrolan para penjaga warung Madura. Tapi saya tidak mau sekadar “nguping” untuk tahu apa topik yang mereka bincangkan. 

Maka, beberapa hari terakhir ini saya mencoba mengajak berbincang penjaga di tiga toko kelontong warung Madura langganan di dekat kos saya di Plosokuning, Sleman. 

Jika dirangkum, jawaban tentang topik apa yang mereka obrolkan—setidaknya di tiga orang yang saya wawancara tersebut—kira-kira seperti ini: 

#1 Siapa orang yang penjaga toko kelontong alias warung Madura telepon?

Bukan hanya satu kontak saja yang akan ditelepon. Bisa tiga atau lebih. Meliputi

  1. Keluarga atau saudara di rumah.
  2. Teman di kampung halaman
  3. Teman sesama penjaga warung Madura di perantauan yang sama. 
  4. Teman sesama penjaga warung Madura di kota lain. 
  5.  Bos pemilik toko kelontong. 

Urutan 1-3 adalah urutan yang sering kali memakan durasi lebih panjang dalam setiap teleponan. Sementara 4 dan 5 biasanya menyesuaikan kebutuhan. 

#2 Update informasi seputar kampung halaman, gosip tetangga hingga berita kematian

Jika menelepon orang rumah (keluarga, saudara, atau teman), umumnya obrolan seringnya tidak jauh-jauh dari update situasi di kampung halaman. Dari siapa yang melangsungkan pernikahan, berita kematian, siapa yang baru saja membeli mobil baru, hingga gosip-gosip sensitif. 

Pada mulanya memang hanya berkabar. Namun, satu informasi baru itu nantinya bisa merembet ke banyak hal. Misalnya, dari isu pernikahan, itu nanti bisa merembet ke review acara, dekorasi panggung, hingga menu untuk para tamu. 

Dari isu siapa yang baru saja membeli mobil, itu nanti bisa ke saling berbagi insight soal mobil apa yang enak dikendarai, berapa harga mobil sekarang, dan seterusnya. 

Sesekali juga berupa saling berkeluh kesah satu sama lain. Misalnya, soal kondisi di perantauan yang agak menjemukan karena merasa asing dan agak culture shock. Atau update kondisi ekonomi di kampung halaman yang tidak stabil. 

Itulah yang membuat obrolan di telepon seperti tidak ada habisnya. Apalagi jika sedang seru-serunya, sayang kalau terputus begitu saja. Sehingga walaupun dalam kondisi ramai pembeli, sambungan telepon itu akan tetap menyala. 

Iklan

#3 Update harga hingga situasi terkini penjaga warung Madura

Jika menelepon teman sesama penjaga toko kelontong Madura, obrolan umumnya berkutat pada situasi masing-masing: banyak pembeli atau sepi? Rokok apa yang sedang banyak diminati? Hingga update harga pasar masing-masing. 

Kalau kebetulan punya teman penjaga warung yang sama-sama muda, biasanya obrolan akan dialihkan ke main bareng (mabar) Mobile Legends. 

Untuk konteks penjaga warung Madura di kota yang sama, tak jarang mereka akan membuat janji temu. Tak jarang pula saling ngrasani soal harga makanan di warung atau menu apa yang cocok dan tidak cocok di lidah masing-masing. 

Kalau sedang ada isu viral yang menyangkut “Madura”, sambungan telepon akan menjelma menjadi forum diskusi. Misalnya, kapan lalu ada pedagang sate di kawasan Malioboro yang kena razia hingga menangis histeris. Dari situ, antarpenjaga warung Madura bisa saling berbagi perspektif. 

MBG membuat siswa di Jogja keracunan, lalu obrolan akan mengarah pada situasi MBG di Madura, sampai membandingkan menu dengan masakan rumah yang jauh lebih menggoda. 

Sementara untuk obrolan dengan bos pemilik toko kelontong, tidak jauh-jauh dari urusan stok barang, penyesuaian harga, jadwal jaga, upah, hingga update keramaian si toko kelontong yang dijaga dan apa inovasi yang perlu dilakukan. 

Jangan salah. Warung Madura memang dikenal kreatif, selain dianggap sebagai warung serba ada. Warung Madura dekat kos saya misalnya. Karena tahu sedang musim hujan, warung tersebut langsung menyediakan mantel plastik. Sehingga bagi orang yang kepalang kehujanan dan tidak bawa mantel, bisa langsung beli di sana. 

Misalnya lagi, karena tahu area kos saya jauh dari tambal ban, disediakan lah pompa angin konvensional. Untuk sekadar mengisi angin per satu rodanya dihargai Rp2 ribu. 

#4 Ngalor-ngidul bahkan tanpa percakapan, tapi hp tetap menyala

Tapi teleponan itu tidak melulu harus berisi obrolan panjang dan intens. Tidak jarang pula hanya obrolan ngalor-ngidul, saling melempar jokes atau anekdot lokal. 

Bahkan, ada pula momen di mana hp tetap menyala, tapi tidak ada percakapan. Hanya komentar tipis-tipis: misalnya, ketika si penjaga telepon menyebut nominal yang harus dibayar pembeli, lalu orang yang ditelepon akan merespons: “Beli apa itu, kok lumayan (banyak uangnya)?” Atau “Beli apa itu kok, cuma Rp2 ribu? Oh korek.” Dan seterusnya. 

Entah apapun topik pembicaraannya, dalam ilmu komunikasi, kebiasaan para penjaga warung Madura itu disebut sebagai social presence: Telepon yang terus menyala/tersambung itu menciptakan translocal space. 

Dengan mendengar suara kerabat atau teman, mereka tidak lagi merasa berada di ruko sempit 3×4 meter. Melainkan berada di dalam lingkaran komunal yang terasa tetap dekat meski berada di tempat jauh nan asing. 

Penulis: Muchamad Aly Reza

Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: 2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 11 Februari 2026 oleh

Tags: penjaga warung madurapenjaga warung madura teleponanpenjaga warung madura video calltoko kelontongtoko kelontong madurawarung madurawarung madura jogja
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Orang Madura sudah banyak kena stigma buruk di Surabaya dan Jogja. Terselamatkan berkat dua hal MOJOK.CO
Ragam

2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli

28 Januari 2026
Sarjana susah cari kerja modal ijazah s1. Tertolong toko kelontong orangtua yang diremehkan tapi beromzet besar MOJOK.CO
Ragam

Modal Ijazah S1 Susah Cari Kerja, Awalnya Gengsi tapi Pilih Jaga Toko Kelontong Ortu yang Diremehkan tapi Cuannya Saingi Gaji PNS

17 September 2025
5 Amalan Baik Warung Madura ke Pembeli yang Membuat Penjualnya Layak Masuk Surga  Mojok.co
Pojokan

5 Amalan Baik Warung Madura ke Pembeli yang Membuat Penjualnya Layak Masuk Surga 

13 Agustus 2025
5 Barang Paling Murah yang Bisa Ditemukan di Warung Madura, Zaman Segini Masih Ada yang Dijual Seharga Rp500 Perak Mojok.co
Pojokan

5 Barang Paling Murah yang Bisa Ditemukan di Warung Madura, Zaman Segini Masih Ada yang Dijual Seharga Rp500 Perak

3 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bisnis coffe shop, rumah dekat kafe, jogja.MOJOK.CO

Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur

26 Februari 2026
Sewa iPhone biar dianggap keren daripada pengguna Android

Pakai iPhone Dianggap Keren, Rela Sewa Harian sampai Rp120 Ribu demi Gengsi dan Memberi “Makan Konten” Media Sosial

3 Maret 2026
lolos snbp, biaya kuliah ptn.MOJOK.CO

Derita Kakak yang Jadi Tulang Punggung Keluarga: Adik Lolos SNBP Malah Overthinking, Pura-Pura Bahagia Meski Aslinya Menderita

2 Maret 2026
Kurir Alfagift, layanan Alfamart penyelamat pekerja Jakarta

Alfagift, Penyelamat Pekerja Jakarta dari “Mati” Kelaparan karena Kelelahan dan Tak Punya Teman Makan

4 Maret 2026
Rela Melepas Status WNI demi Hidup Sejahtera di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri MOJOK.CO

Rela Melepas Status WNI karena “Technical Stuff” di Norwegia, Karier Melejit berkat Beasiswa Luar Negeri

27 Februari 2026
Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu MOJOK.CO

Perjalanan Memaafkan: Dendam ke Orang Tua karena Tak Diizinkan Kuliah di UGM, Jadi Luruh karena Bekal “Ndeso” Bikinan Ibu

4 Maret 2026

Video Terbaru

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026
Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

Zen RS: Tan Malaka Tokoh Pemikir Bebas dan Pejuang yang Tidak Terikat Struktur Politik

3 Maret 2026
Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

Budaya Tionghoa Jogja dan Rahasia yang Jarang Dibicarakan

28 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.