Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Pintu Timur Stasiun Tugu Jogja Nggak Cocok untuk User Eksekutif Nirempati dan Ojol yang Kesabarannya Setipis Tisu

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
26 Maret 2026
A A
Stasiun Tugu Jogja nggak cocok untuk orang kaya tak bermoral. MOJOK.CO

ilustrasi - Stasiun Tugu Jogja malam hari. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Namun, ada kesamaan yang tak kasat mata antara Stasiun Tugu Jogja dan Stasiun Lempuyangan, yakni di antara orang-orang yang membawa koper dan ingin bersenang-senang itu, ada banyak pedagang bakso, cilok, hingga tukang ojek pengkolan yang mencari nafkah. Begitu pula bapak ojol yang sedang berjuang menjemput saya.

Mengingat kondisi tersebut, saya yang tadinya kesal karena harus menunggu lama, jadi tak enak hati untuk protes dan tetap sabar menanti kedatangan sang ojol. Tak lama kemudian, Bapak ojol tadi mengirim foto tempat lokasinya berada, yang mana saya harus jalan lagi sekitar 100 meter untuk menemukannya. Tak sampai di situ, kesabaran saya masih diuji saat kami berdua akhirnya bertemu.

Nyaris batal pesan ojol di Stasiun Tugu Jogja

“Kak, boleh pinjam powerbank nggak? Karena baterai saya habis” ujar Bapak ojol itu setelah kami bertemu di Stasiun Tugu Jogja.

“Maaf Pak, saya nggak ada powerbank,” jawab saya.

“Oh, ya sudah kalau begitu boleh di-cancel saja nggak Kak?” jawabnya.

“Ha? Gimana Pak maksudnya? Saya sudah menunggu hampir satu jam. Kalau di-cancel saya takut harus nunggu lagi,” kata saya agak sewot dan nyaris melupakan nilai-nilai vibrasi yang saya baca tadi di kereta.

“Oh gitu ya Kak, soalnya saya takut pembayaran online-nya (lewat dompet digital) nggak masuk,” ujarnya. 

Oh, pikir saya masuk akal alih-alih mengucap ck dalam hati. 

“Nggak apa Pak, saya nanti ubah bayar tunai saja. Saya juga bisa buka maps kalau bapak nggak tahu arahnya,” kata saya akhirnya mencoba mencari solusi.

“Oh baik Kak,” ucap sang driver ojol.

Hidup lebih tenang tanpa drama

Saya kira, kesepakatan tadi sudah tak jadi soal, tapi saya merasa kikuk dan bersalah karena terlihat memarahinya tadi. Alhasil, hampir setengah perjalanan kami berdua hanya diam. Guna mencairkan suasana, saya akhirnya melontarkan pertanyaan ke bapak ojol tersebut.

“Pak, ponselnya sudah mati belum atau saya perlu buka G-Maps?”

“Enggak Kak, aman. Saya sudah hafal,” jawabnya.

Selang beberapa detik, si bapak ojol malah meminta maaf atas kejadian tadi.

Iklan

“Maaf ya Kak, tadi harus nunggu lama dan saya malah minta cancel karena baterai HP saya habis,” ujarnya memelas.

“Nggak apa Pak, saya paham. Nanti kalau uangnya nggak masuk saya bisa bayar tunai atau kalau nggak ada kembalian saya bisa transfer,” kata saya mencoba menenangkan kembali.

“Makasih ya Kak, soalnya saya takut. Biasanya ada pelanggan yang marah-marah padahal kondisinya memang lagi macet, apalagi di Stasiun Tugu. Musim liburan juga,” ujarnya.

Dari sana, kami akhirnya mengobrol banyak. Soal alasan ia tidak mudik hingga keresahannya ngojol di Stasiun Tugu. Sebab bukan rahasia lagi kalau di stasiun yang katanya modern itu, nyatanya belum ramah untuk driver ojol dan user KA jarak jauh. 

Kondisi yang serba semrawut ini membuat saya berpikir bahwa Stasiun Tugu Jogja hanya cocok untuk orang-orang yang memiliki vibrasi tinggi. Bukan cuma orang berduit tanpa etika. Tapi orang yang tetap tenang di situasi apapun, karena ia tahu energinya terlalu berharga untuk mengurus hal-hal percuma.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Kapok Naik Kereta Eksekutif karena Turun di Stasiun Tugu Jogja, Keluar Stasiun Langsung Disuguhi “Ujian Nyata” atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 27 Maret 2026 oleh

Tags: KA Sancakaka sri tanjungmudik lebaranStasiun LempuyanganStasiun TuguStasiun Yogyakartavibrasivibrasi tinggi
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO
Sehari-hari

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026
User kereta api (KA) ekonomi naik bus Sumber Selamat: sebenarnya kursi lebih nyaman, tapi ogah tersiksa lebih lama MOJOK.CO
Sehari-hari

User Kereta Ekonomi Naik Bus Sumber Selamat karena Tak Ada Pilihan: Kursi Lebih Nyaman, Tapi Dibuat Hampir Pingsan

2 April 2026
Kereta eksekutif murah selamatkan saya dari neraka kereta ekonomi. MOJOK.CO
Catatan

Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi

1 April 2026
Kursi kereta eksekutif dibandingkan kereta ekonomi premium lebih nyaman untuk mudik Lebaran
Catatan

Saya Kapok Naik Kereta Ekonomi Premium, Ditipu Embel-embel Mirip Eksekutif padahal Hampir “Mati” Duduk di Kursi Tegak

1 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Punya hard skill yang laku buat kerja di kota tapi tidak berguna buat slow living di desa MOJOK.CO

Punya Skill yang Laku buat Kerja di Kota tapi Ternyata Tak Berguna di Desa, Gagal Slow Living Malah Kebingungan Nol Pemasukan

13 April 2026
Rela bayar mahal kuliah jurusan Keperawatan PTS besar demi jadi perawat. Setelah lulus malah jadi kayak babu MOJOK.CO

Rela Bayar Mahal di Jurusan Keperawatan demi Prospek Karier Perawat, Cuma Berakhir Jadi “Babu” di RSUD

14 April 2026
Sampit, Kota yang Dianggap Tertinggal tapi Nyatanya Jauh Lebih Maju dari Kebanyakan Kabupaten di Jawa.MOJOK.CO

Sampit, Kota yang Dianggap Tertinggal tapi Nyatanya Jauh Lebih Maju dari Kebanyakan Kabupaten di Jawa

13 April 2026
Gagal daftar CPNS usai lulus Unair, pilih slow living di Bali. MOJOK.CO

Gagal CPNS karena Dipaksa Orang Tua usai Lulus dari Unair, Pilih “Melarikan Diri” ke Bali daripada Overthinking dan Hidup Bahagia

13 April 2026
Nasib pekerja gen Z dicap lembek oleh milenial

Gen Z Jadi Kambing Hitam Generasi Senior, Dicap Lembek dan Tak Bisa Kerja padahal Perusahaan yang “Red Flag”

16 April 2026
Purwokerto .MOJOK.CO

Purwokerto Tempat Pensiun Terbaik, tapi Bukan untuk Semua Orang: Kamu Butuh 4 Skill Ini Buat “Survive”

18 April 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.