Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Menantang Setan di Sarang Setan Kaliurang

Muhammad Ridhoi oleh Muhammad Ridhoi
15 November 2024
A A
Menantang Setan di Rumah Angker Villa Putih Kaliurang Sleman MOJOK.CO

Ilustrasi - Menantang setan di tempat angker Villa Putih Kaliurang, Sleman. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kabut tebal menyelimuti pandangan saya ketika dalam perjalanan menuju Villa Putih, Kaliurang, Sleman. Minggu (10/11/2024) sore WIB, saya dan dua reporter Mojok iseng-iseng main ke salah satu tempat yang konon paling angker di Sleman. Namanya Villa Grezenberg atau lebih dikenal dengan Villa Putih Kaliurang.

Konon, bangunan ini didirikan pada tahun 1930-an oleh Belanda. Namun, sejak terdampak letusan Gunung Merapi pada 1994, Villa Putih ini mulai ditinggalkan. Bangunannya betul-betul terbengkalai. Sema sekali tak terurus. Banyak tanaman liar yang memenuhi setiap ruangan.

Iklan

Sisa reruntuhan dan bekas vandal di Villa Putih Kaliurang Sleman

Kami tiba di lokasi sekitar jam setengah 5 sore. Saya dan satu reporter Mojok, Aisyah Amira Wakang, langsung bergegas masuk untuk eksplorasi bangunan Villa Putih Kaliurang, Sleman. Sementara satu repoter lainnya, Muchamad Aly Reza terpaksa mengalah menunggu di luar: untuk menjaga kendaraan kami.

Sebelum berangkat ke sana, saya sempat membaca beberapa kisah horor di linimasa Facebook dan kanal YouTube. Katanya, ada sosok noni-noni Belanda yang mendiami Villa Putih Kaliurang, Sleman, ini.

Saya, yang memang selalu tertantang bertemu setan, tentu sangat bersemangat menemuinya. Barangkali, saya bisa bertemu dan wawancara dengan sosok ini (guyon, Rek).

Baru saja menginjakkan kaki di pelataran bangunan itu, saya merasa sudah disambut oleh penghuninya. Karena Aisyah agak takut-takut, maka saya terpaksa harus masuk duluan.

Hawa di luar Villa Putih Kaliurang, Sleman, sebenarnya terasa cukup dingin. Namun, ketika saya masuk, hawa panas langsung menguar. Padahal sebenarnya bangunan ini tak tertutup-tertutup amat.

Menantang Setan di Rumah Angker Villa Putih Kaliurang Sleman MOJOK.CO
Villa Putih Kaliurang Sleman tampak luar. (Muhammad Ridhoi/Mojok.co)

Kondisi di dalam bangunan memang sangat berantakan. Banyak sekali kayu-kayu bekas reruntuhan bangunan berserakan. Banyak pula paku yang berserakan sehingga membuat saya harus ekstra hati-hati. Lantainya becek dan cukup licin, jadi saya berjalan pelan langkah demi langkah dari satu ruangan menuju ruangan lain.

Di tembok Villa Putih Kaliurang ini, terlihat corat-coret mural yang tak jelas betul apa tulisannya. Saya hampir tak bisa membacanya karena saking banyaknya. Ada banyak sampah bungkus rokok, bungkus minuman, dan bungkus camilan yang tersebar di banyak sudut.

Pencarian noni-noni Belanda

Langkah saya terhenti ketika melihat sebuah ruangan yang cukup gelap. “Menarik!”. Saya jelas terpancing untuk memasukinya.

Butuh senter untuk bisa mengetahui ada apa saja di dalam ruangan gelap itu. Di ruangan pertama yang saya masuki, ada dua ruangan bekas kamar dan satu kamar mandi. Tak jauh berbeda dengan ruangan sebelumnya, tempat ini jadi sarang sampah dan reruntuhan bangunan.

Tapi hingga sejauh itu, saya masih belum menemukan penampakan apa pun. Ditakut-takuti dengan suara atau gerakan-gerakan pun tidak. Padahal, dengar-dengar, tak butuh sampai menunggu malam jika ingin dihantui oleh noni-noni Belanda atau setan-setan lain yang mendiami villa tersebut.

Menantang Setan di Rumah Angker Villa Putih Kaliurang Sleman MOJOK.CO
Reruntuhan-reruntuhan di area dalam villa. (Muhamad Ridhoi/Mojok.co)

Apalagi menjelang Magrib alias waktu surup: waktu yang konon menjadi awal ungkrap-nya makhluk-makhluk tak kasat mata.

Iklan

Saya terus melanjutkan penelusuran. Pokoknya sampai ada tanda-tanda saya bakal diganggu. Karena itu lah “tujuan nakal” saya ke sana: menantang setan-setan di Villa Putih, Kaliurang. Ah, saya terlalu banyak nonton konten “Ih Takut”-nya Dzawin Nur.

Lalu tiba lah saya di sebuah kamar mandi yang tampak gelap dan lembab. Masih sama, saya belum mendapat gangguan apa pun. Hanya saja, entah kenapa, saya merasa di situ ada yang tidak beres. Saya sempat terpancing untuk masuk. Namun, baru kaki kanan yang melangkah, tiba-tiba seperti ada yang membisiki, “Jangan masuk!”.

Dan entah bagaimana pula, saya menuruti bisikan tersebut. Saya lantas berbalik arah: menuju ruangan lain.

Lantai 2 Villa Putih Kaliurang Sleman tak semenyeramkan kata orang

Dari lantai satu, saya lalu beranjak ke lantai dua. Kali ini Aisyah mengikuti saya di belakang. Ternyata di atas tidak semenyeramkan yang dibicarakan orang-orang. Karena konon, lantai dua lebih banyak “penghuninya”.

Ada banyak tumbuhan liar yang merembet di setiap sudut. Sampah-sampah yang berserakan pun lebih banyak ketimbang di lantai satu.

Jelajah rumah angker MOJOK.CO
Salah satu kamar mandi dengan energi gaib. (Muhammad Ridhoi/Mojok.co)

Alih-alih mencekam, bagi saya, lantai dua justru bisa jadi spot foto vintage. Karena tak kunjung mendapat gangguan, ya sudah saya berfoto-foto ria saja. Saya meminta Aisyah untuk memotret saya. Lumayan lah untuk mengisi feed Instagram. Syukur-syukur ketika foto sudah dijepret, ternyata ada penampakan yang nyempil.

Sekitar 20 menit saya menjelajahi lantai dua, lalu ada sekelompok pemuda yang datang, juga untuk mengeksplor Villa Putih Kaliurang, Sleman. Mereka berjumlah empat orang. Saya dan Aisyah pun terpisah. Aisyah memilih mengikuti mereka sambil wawancara tentang Villa Putih Kaliurang ini.

Terseret energi dari sebuah sesajen

Setelah lelah menjelajah Villa Putih Kaliurang, Sleman, ini, saya memutuskan untuk istirahat sejenak di luar ruangan, menghampiri Aly Reza sembari menyesap rokok.

“Katanya bangunan ini juga sering jadi tempat mesum,” ujar Aly Reza yang sedari tadi menjaga motor kami biar tak digondol orang.

Jika benar, seharusnya saya bisa menemukan sampah “bekasnya”, sebut saja kondom sebagai “barang bukti”.

Saya pun mencoba mencari “barang bukti” itu: masuk lagi ke Villa Putih Kaliurang, Sleman. Tapi memang saya tak menemukan sisa-sisa perbuatan asusila itu. Ya sudah, toh sebenarnya tak penting-penting amat. Saya hanya butuh noni Belanda itu menampakkan diri.

Hingga akhirnya, sebuah energi tiba-tiba menyeret saya kembali ke ruangan yang sebelumnya tak jadi saya masuki gara-gara bisikan “Jangan masuk!”. Langkah kaki saya membawa saya masuk ke sana.

Di sana, saya menemukan sesajen terhampar di sebuah sudut. Ada dua gelas bekas kopi dan dupa. Di sampingnya, ada daun pisang yang sepertinya berisi kembang setaman. Aromanya masih semerbak. Mungkin sesajen itu belum lama ini diletakkan di sana.

Jelajah rumah angker MOJOK.CO
Sesajen di salah satu sudut ruangan di salah satu tempat angker Sleman. (Muhammad Ridhoi/Mojok.co)

Suara perempuan menjelang azan

“Bisa jadi di sini adalah titik energi gaib terbesar di villa ini.” Batin saya. Namun, lagi-lagi, hingga beberapa menit berdiam di situ, saya masih tak mendapat gangguan yang benar-benar membuat nyali saya ciut.

Tapi karena tak kunjung mendapatkan sensasi adrenalin ditakuti itu, ya sudah saya memutuskan keluar: menyudahi eksplorasi tempat yang konon jadi salah satu sarang setan di Sleman itu.

Belum juga mencapai pintu keluar, tiba-tiba saya mendengar teriakan lirih. Jelas betul suara seorang perempuan. Ini yang saya tunggu. Saya terpancing untuk balik badan, mencari sumber suara. Namun, dari luar sudah terdengar suara azan, juga suara dari Aisyah dan Aly Reza yang meminta saya untuk segera keluar: pulang.

“Sudah Magrib, pulang aja.” Teriak Aly Reza. Ah, padahal itu lah momen-momen yang saya tunggu: dihampiri noni Belanda atau setan yang lain. Saya lantas menyeret kaki saya melangkah keluar, sambil sesekali melirik ke arah belakang (dalam ruangan). Energinya makin terasa. Energi keberadaan makhluk-makhluk tak kasat mata.

Villa Putih Kaliurang, Sleman, bukan lah satu-satunya tempat angker, to? Saya masih tertantang–dan akan selalu begitu–untuk menjelajahi tempat-tempat angker lain. Di mana pun.

Btw, kata seorang teman, foto-foto yang berhasil saya potret dari salah satu tempat angker alias sarang setan di Sleman itu menghasilkan “energi panas”. Saya tak paham apa maksudnya. Tapi, barangkali ada dari teman-teman pembaca yang punya kemampuan indigo, bisa bantu saya lihatkan foto-foto yang sudah saya lampirkan di atas: apa yang teman-teman lihat dan temukan?

Penulis: Muhammad Ridhoi
Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: Villa Putih Kaliurang Harusnya Jadi Cagar Budaya, Malah Dinistakan Jadi Rumah Angker

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

 

Terakhir diperbarui pada 15 November 2024 oleh

Tags: kaliurang slemanpilihan redaksitempat angker di jogjatempat angker di slemanvilla putih kaliurang
Muhammad Ridhoi

Muhammad Ridhoi

Artikel Terkait

cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Catatan

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO
Urban

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
SSB MAS merawat bibit-bibit muda sepak bola Kota Jogja meski dari Lapangan Minggiran yang tidak rata MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

SSB Tertua di Kota Jogja Merawat Bibit-bibit Muda Meski dari Lapangan Bola Tidak Rata

11 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rekonstruksi kasus penganiayaan pelajar berujung meninggal di Jalan Yos Sudarso, Gondokusuman, Kota Jogja (depan SMA 3 Yogyakarta) MOJOK.CO

Gambaran Jelas Penganiayaan Pelajar di depan SMA 3 Yogyakarta dalam 21 Adegan Rekonstruksi

9 Juli 2026
Pertama kali beli mesin cuci di rumah desa, kena julid tetangga MOJOK.CO

Pertama Kali Beli Mesin Cuci di Rumah Desa: Terharu Ringankan Beban Ibu hingga Dianggap Buang Duit oleh Tetangga Julid

10 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
manfaat program WiFi gratis bagi pedagang sekaligus warga Klaten. MOJOK.CO

Memanfaatkan WiFi Gratis di Sejumlah Titik Klaten: Meski Harus Berebut, Tetap Jadi Solusi Alternatif saat Paket Data Habis

10 Juli 2026
Kisah sebuah desa di Kebumen, Jawa Tengah, yang bangkit dari kemiskinan MOJOK.CO

Cerita Desa di Kebumen Bangkit dari Kemiskinan: Punya Rumah Layak Huni, Modal Usaha, hingga Pengembangan Peternakan

14 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.