Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Malam Jumat

Hantu Noni Belanda Itu ‘Menjerumuskan’ Satpam untuk Ketemu Hantu Pasukan Tanpa Kepala Penghuni Museum di Jakarta

Anton Junior oleh Anton Junior
28 Januari 2021
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Saya hanya kuat bekerja di sana selama tiga tahun. Keisengan Hantu noni Belanda itu lama-lama bikin saya nggak kuat juga.

Menjadi satpam yang kerap dapat giliran jaga malam di museum memang bukan perkara mudah. Apabila ketika para “penghuni” museum sok akrab. Rasanya pengin bolos kerja aja.

Iklan

Saya pernah bekerja sebagai satpam di salah satu museum sejarah di Jakarta. Kerap menjaga museum di malam hari memang menjadi salah satu risiko bagi saya yang sudah terlanjur tanda tangan kontrak dan terlanjur bilang “sanggup” terhadap konsekuensi pekerjaan saya.

Banyak satpam yang kerap bercerita sering melihat penampakan makhluk halus di sini. Misalnya seperti hantu noni Belanda, penampakan anak kecil, hingga hantu pasukan tanpa kepala.  

Bukan hanya penampakan, banyak satpam yang kerap mendengar suara tangisan, suara benda-benda yang terjatuh, dan bahkan ada juga yang mengaku sering mencium bau amis di sekitar museum.

Pengalaman ini terjadi beberapa tahun yang lalu ketika saya masih bekerja di sana. Selasa itu, saya ditugaskan jaga malam bersama salah satu rekan senior yang usianya 10 lebih tua dari saya. Namanya Pak Rojak.

Menurut Pak Rojak, museum ini memang angker. Dia, yang sudah hampir 20 bekerja sering mendapati hal-hal di luar nalar. Pak Rojak bahkan sudah “berkenalan” dengan hantu noni Belanda bernama Arabella, yang dia bilang cantik dan semok itu.

Saya dan Pak Rojak bertugas di pos dua melakukan pekerjaan sebagaimana mestinya. Pukul 10 malam, Pak Rojak meminta saya untuk menjaga pos sementara dia patroli.

Tak sampai setengah jam, Pak Rojak kembali ke pos. “Kok sebentar, Pak patrolinya?”

“Iya, tadi saya ketemu Arabella, hantu noni Belanda itu, tapi dia lagi nangis. Dia suruh saya balik ke sini.”

Saya malah bingung. Mana bisa aki-aki berteman dengan hantu noni Belanda, cantik pula. Demikian pikir saya, saya menganggap Pak Rojak hanya berhalusinasi.

Singkat cerita, pukul 12 malam, giliran saya berpatroli. Namun entah kenapa, cerita Pak Rojak tentang Arabella tiba-tiba membuat saya penasaran dengan sosok tersebut.

Sesaat sebelum berangkat patroli, saya bertanya, “Pak, gimana caranya mau liat si bohay, Arabella?”

“Kalau mau liat, panggil aja namanya terus sampai dia muncul. Dia senang di panggil-panggil,” jelas Pak Rojak. Hmm, ternyata caranya lebih mudah dari apa yang saya bayangkan.

Ketika menelusuri museum, saya memulai ritual yang diberitahu Pak Rojak tadi. Saya mulai memanggil-manggil nama Arabella, hantu noni Belanda itu karena penasaran dengan kecantikan dan kemolekannya. Kalau kata Pak Rojak sih, melihat bodinya saja sudah cukup membuat si ­otong tegang.

Arabella… Arabella… Arabella… sampai terhitung 21 kali saya memanggil namanya. Ternyata benar, hantu noni Belanda itu muncul di sudut ruangan tempat baju perang berada. Dengan badan yang gemetar karena takut sekaligus penasaran, saya mencoba memperhatikan Arabella dari kejauhan.

Tubuh hantu noni Belanda itu memang seksi dengan pakaian gaun tidur warna putih. Coba masih hidup, udah saya nikahin nih cewek. Mungkin dia ini yang menjadi alasan Pak Rojak betah kerja di sini dan nggak pernah mau pensiun.

Namun tetap saja, menyadari sosoknya yang bukan manusia, melainkan hantu membuat saya takut dan tidak betah berlama-lama.

Iklan

Sesaat ketika hendak kembali ke pos, terdengar suara tangisan rintih dari Arabella. Dia menangis dan menunjuk ke arah salah satu ruangan tempat persenjataan perang. Saya menangkap maksud Arabella agar saya menghampiri ke ruangan yang Arabella tunjuk.

Seperti terhipnotis dan setengah tidak sadar, saya mulai berjalan ke ruangan tersebut sesuai perintah dan arahan dari hantu noni Belanda itu. Tubuh saya seperti tak terkendali, berjalan tanpa keinginan saya.

Satu, dua, tiga langkah saya mendekati pintu ruangan. Saya menyadari bahwa banyak bercak-bercak darah di lantai. Bau amis tercium kian menyengat saat saya semakin dekat dengan ruangan tersebut.

Tubuh saya menggigil dan gemetar ketika tangan ini tiba-tiba menyentuh gagang pintu. Saya yang ketakutan tak berniat untuk melihat keadaan di dalam ruangan itu. Mata saya terpejam sambil menahan bau amis yang kian menyengat.

Saya tak menyadari apa pun kecuali suara hentakan dan derap kaki yang berjalan secara bersamaan. Suaranya cukup keras hingga dapat membuat saya terkaget dan semakin ketakutan.

Mendengar derap kaki yang semakin dekat, secara refleks saya membuka mata dan apa yang saya lihat nggak akan pernah saya lupa seumur hidup.

Saya melihat satu peleton pasukan sedang baris-berbaris di ruangan tersebut. Posturnya tegap, kulit putih, hantu-hantu tentara itu berjalan kompak di hadapan saya.

Sungguh miris ketika melihat badan seluruh sosok tersebut berlumuran darah, terlebih lagi hampir semua sosok itu berjalan tanpa kepala, dan sebagian lain kepalanya hancur hingga terlihat otak yang keluar dari tempurung kepala.

Karena ketakutan yang luar biasa, saya hendak teriak sekencang mungkin namun mulut saya seperti terkunci. Seketika badan saya lemas dan tak ingat lagi kejadian setelahnya.

Akhirnya saya kembali sadar saat Pak Rojak menepuk-nepuk wajah dan menyadarkan saya. Walahhh, ternyata saya pingsan.

Menurut penuturan Pak Rojak, beliau curiga karena satu jam saya patroli dan tak kunjung kembali. Pak Rojak mencari saya dan menemukan saya tak sadarkan diri di ruang persenjataan. Beliau menyeret tubuh saya dari ruangan tersebut sampai pos tempat kami berjaga.

Tanpa basa-basi, Pak Rojak mengatakan bahwa di samping sosoknya yang menggoda, Arabella adalah hantu yang senang mencari perhatian. Hantu noni Belanda itu senang menjerumuskan manusia atau para satpam kepada hal-hal yang tidak diinginkan, atau sederhananya dia adalah sosok yang “iseng” serta penuh tipu muslihat.

Pak Rojak sendiri sering menjadi korban kejahilan Arabella. Namun seiring waktu, Pak Rojak semakin bisa mengendalikan diri dari gangguan Arabella. Bisa dibilang keimanan Pak Rojak sudah semakin tebal.

Beliau juga menuturkan, bagi siapa pun yang sudah berhasil diperdaya oleh hantu noni Belanda itu, maka Arabella akan menyukai orang tersebut dan akan terus mengganggu.

Sudah ada empat satpam yang menjadi korban dan semuanya mengundurkan diri. Memang, hanya Pak Rojak seorang yang mampu melawan kejahilan Arabella.

Akhirnya saya juga memutuskan “pensiun” dari pekerjaan ini setelah tiga tahun bekerja. Lama-lama nggak betah juga menghadapi kejahilan hantu noni Belanda itu, meski saya sudah mencoba bertahan selama tiga tahun.

BACA JUGA Delapan Tahun Tinggal di Rumah Hantu dan kisah mistis lainnya di rubrik MALAM JUMAT.

Terakhir diperbarui pada 24 Maret 2021 oleh

Tags: hantu noni belandahantu tanpa kepalamuseum angkermuseum di jakartanoni belanda
Anton Junior

Anton Junior

Lahir di Bandung. Pernah menjadi tenaga keamanan museum.

Artikel Terkait

Noni Belanda Bunuh Diri di Dekat Gereja, Ketika Jalan Keselamatan yang Dirindukan Adalah Doa

Noni Belanda Bunuh Diri di Dekat Gereja, Ketika Jalan Keselamatan yang Dirindukan Adalah Doa

7 Oktober 2021

Dari Cepu Semua Berawal, Ketika Saya Jadi Magnet Makhluk Halus Hingga Detik Ini

9 September 2021
Catatan Pendakian Gunung Argopuro: Teror Lolongan Serigala, Geraman Kawanan Genderuwo, dan Malam-malam yang Dramatis MOJOK.CO

Catatan Pendakian Gunung Argopuro: Teror Lolongan Serigala, Geraman Kawanan Genderuwo, dan Malam-malam yang Dramatis

26 Agustus 2021
Arwah Noni Belanda Menarik Kaki Saya, Hendak Menenggelamkan Saya, Hantu Nenek Teman Saya Bersemayam di Kolam Renang MOJOK.CO

Arwah Noni Belanda Itu Mencengkeram Kaki, Hendak Menenggelamkan Saya, Hantu Nenek Teman Saya Bersemayam di Kolam Renang

10 Desember 2020
Menggali Peti Harta Karun Toapekong, Bukan Emas Batangan, yang Kami Dapat Malah Potongan Kepala Manusia MOJOK.CO

Menggali Peti Harta Karun Toapekong, Bukan Emas Batangan, yang Kami Dapat Malah Potongan Kepala Manusia

12 November 2020
Penjara Horor Peninggalan Zaman Kolonial dan Cerita Hantu Kepala Terpenggal MOJOK.CO

Penjara Horor Peninggalan Zaman Kolonial dan Cerita Hantu Kepala Terpenggal

8 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kontingen Prambanan tunjukkan jejak Mataram Kuno di Karnaval Budaya Klaten 2026. MOJOK.CO

Potret Kejayaan Mataram Kuno dalam Karnaval Budaya Klaten, 26 Kecamatan Adu Keunggulan Wilayah

19 Agustus 2026

Punya 30 Kamar Kost Putri Ternyata Tidak Seindah yang Dibayangkan

19 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Sisi lain blusukan kampung di Surabaya Pusat. MOJOK.CO

Sisi Lain Tren Blusukan Kampung: Nggak Seru seperti di Medsos, Malah Dicurigai Pencuri dan Dianggap Tak Tau Adab

20 Agustus 2026
Bakpia barangkali menjadi oleh-oleh khas Jogja yang biasa saja dan gitu-gitu aja. Tapi punya nilai sosial bagi perantau Jogja asal desa MOJOK.CO

Bakpia Jogja Memang Oleh-oleh Biasa dan Gitu-gitu Aja, Tapi Sangat Berharga buat Orang di Desa

22 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026
Bukan Sekadar Beternak Karang Taruna Bono dan Upaya Menghidupkan Ekonomi Warga

Dari Ternak untuk Desa: Geliat Karang Taruna Bono Menghidupkan Ekonomi Warga

31 Juli 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.