Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Momen Dosen UTP Bertemu Teman Seangkatan di UNS yang Jadi Mahasiswanya, Kuliah 18 Tahun Lalu Belum Lulus

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
27 Juni 2024
A A
kuliah, wisua, sarjana di desa.MOJOK.CO

Ilustrasi sarjana (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kondisi seperti teman Imron memang jamak dirasakan mahasiswa yang tidak bisa merampungkan studi sampai batas tenggat waktu yang diberikan kampus. Mereka biasanya mendapat opsi untuk pindah kampus demi bisa merampungkan studinya.

wisuda impian mahasiswa.MOJOK.CO
Ilustrasi wisuda yang dinanti mahasiswa (Pang Yuhao/Unsplash)

Meski harusnya tinggal melanjutkan tugas akhir, terkadang ada beberapa penyesuaian. Mahasiswa UNS Solo itu dulunya berasal dari Jurusan Pendidikan Jasmani dan Olahraga, sehingga saat pindah ke Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga ada beberapa mata kuliah yang perlu ia ambil untuk penyesuaian kurikulum.

Iklan

“Setelah bisa ngobrol dia langsung tanya macam-macam. Salah satunya soal kewajiban ikut magang kepelatihan olahraga. Ya itu salah satu bagian dari proses penyesuaian kurikulum,” ujarnya.

Bertemu teman lain yang pada 2024 masih proses menyelesaikan studi S1

Imron mengaku langsung memberikan semangat dan keyakinan bahwa temannya akan lulus menyandang gelar sarjana di UTP. Selanjutnya, sesekali ia pun saling berkabar progres perkuliahan temannya tersebut. Sampai akhirnya ia berhasil lulus.

“Setiap ketemu dia, candaan kami selalu sama, mengenang masa jadi mahasiswa UNS. Termasuk tentang proses skripsi bersama dosen pembimbing yang menantang. Sekarang dia sepertinya sudah jadi guru olahraga,” ujarnya tertawa

Namun, jauh setelah itu, Imron juga sempat kaget bertemu teman lain dari UNS yang baru melanjutkan studinya yang tidak rampung. Rekannya sempat berhenti kuliah lama setelah gagal lulus dari UNS.

“Saya ketemu dia itu pas lagi ngurus administrasi. Sampai sekarang masih proses menamatkan kuliah di UTP,” katanya.

Bedanya, meski satu angkatan teman yang satu ini dulunya tidak dapat dosen pembimbing yang sama dengan Imron. Sehingga, ia sama sekali tak tahu kabarnya.

Pertemuan-pertemuan dengan teman lamanya ini membuat Imron memahami betapa kompleksnya proses studi mahasiswa. Di balik terlambat lulus, selalu ada kendala baik teknis maupun personal yang mereka hadapi. Pemahaman itu membuatnya menjadi punya pandangan yang pijak saat menjadi dosen.

Penulis: Hammam Izzuddin

Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Lolos SNBP Universitas Brawijaya Malang Karena Asal Klik dan Hoki, Sekarang Menyesal Jurusannya Sulit Buat Cari Kerja

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 27 Juni 2024 oleh

Tags: Dosendrop outmahasiswa unssoloUNSutp
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja MOJOK.CO
Esai

Ngenesnya Jadi Dosen di Rezim Formalistik: Ikut Menyusun Regulasi Negara, Malah Dianggap Tak Bekerja

5 Agustus 2026
Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan MOJOK.CO
Tajuk

Kesejahteraan Dosen dan Rasa Aman yang Masih Jadi Angan-angan

6 Juli 2026
dosen.MOJOK.CO
Sekolahan

Butuh Biaya Puluhan Juta Demi Ijazah S2-S3, tapi Negara Malah “Melegalkan” Dosen Digaji di Bawah UMR

23 Juni 2026
makan mie ayam di Solo. MOJOK.CO
Liputan

Curiga dengan Pedagang Mie Ayam di Dekat Rutan Solo, Beli Seporsi tapi Tak Diminta Bayar. Eh, Ternyata Intel Lagi Nyamar

28 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tinggal di kos dekat kampus niat cari kemudahan di awal menjadi mahasiswa baru (maba), malah jadi pemicu konflik sosial yang merepotkan diri sendiri MOJOK.CO

Kos Dekat Kampus Memang Beri Kemudahan, Tapi Jadi Pemicu Rangkaian Konflik Sosial yang Merepotkan Diri Sendiri

10 Agustus 2026
Hyrox. MOJOK.CO

Panduan Selamat sebelum Menjajal Hyrox agar Nggak Celaka: Dari Latihan Angkat Beban sampai Tips Punya Asuransi Jiwa

9 Agustus 2026
Wisata Perahu Kalimas di Taman Prestasi Surabaya jadi liburan mewah. MOJOK.CO

Kemewahan Wisata Perahu Kalimas Menyelamatkan Orang Haven’t Surabaya sebelum Dilanda Stres

11 Agustus 2026
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bertemu dengan tim KKP membahas program budi daya ikan tematik. (Sumber: Humas Pemda DIY)

64 Lokasi di Kalurahan DIY Kecipratan Jatah Program Budi Daya Ikan Tematik dari KKP

5 Agustus 2026
Polemik IKAPI DIY dan toko buku Jogja perihal harga murah MOJOK.CO

Narasi “Harga Murah” Pameran Buku IKAPI DIY Singgung Toko Buku Jogja, Kalimat yang Tidak Seharusnya Keluar

5 Agustus 2026
Tangan-tanga pembuat apem ya qowiyyu: alasan kue tradisional khas Jatinom, Klaten, tak lekang waktu MOJOK.CO

Tangan-tangan Pembuat Apem Ya Qowiyyu: Alasan Kue Tradisional Jatinom Klaten Tak Lekang Waktu

4 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.