Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Umbul Wadon: Jantung Air Kota Jogja di Balik Panorama Indah Plunyon Kalikuning yang Terkesan Seram

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
26 Juni 2026
A A
Umbul Wadon Plunyon, Kalikuning. MOJOK.CO

Umbul Wadon di Plunyon, Kalikuning. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jalan-jalan ke Plunyon, Kalikuning nyatanya tak membuat saya langsung puas hanya dengan melihat pemandangan alamnya yang indah. Sebab beberapa bangunan bersejarah di sana juga menarik perhatian saya, di antaranyanya Umbul Wadon, sebagai jantung air Kota Jogja dan Sleman.

Pesona Jembatan Plunyon, Kalikuning yang jadi lokasi syuting

Destinasi alam Plunyon, Kalikuning di lereng Gunung Merapi, Cangkringan, Sleman mulai ramai dikunjungi wisatawan setelah film KKN di Desa Penari tayang pada tahun 2022. Sebagai salah satu lokasi syuting film, Jembatan Plunyon menarik perhatian penonton untuk datang ke sana karena panoramanya yang indah.

Iklan

Jembatan yang dibangun oleh warga setempat pada awal 1980-an itu menyuguhkan latar belakang hutan pinus, sungai, dan Gunung Merapi yang memanjakan mata. Tak pelak, lokasi tersebut kini terkenal untuk spot foto.

Padahal dulu, Jembatan Plunyon punya dua fungsi. Pertama, sebagai jalur penghubung untuk menyalurkan hasil bumi warga ke wilayah sekitar Yogyakarta dan Magelang. Kedua, sebagai saluran irigasi yang mengalirkan air ke sawah dan ternak di sekitarnya. 

Wisatawan di Plunyon. MOJOK.CO
Sejumlah pengunjung selesai melewati jembatan Plunyon. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Setelah letusan Gunung Merapi tahun 2010, Jembatan Plunyon sempat hancur hingga akhirnya mendapat perbaikan tahun 2018. Meski begitu, dampak dari bencana tak selalu buruk. Akibat letusan dahsyat yang menimbulkan trauma banyak orang, kondisi Plunyon, Kalikuning justru perlahan-lahan pulih.

“Dulu, batu di sini sangat licin, tetapi setelah erupsi, semuanya tertutup pasir sehingga berubah bentuk. Warna air di Kali Kuning pun berubah, dari kuning keruh menjadi lebih jernih setelah tertutup batu dan pasir,” kata pengelola Plunyon Kalikuning, Sarjiman dikutip dari Detik Travel, Jumat (26/6/2026). 

Menelusuri reservoir tua: Umbul Lanang dan Umbul Wadon

Saat saya berkunjung ke sana pada Sabtu (13/6/2026), fungsi utama irigasi di Plunyon, Kalikuning masih berjalan. Bahkan terdapat pipa-pipa besar untuk mengalirkan airnya ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) guna kebutuhan masyarakat Sleman dan Yogyakarta. 

Saya pun memutuskan untuk berjalan lebih jauh sekitar 220 meter dari Jembatan Plunyon hingga menemukan dua bangunan tua untuk reservoir air. Salah satunya dikenal sebagai Umbul Lanang dan Umbul Wadon.

Berbeda dengan foto tahun 2016 yang memperlihatkan tanah di sekitar umbul masih mengeluarkan banyak air, saat saya berkunjung ke sana, kondisi tanahnya hanya becek. Suasananya pun sangat berkabut sehingga menebalkan suasana mistis.

sesajen. MOJOK.CO
Sesajen berupa bunga dan uang di Umbul Wadon. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Bagaimana tidak, saya masih menemukan sisa-sisa sesajen, seperti bunga mawar merah muda dan uang Rp2 ribu. Masyarakat meyakini bunga mawar pink sebagai bentuk penghormatan yang tulus, apresiasi yang mendalam, serta ketenangan batin yang dipersembahkan kepada leluhur maupun rasa syukur kepada Tuhan.

Dalam konteks Plunyon, Kalikuning, sesajen berfungsi sebagai sarana spiritual untuk memohon keselamatan, perlindungan dari bencana Gunung Merapi, serta kelancaran bagi warga yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.

Ketika jantung air Plunyon, Kalikuning terancam eksploitasi

Konon, Umbul Wadon adalah sumber air utama Kalikuning yang tak pernah mati. Namun, kelestariannya semakin terancam oleh eksploitasi yang berlebihan tanpa ada konservasi secara konsisten. 

Melansir dari buku berjudul “Menolak Privatisasi Air”, Astri Hanjarwati mengungkap terdapat perebutan pembagian air antar-masyarakat dan PDAM Sleman, hingga menimbulkan perlawanan atau gerakan dari masyarakat sekitar sejak tahun 2003.

Umbul lanang. MOJOK.CO
Umbul Lanang yang jaraknya tak jauh dari Umbul Wadon. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

“Akibat eksploitasi dari kebijakan pemerintah, debit air menyusut tajam sehingga ratusan hektar lahan pertanian di Kecamatan Pakem, Cangkringan, dan Ngemplak mengalami gagal panen. Warga pun kesulitan mendapat pasokan air untuk peternakan maupun kebutuhan dasar sehari-hari,” tulis Astri dikutip dari buku Menolak Privatisasi Air.

Pada akhir Mei 2004, masyarakat berhasil membongkar pipa ilegal dan menyepakati pengukuran ulang pembagian air melalui Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Upaya melestarikan air di Plunyon, Kalikuning

Upaya untuk melestarikan air pun terus dilakukan hingga hari ini, seiring dengan laju pembangunan dan bertambahnya jumlah penduduk, serta kebutuhan air yang makin meningkat. Salah satunya dengan membuat data spasial mengenai peta sumber daya air di sekitar daerah Plunyon, Kalikuning.

Umbul wadon Plunyon. MOJOK.CO
Umbul Wadon di Plunyon, Kalikuning. (Aisyah Amira Wakang/Mojok.co)

Seperti yang telah dilakukan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam laporannya yang berjudul “Penyusunan Basis Data Spasial Sumberdaya Air Melalui Partisipasi Masyarakat (Studi Kasus di Desa Kepuharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta)”.

Data itu menunjukkan bahwa Desa Kepuharjo masih mengalami tingkat kritis air terutama pada musim kemarau. Sebaliknya, di musim hujan, surplus air justru meningkat. Masalah krisis air juga terjadi di daerah lain karena kebakaran hutan seluas 200 ha saat erupsi Merapi tahun 2010. Hal ini pun telah menjadi sorotan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Iklan

Guna mengurangi kelangkaan air bersih, Sri Sultan melakukan upaya perbaikan hutan dengan menanam pohon langka di kawasan Merapi, termasuk di sekitar Plunyon, Kalikuning. Dengan penanaman tersebut, dia berharap sumber mata air kembali deras.

Penulis: Aisyah Amira Wakang

Editor: Muchammad Aly Reza

BACA JUGA: Ekspektasi Menikmati “Lantai Dua Jogja” di Plunyon Kalikuning Rusak karena Ulah Jamet dan Beberapa Spot yang Tak Terawat atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Terakhir diperbarui pada 26 Juni 2026 oleh

Tags: cangkringanjembatan plunyonkalikuningPlunyonumbul wadonwisata plunyonwisata sleman
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Wisata Plunyon Kalikuning Yogyakarta. MOJOK.CO

Ekspektasi Menikmati “Lantai Dua Jogja” di Plunyon Kalikuning Rusak karena Ulah Jamet dan Beberapa Spot yang Tak Terawat

15 Juni 2026
Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali Mojok.co

Gamplong Studio Alam, Tempat Wisata Sleman yang Unik, tapi Nggak Perlu Diulang Dua Kali

27 Februari 2026
Cangkringan, Kecamatan Paling Cantik di Sleman (Foto oleh Mohammad Sadam Husaen)

Ketika Klub Sepeda Bahagia Cycling Comedy Membelah Cangkringan Sleman, Kecamatan Paling Cantik yang Membuat Kecamatan Lain Minder

10 Juli 2025
belut kang wardi kalcersok mojok

Rahasia Budidaya Belut Kang Wardi, Modal 300 Ribu Jadi 900 Juta

3 Mei 2024
Rahasia Sukses Budidaya Belut Kang Wardi, dari Satu Kolam Kini Punya 200 Kolam di Cangkringan MOJOK.CO

Rahasia Sukses Budidaya Belut Kang Wardi, dari Satu Kolam Kini Punya 200 Kolam di Cangkringan

18 Januari 2024
Haji Durian Mbah Harjo, Berkat Pohon Warisan yang Usianya Ratusan Tahun MOJOK.CO

Haji Durian Mbah Harjo, Berkat 9 Pohon Warisan di Cangkringan yang Usianya Ratusan Tahun

11 Januari 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

14.900 Kilometer untuk 90 Menit: Kisah Orang Tua di Balik Final Garuda Pertiwi vs Thailand

25 Agustus 2026
perubahan desil membuat penjual ayam potong menderita

Perubahan Desil Tak Masuk Akal Membuat Penjual Ayam Potong Menderita

21 Agustus 2026
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)sebagaimana terjadi di Kalimantan tidak bisa direduksi sekadar memadamkan api, ada gambut yang rusak MOJOK.CO

Karhutla Terus Berulang karena Pihak Berwenang Cukup Puas Padamkan Api, Akar Masalah Tereduksi

24 Agustus 2026
Kiprah dosen pembimbing mahasiswa KKN UGM di Sangurejo. MOJOK.CO

Dulu Dicap Kampung Kumuh, Kini Produk Kulit Salak Kampung Sangurejo Sampai Belanda

21 Agustus 2026
Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan.MOJOK.CO

Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan

26 Agustus 2026
Nasib rentan warga pesisir Kabupaten Batang karena ancaman abrasi dan PLTU MOJOK.CO

Nasib Rentan Warga Pesisir Kabupaten Batang: Rumah Terancam Abrasi Sewaktu-waktu, Nafkah “Tersumbat” PLTU

19 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.