Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Tiap Berhenti di Terminal Tidar Magelang Kenyang Dicaci Maki Pengamen Bus: Orang Sepuh Disumpahi Bisu, Orang Tidur Disumpahi “Picek” Gara-gara Recehan

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
26 Agustus 2025
A A
Selalu kena caci maki oleh pengamen bus di Terminal Tidar Magelang MOJOK.CO

Ilustrasi - Selalu kena caci maki oleh pengamen bus di Terminal Tidar Magelang. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Berkali-kali tiap berhenti di Terminal Tidar Magelang, selalu berhadapan dengan pengamen bus yang hobi mencaci-maki orang.

***

Dari luar, Terminal Tidar Magelang memang tampak artistik. Ornamen berbentuk gunungan wayang berwarna keemasan terpampang di bagian depan.

Terminal Tidar Magelang sebenarnya juga menyediakan fasilitas nyaman bagi penumpang atau siapapun yang singgah di sana. Termasuk toiletnya. Amat bersih.

Saya terbilang sering lalu-lalang di terminal tersebut. Karena tiap perjalanan Jogja-Semarang (untuk pulang ke Rembang), bus yang saya naiki—setidaknya saat perjalanan menuju Semarang—pasti berhenti di sana untuk mengangkut penumpang baru.

Berdesakan dan bersahut-sahutan tiap tiba di Terminal Tidar Magelang

Setiap bus yang saya naiki—seringnya Bus Ramayana—masuk dan hendak menempati satu garis parkir, dari jendela bus tampak orang-orang bergegas mendekat. Sebagian adalah calon penumpang. Sementara lainnya lagi adalah pedagang asongan dan pengamen.

Lalu persis setelah kernet cum kondektur bus membuka pintu depan sisi kiri (pintu masuk-keluar penumpang), orang-orang itu lantas saling serobot untuk masuk.

Suasana di dalam bus mendadak riuh dan berdesakan. Dari dalam bus, beberapa penumpang mencoba berjalan keluar untuk ke toilet. Karena sopir bus memang memberi waktu barang beberapa menit agar penumpang gunakan untuk buang air.

Namun, perjalanan menuju pintu keluar memang harus susah payah. Karena dari pintu, penumpang baru masuk dan cepat-cepatan mencari tempat duduk. Seiring itu pedagang asongan dan pengamen juga berebut jalan.

Setelahnya, suara-suara pedagang asongan pun saling bersahutan. Ada yang menjajakan wingko hingga bakpia sebagai oleh-oleh. Ada yang menawarkan permen, jajanan ringan, hingga beragam minuman dingin.

Di sela-sela sahut-menyahut para pedagang, terselip pengamen yang bersusah payah memetic gitar sembari bernyanyi di tengah himpitan.

Jauh dari kesantunan, tapi penumpang tak segan beri recehan

Sejauh yang saya alami sepanjang singgah di Terminal Tidar Magelang—dari 2024 sampai sekarang—saya menjumpai dua sosok pengamen. Wajahnya sampai familiar di kepala saya.

Pengamen pertama adalah laki-laki menjelang umur 30-an. Kakinya bertato. Membawa kentrung kecil ala kadarnya. Bernyanyi juga dengan suara sekadarnya.

Cara pengamen itu meminta recehan memang jauh dari kesantunan. Tak seperti kebanyakan pengamen yang saya temui di rute Semarang-Rembang, Rembang-Surabaya, atau Jogja-Surabaya.

Iklan

Namun, dari pengamatan saya, masih banyak orang yang menaruh peduli. Tetap memasukkan recehan ke topi atau plastik permen yang dia sodorkan ke penumpang. Beda halnya dengan pengamen yang kedua: perempuan 30-an tahun bertubuh agak gemuk.

Baca halaman selanjutnya…

Orang sepuh disumpahi bisu, orang tidur disumpahi “picek” oleh pengamen perempuan

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2025 oleh

Tags: magelangPengamenpengamen buspilihan redaksiterminal magelangTerminal Tidar
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Curhat dan ziarah di makam ibu, tempat terbaik pulang tanpa penghakiman MOJOK.CO
Sehari-hari

Curhat di Makam Ibu Dianggap Lebay dan Sia-sia, Tapi Jadi Tempat Pulang Terbaik yang Penuh Makna dan Rasa Lega

5 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO
Urban

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Riset, Peneliti, Guru Besar Abal-Abal.MOJOK.CO
Sekolahan

Sekte “Pemuja Kargo” di Ekosistem Kampus Indonesia yang Mencetak Peneliti Palsu dan Ilmuwan Abal-Abal

3 Juni 2026
Adegan horor tiap awal bulan di kehidupan dewasa. Gajian ludes seketika karena kebutuhan MOJOK.CO
Urban

Awal Bulan di Kehidupan Dewasa Itu Horor: Setelah Gajian Gaji Langsung Ludes di Kalkulator

2 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Pengalaman Kuliah di Polandia, Eropa Sambil Jadi Tour Guide. MOJOK.CO

Pengalaman Kuliah di Eropa Sambil Jadi Tour Guide bikin Enggan Kembali ke Tanah Air, tapi Tak Ada Jalan Lain Selain Pulang

4 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Hasil riset FEB UGM: workaholic alias kera berlebihan tidak selalu merusak kebahagiaan MOJOK.CO

Riset: Kerja Berlebihan (Workaholic) Tidak Selalu Merusak Kebahagiaan, Asalkan Dapat 2 Situasi Ini di Lingkungan Kerja

6 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.