Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Catatan

Bagi Ibu, Tak Apa Membayar Tiket Mahal untuk Mudik demi Bisa Kumpul Bersama “Anak Kecilnya” yang Berjuang di Perantauan

Shofiatunnisa Azizah oleh Shofiatunnisa Azizah
5 Maret 2026
A A
Potret kasih sayang keluarga (ayah, ibu, dan anak) dalam momen mudik Lebaran (Mojok.co/Ega Fansuri)

Potret kasih sayang keluarga (ayah, ibu, dan anak) dalam momen mudik Lebaran (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Karena itulah, penting untuk tetap terhubung dalam segala waktu. Juga, untuk tetap memanfaatkan kesempatan berkumpul keluarga dalam satu momen Lebaran, meskipun hanya sebentar dan harus membayar berkali-kali lipat dengan materiil.

Tanggung jawab orang tua kepada anak saat Lebaran

Sebagai ibu yang memiliki anak, Debbie sendiri harus bisa menghadirkan suasana “rumah” di mana pun mereka berada. 

“Jujur, sebagai ibu, pasti ingin dia tetap pulang atau mudik saat Lebaran. Rasanya nggak tega aja kalau dia sendirian di tanah rantau,” katanya.

Namun, Debbie mencoba realistis. Alih-alih memaksa sang anak mudik, ia tentu melihat kondisi sang anak. Pertama, bisa atau tidak dia mudik. Kedua, ingin atau tidak dia mudik.

Guna menciptakan suasana rumah yang pas pada anak, Debbie berusaha “hadir” di momen Lebaran. Misal, mengirimkan kue atau aktivitas lain yang biasanya mereka lakukan saat di rumah. Tujuannya sederhana, agar peluk hangat keluarga dari rumah juga sampai ke tempat anaknya berada.

“Kalau ternyata nggak memungkinkan dia mudik dan kami juga nggak bisa nyamperin karena kondisi ekonomi lagi nggak ideal, ya aku akan wujudkan suasana Lebaran ke dia,” ucap Debbie.

Namun bagaimanapun, Debbie tetap memprioritaskan kepulangan anaknya, berapapun biaya yang harus dibayarkan. Mengembalikan uang bukan lagi kendala baginya, sebab ia sadar momen kebersamaan lebih penting dari sekadar materiil.

“Tapi selama aku dan suami mampu, dan anaknya mau pulang, aku pasti biayain. Atau kami yang datang,” katanya.

Lebih dari itu, ini bukan hanya perkara mudik saat Lebaran. Menurutnya, anak akan selalu menjadi tanggung jawab orang tua sampai pada waktu tertentu. Oleh karena itu, selama anaknya masih menjadi tanggung jawabnya, memastikan anak tidak merasakan “sendirian” di hari kumpul keluarga juga menjadi tanggungannya.

“Karena selama dia masih tanggung jawab orang tua, apalagi anak perempuan, aku merasa kami memang harus siap secara finansial. Kuncinya ya itu, aku dan suami harus disiplin saving dari sekarang,” jelasnya.

“Intinya bukan soal tiketnya, tapi soal memastikan dia nggak pernah merasa sendirian,” pungkas Debbie.

Penulis: Shofiatunnisa Azizah

Editor: Aisyah Amira Wakang

BACA JUGA: Orang Tua yang Menua adalah Ketakutan Terbesar Anak, meski Kita Menolak Menyadarinya atau artikel liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 6 Maret 2026 oleh

Tags: alasan tidak mudik lebaranhari raya idul fitriIdul Fitrikumpul keluargaLebaranlebaran bersama ibulebaran bersama orang tuaMudikmudik 2026mudik lebaranpilihan redaksitiket mudiktiket pesawat
Shofiatunnisa Azizah

Shofiatunnisa Azizah

Artikel Terkait

Kos dekat kampus lebih baik bagi mahasiswa
Sehari-hari

4 Tipe Teman yang Sebaiknya Dilarang Menginap di Kos Kita: dari yang Cuma “Modal Nyawa”, hingga Teman Jorok tapi Tak Sadar Kalau Dia Jorok

6 Mei 2026
Gaji Dosen Belum Sejahtera, Sekarang Prodinya Mau Ditutup Pula. Negara Ini Sebetulnya Mau Apa? MOJOK.CO
Esai

Gaji Dosen Belum Sejahtera, Sekarang Prodinya Mau Ditutup Pula. Negara Ini Sebetulnya Mau Apa?

6 Mei 2026
Kos di Jogja, kos campur.MOJOK.CO
Urban

Tinggal di Kos Campur: Lebih Murah dan Layak, tapi Harus Kuat dengan Kelakuan Minus Penghuninya, Jorok dan Berisik

5 Mei 2026
Semester 5 kuliah: Masa paling overthinking kepikiran ortu dan masa depan, percuma cari pelarian MOJOK.CO
Catatan

Semester 5 Kuliah: Masa paling Overthinking bagi Mahasiswa karena Kepikiran Ortu dan Masa Depan, Percuma Cari Pelarian

5 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ciri orang toxic yang harus di cut off. MOJOK.CO

5 Ciri Orang Toxic yang Wajib di-Cut Off: Teman Manipulatif dan Bodo Amat dengan Kondisi Kita

6 Mei 2026
Punya teman kos NPD alias narsistik menguras energi dan memuakkan MOJOK.CO

Satu Kos sama Teman NPD alias Narsistik bikin Muak: Pusat Masalah tapi Tak Tahu Diri, Merasa Benar Sendiri dan Ogah Introspeksi

6 Mei 2026
Hidup anak perempuan pertama dibebankan ekspektasi orang tua

Anak Perempuan Pertama di Keluarga Korbankan Kebebasan Masa Muda demi Penuhi Tuntutan Jadi Orang Tua untuk Adik, padahal “Sengsara” Sendirian

3 Mei 2026
Kuliah menjadi mahasiswa di PTN PTS Malang bikin merasa tersesat karena fenomena menginapkan pacar di kos hingga kumpul kebo MOJOK.CO

Kuliah di Malang karena Label Kota Pelajar: Berujung “Tersesat” karena Menormalkan Perilaku Tak Wajar Mahasiswa

4 Mei 2026
pekerja perempuan.MOJOK.CO

Dilema Pekerja Perempuan: Upah Murah “Dilegalkan”, Sementara Biaya Daycare Tak Terjangkau

1 Mei 2026
Beasiswa MEXT U to U di Jepang lebih menguntungkan daripada LPDP. MOJOK.CO

Tolak Daftar LPDP untuk Kuliah di LN karena Beasiswa MEXT U to U di Jepang Lebih Menguntungkan, Tak Menuntut Kontribusi Balik

6 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.