Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan

Bebek Goreng Pak Umar Plenteng Bantul dan Rezeki yang tak Tertukar

Agung Purwandono oleh Agung Purwandono
9 Mei 2021
A A
Menu bebek goreng Pak Umar Plenteng

Menu bebek goreng Pak Umar Plenteng

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Bebek Goreng Pak Umar Plenteng Bantul bisa jadi jujugan kuliner di libur lebaran tahun ini di Yogyakarta. Meski jauh dari pusat kota, cita rasa yang ditawarkan membuat tak sia-sia datang ke tempat yang tak jauh dari Pantai Samas di selatan Bantul.

**

Salah satu kebiasaan saya yang jauh berkurang saat pandemi ini adalah motoran tanpa tujuan. Biasanya tanpa rencana alias spontan, melewati tempat dengan aneka pepohonan atau persawahan. Aturannya cuma satu, pastikan bahan bakar motor penuh, itu pasti aman.

Sore itu terlintas untuk menyusuri pinggiran Kali Progo dari arah Sedayu ke arah selatan tembus ke Jalan Brosot, kemudian menyebarangi jembatan Kali Progo, Srandakan. Cukup menggunakan panduan Google Maps, perjalanan diarahkan melewati Jalan Pandansimo yang mengarah ke pantai. Selanjutnya akan diarahkan melewati Jalan Samas – Kuwaru sebelum tembus ke Kretek Abang di Jalan Bantul – Samas.

Bebek Pak Umar Plenteng, berawal dari pulang kampung

Sampai di sini baru terpikir jelas finish dari perjalanan motoran sore itu. Bebek Pak Umar Plenteng atau ada juga yang menyebutkan Bebek Plenteng. Sejak buka di akhir tahun 90-an, bebek ini tetap bertahan dengan cita rasanya. Bumbunya tidak aneh-aneh, dagingnya empuk. Dulu saya menikmatinya kalau sedang ada liputan di selatan Bantul.

Awalnya, lokasi bebek goreng ini di sekitar Kretek Abang atau sebutan untuk jembatan merah di Jalan Samas, Sanden. Sekarang Bebek Pak Umar Plenteng sudah pindah lebih ke selatan. Kalau datang dari arah Kota Bantul, tinggal ikuti jalan raya ke arah selatan atau menuju pantai Samas. Sekitar dua kilometer sebelum pantai ada jalan masuk ke kiri atau timur. Sekitar 150 meter, lokasi warung Bebek Goreng Pak Umar Plenteng sudah nampak di rimbunnya pepohonan.

Selain Pantai Samas, lokasi warung makan Bebek Pak Umar Plenteng juga tak jauh dari destinasi wisata Goa Cemara. Rimbunnya pepohonan cemara yang tajuknya saling beradu sehingga menyerupai goa, cocok jadi tempat pengambilan foto.

Saya datang belum terlalu sore, sehingga suasana masih agak leluasa untuk ngobrol dengan Umaryadi (63) selaku pemilik warung. Pak Umar bercerita, di akhir tahun 90-an ia memutuskan untuk mengundurkan sebagai pesuruh di sebuah kampus perguruan tinggi swast di Jakata. Kebutuhan hidup yang semakin mahal membuatnya memutuskan untuk pulang kampung di Srigading, Bantul Yogyakarta.

Awalnya ia bertani bawang merah, seperti kebanyakan tetangganya di kawasan selatan Kabupaten Bantul, tak jauh dari pantai Samas. Namun, ia menyimpan keinginan membuka warung makan sederhana seperti yang ia lihat di Jakarta. “Di Jakarta saya amati warung penyetan atau pecel lele itu bisa hidup, saya sering makan di sana dan enak,” katanya saat menceritakan awal muda ketemu ide buka warung makan.

Dari beberapa pertimbangan, ia kemudian membuka kuliner bebek, menthok  dan ayam goreng. Rupanya rezeki Pak Umar dan keluarga memang ada di warung ini. Setelah buka, warungnya terus kebanjiran pengunjung karena cita rasanya.

Pak Umar dengan bebek dan menthok yang siap digoreng
Pak Umar dengan bebek dan menthok yang siap digoreng. Foto oleh Agung P/Mojok.co

“Istri saya pintar masak, bumbunya dia yang buat. Bumbu sederhana sebenarnya mulai kunir, jahe, sereh, dan laos, nggak pakai penyedap,” kata Pak Umar.

Promosi dari mulut ke mulut

Meski jauh dari pusat kota, Bebek Goreng Pak Umar Plenteng tersohor bukan hanya orang-orang di seputaran Bantul saja. Di hari-hari libur sebelum pandemi, banyak orang dari luar kota yang berburu kuliner di tempat ini.  “Langganan saya banyak dari luar kota, dari Jakarta, pokoknya dulu kalau musim liburan itu banyak,”kata Pak Umar.

Iklan

Ketika era sosial media belum sekencang sekarang, Bebek Pak Umar Plenteng terbantu oleh promosi dari mulut ke mulut langganannya yang datang ke warungnya. Apalagi warungnya juga ditayangkan di beberapa stasiun televisi yang kemudian mengundang orang-orang dari luar kota berdatangan.

Saya yang datang sore hari di pertengahan April lalu menjumpi Endro (48) warga Purwomartani, Kalasan, Kabupaten Sleman yang datang bersama istrinya Nuri (40). “Saya sudah beberapakali datang makan di sini, karena memang rasanya enak jadi ingin berbuka di sini,” ujar Endro.

Pak Umar, tahu bagaimana mengolah bebek agar tidak bau dan dagingnya empuk. Setidaknya ada tiga menu pokok di tempat ini yaitu bebek goreng, menthok dan ayam kampung goreng. Ada juga menu yang harus dipesan sehari  sebelumnya yaitu menu berbahan kalkun yang bisa dipesan dalam bentuk rica-rica atau digoreng.

Menurut Pak Umar, ia sempat membuka cabang di Kota Yogya dekat dengan Pasar Ketela, Karangkajen, namun ia tutup karena mempertimbangkan biaya operasional, terutama biaya sewa tempat.

Bertahan agar daput tetap ngebul

Sekarang di masa pandemi, setiap hari rata-rata ia menghabiskan 25 ekor bebak dan menthok  dan ayam. Memang jauh dari sebelum masa pandemi. Namun, seberapun itu, tetap ia syukuri meski harus iyak-iyuk dengan operasional yang cukup tinggi. Terpenting dapur keluarga dan 8 karyawannya masih bisa ngebul.

Usahanya sempat mengalami guncangan saat terjadi gempa bumi yang melanda Yogyakarta. Pusat gempa yang ada di Bantul membuat tempat usahanya porak-poranda. Apalagi saat itu untuk membangun usahanya ia meminjam uang dari bank.

Namun, seiring waktu usahanya kembali berjaya. Usaha bebek gorengnya juga lebih dikenal. Bukan hanya hutangnya lunas, ia juga bisa membeli tanah untuk memperluas usaha. Bapak empat anak ini kini hanya berharap usahanya masih bisa berjalan dan menghidupi keluarga dan karyawannya.

Pak Umar juga tidak iri di sekitarnya kini sudah ada orang lain yang juga menjual menu bebek goreng seperti dirinya. Penjual yang dulunya belajar padanya itu kini juga selalu ramai pengunjung.

“Rezeki asal sedikit yang penting mengalir. Yang Maha Kuasa itu nggak akan keliru ngasih rezeki masing-masing,” kata Pak Umar mengakhiri.

BACA JUGA Seekor Anjing Bernama Jaki dan Homestay Omah Noto Plankton yang Dibayar dengan Keikhlasan dan liputan menarik lainnya di rubrik SUSUL.

 

Terakhir diperbarui pada 9 Mei 2021 oleh

Tags: ayam gorengbebek gorengbebek goreng pak umar plentengikanKulinerKuliner Jogjakulineran jogjasamas
Agung Purwandono

Agung Purwandono

Jurnalis di Mojok.co, suka bercocok tanam.

Artikel Terkait

Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, Istri Bahagia dan Rumah Idaman jadi Tujuan MOJOK.CO
Kuliner

Kisah Pegawai Bank Jualan Mie Ayam Malam Hari, demi Istri Bahagia dan Rumah Idaman

21 Mei 2026
Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin MOJK.CO
Esai

Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin

8 Mei 2026
usaha mie ayam wonogiri.MOJOK.CO
Kuliner

Buka Usaha di Luar Pulau Jawa Kerap Gagal Bukan karena Klenik “Dikerjain” Akamsi, Ada Faktor Lain yang Lebih Masuk Akal

6 Mei 2026
3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak (Unsplash)
Pojokan

3 Ciri Nasi Goreng di Jogja yang Biasanya Nggak Enak: Cobain, deh, Kalau Kamu Nggak Percaya

22 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Dhia Hana Putri Saraswati mahasiswa Umsura dan Unair. MOJOK.CO

Kena Mental Kuliah di Umsura dan Unair Sekaligus, Puluhan Kali Ingin Menyerah tapi Kuat karena Ajaran Muhammadiyah

5 Juni 2026
Dompet digital selamatkan pedagang UMKM. MOJOK.CO

4 Kiat Pedagang Es Campur dan Roti Kukus yang Tetap Laris di Tengah Situasi Pelik

3 Juni 2026
Syifa, WNI yang kuliah di Jagiellonian University, Krakow, Polandia, Eropa. MOJOK.CO

Nekat Daftar Beasiswa Luar Negeri ke Kampus “Kurang Terkenal”, Kini Bisa Keliling Eropa dengan Gaji yang Bikin Sumringah

8 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
Rasyiid, mahasiswa penerima Beasiswa KIP Kuliah UMSURA yang sisihkan uang untuk modal usaha MOJOK.CO

Sisihkan Uang Beasiswa KIP Kuliah buat Modal Usaha, Kuliah Sambil Topang Ekonomi Keluarga hingga bikin Ibu Bangga

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.