Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Stadion GBT Punya 1 Cela yang Bikin Surabaya Jadi Sorotan Minor Media Asing, 14 Tahun Jadi Rasan-rasan tapi Belum Ada Solusi Jangka Panjang?

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
17 Juli 2024
A A
Stadion GBT Surabaya Bau Sampah hingga Kena Sindir Media Asing Jelang AFF U-19 MOJOK.CO

Ilustrasi - Stadion GBT Surabaya jadi sorotan asing gara-gara bau sampah jelang AFF U-19. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) seolah tak lepas dari sorotan minor. Selain persoalan aksesabilitas, satu hal yang hampir setiap momen jadi sorotan dari stadion milik Surabaya itu adalah masalah bau sampah. Bahkan media asing pun tak luput menyinggung kondisi tersebut menjelang perhelatan AFF U-19.

***

Stadion GBT Surabaya terpilih sebagai venue untuk gelaran Piala AFF U-19—selain Stadion Gelora 10 November—yang akan berlangsung Rabu (17/7/2024) hingga Senin (29/7/2024), menjadi markas bagi Timnas Indonesia yang akan bersaing di Grup A bersama Filipina, Kamboja, dan Timor Leste.

Namun, beberapa hari sebelumnya—menjelang laga perdana malam nanti—stadion yang juga menjadi kandang bagi Persebaya tersebut menuai sorotan tajam nan minor dari salah satu media Vitenam, Soha.vn.

Stadion GBT Surabaya bau sampah jadi sorotan sejak lama

“Lokasinya bersebelahan dengan tempat pembuangan sampah (Kecamatan Benowo) yang sangat besar, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi tim peserta,” tulis Soha.vn dalam versi bahasa Indonesia.

Lebih lanjut, Soha.vn bahkan berani menyebut kalau bau sampah kerap kali tertiup angin hingga menguar di dalam stadion. Hal tersebut, tulis Soha.vn, tentu sangat mengganggu khususnya bagi para pemain di lapangan.

Stadion GBT Surabaya Bau Sampah hingga Kena Sindir Media Asing Jelang AFF U-19 MOJOK.CO
Stadion GBT Surabaya dekat dengan TPA sehingga kerap terganggu bau sampah. (Dok. Pemkot Surabaya)

Tak sampai di situ, Soha.vn juga menyinggung soal penanganan bau busuk sampah dari Pemkot Surabaya dalam gelaran Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 lalu. Di mana saat itu Pemkot mencoba mengatasi bau sampah di area stadion dengan menutup tempat pembuangan sampah hingga menyemprotkan bahan kimia.

“Tapi rencana itu tidak efektif. Para pemain main di babak kualifikasi sambil mengeluhkan polusi udara,” sebut Soha.vn.

Stadion GBT agaknya memang lekat dengan masalah bau sampah. Bagaimana tidak, lokasinya sendiri hanya beberapa ratus meter saja dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kecamatan Benowo. Itulah kenapa pilihan membangun stadion di Benowo dulu sempat menuai kritik dari beberapa pihak, menimbang masalah bau sampah serta aksesabilitas karena jauh dari pusat Kota Pahlawan.

Kini sudah sekitar 14 tahun sejak stadion itu berdiri. Tapi masalah tersebut masih terus jadi bahan rasan-rasan.

Suporter berjibaku dengan jarak dan bau sampah

Di penghujung Juni 2024 lalu, saya sempat berbincang dengan Ardana (25) daam sebuah forum di Jogja. Mengetahui saya sempat hampir tujuh tahun di Surabaya, ia menawari saya untuk ikut ke Surabaya dalam helatan Piala AFF U-19. Maklum, ternyata ia adalah suporter Timnas Indonesia.

Selain diskusi soal peluang Timnas jadi juara, Ardana lantas memberi pandangannya soal Stadion GBT. Karena ia pun ternyata sudah beberapa kali bertandang ke sana untuk menonton langsung beberapa laga Timnas Indonesia.

“Heranku, kok stadion utama malah ada di tengah tambak dan jauh dari pusat kota. Kalau orang luar daerah baru pertama kali mau nonton, pasti bingung aksesnya gimana,” tutur Ardana waktu itu.

“Sebenarnya sudah baca-baca juga kalau GBT dekat TPA. Tapi waktu ke sana, kalau di dalam stadion sih jarang kecium. Ya sesekali ajamak sleng baunya. Kalau di area luar mungkin masih kecium,” sambung Ardana.

Iklan

Kendati begitu, secara fasilitas stadion tersebut menurut Ardana cukup memadai. Itulah kenapa ia tak terlalu mempersoalkan masalah jarak dan bau sampah. Ia akan tetap datang ke sana jika memang jadi venue pertandingan Timnas Indonesia.

“Cuma kalau akhirnya jadi sorotan media asing, sepertinya memang perlu ada penanganan serius dan bersifat jangka panjang. Nggak hanya jangka pendek waktu event berlangsung saja. Demi nama baik Surabaya dan Indonesia juga kan akhirnya,” imbuhnya saat saya hubungi lagi Rabu, (17/7/2024) pagi WIB.

Baca halaman selanjutnya…

Eri Cahyadi berbuat apa?

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2024 oleh

Tags: AFFaff u-19benowoGBTgelora 10 novemberpembuangan sampah benowopiala aff u-19stadion di surabayastadion gbtstadion gelora bung tomoSurabayatpa benowo
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Mie ayam surabaya untuk quality time. MOJOK.CO
Urban

Makan Mie Ayam, “Quality Time” Orang Surabaya dan Balas Dendam Terbaik untuk Melampiaskan Getirnya Hidup

25 Februari 2026
Honda Scoopy membawa maut saat dipakai mudik Surabaya ke Lumajang. MOJOK.CO
Sehari-hari

Alasan Saya Bertahan Pakai Honda Scoopy untuk Mudik Surabaya-Lumajang, meski Tertipu dengan Tampang dan “Fitur” Biasa Saja yang Menyiksa

25 Februari 2026
Pekerja gila Surabaya yang melamun di Danau UNESA. MOJOK.CO
Urban

Danau UNESA, Tempat Pelarian Pekerja Surabaya Gaji Pas-pasan dan Gila Kerja. Kuat Bertahan Hanya dengan Melamun

24 Februari 2026
Siksaan naik bus ekonomi Surabaya Semarang seperti Indonesia dan Sinar Mandiri MOJOK.CO
Catatan

Siksaan di Bus Ekonomi Rute Surabaya Semarang bikin Frustrasi dan Kapok Naik Lagi: Murah tapi Harus Pasrah Jadi “Ikan Pindang” Sepanjang Jalan

22 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

orang tua.MOJOK.CO

35 Tahun Bekerja Keras demi Anak, tapi Kesepian di Masa Tua karena Dianggap Tak Pernah Hadir untuk Keluarga

24 Februari 2026
Innova Reborn Terlahir Jadi Mobilnya Orang Bodoh dan Pemalas (Wikimedia Commons)

Bapak Rela Jual Tanah demi Membeli Innova Reborn Setelah Tahu Bahwa Reborn Bukan Sekadar Mobil Terbaik 2025, tapi Investasi yang Nggak Bisa Rugi

25 Februari 2026
Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia MOJOK.CO

Destinasi Baru Wisata Jogja: Dari Klitih hingga Perang Sarung, Harusnya Masuk Wonderful Indonesia

23 Februari 2026
Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa MOJOK.CO

Bertahun-tahun Jadi User Motor Matic, Memilih Beralih ke Honda Revo yang Nggak “Good Looking” demi Selamatkan Dompet dan Nyawa

24 Februari 2026
Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Meme yang Viral Itu Mojok.co

Saya Nonmuslim dan Gemar War Takjil seperti Banyak Meme yang Viral Itu

23 Februari 2026
Upaya 1 tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kerja untuk warga, apa hasilnya? MOJOK.CO

Upaya 1 Tahun Pemkot Semarang Bekerja untuk Warga di Tengah Ragam Tantangan dan Keterbatasan, Apa Hasilnya?

23 Februari 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

Prof. Al Makin: Filsafat sebagai Seni Bertanya dan Jalan Melawan Kemiskinan Nalar

25 Februari 2026
Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

Konservasi Muria: Menjaga Hutan Tanpa Memiskinkan Warga

23 Februari 2026
Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

Zine Subversif: Ar Risalah dan Masjid yang Pernah Ditakuti Negara

21 Februari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.