Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
    • Bidikan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Iuran Sampah di Pasar Condongcatur Sleman bikin Pedagang Tombok, Bayar Terus tapi Pemkab Ogah Urus

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
7 November 2024
A A
Retribusi sampah bikin kesal pedagang Pasar Condongcatur, Sleman MOJOK.CO

Ilustrasi - Retribusi sampah bikin kesal pedagang Pasar Condongcatur, Sleman. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Retribusi sampah di Pasar Condongcatur, Sleman, membuat para pedagang kesal batin sekaligus tombok. Pasalnya, gara-gara retribusi yang bermasalah tersebut, para pedagang harus mengeluarkan iuran dua kali dengan jumlah yang cukup besar.

***

Kunjungan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Sleman nomor urut 2, Danang Maharsa, ke Pasar Condongcatur menjadi kesempatan bagi para pedagang untuk menyampaikan keluh kesah mereka.

Rombongan Danang tiba di lokasi pada Kamis (7/11/2024) sekitar pukul 07.35 WIB. Pasangan Harda Kiswaya itu langsung menyambangi satu persatu lapak pedagang.

Agenda utama Danang sebenarnya untuk melakukan penyemprotan pada tempat pembuangan sampah (TPS) di sisi belakang Pasar Condongcatur, Sleman. Agar baunya tidak menguar dan mengganggu para pedagang di sekitar lokasi.

Namun, sepanjang lorong pasar, nyaris semua pedagang mengeluhkan satu hal yang sama pada Danang. Yakni, persoalan retribusi sampah yang dinilai bermasalah.

Retribusi sampah bikin kesal pedagang Pasar Condongcatur, Sleman MOJOK.CO
Danang Maharsa saat mengunjungi Pasar Condongcatur, Sleman. (Aly Reza/Mojok.co)

Bayar iuran sampah, tapi sampah disuruh bawa pulang sendiri 

“Kami ini kan retribusi ditarik terus, Mas. Tiap bulan naik terus. Sekarang tarikannya sampai Rp58 ribu. Sementara sampahnya kami disuruh bawa pulang sendiri,” ujar Trinarti (30), salah satu pedagang daging ayam potong.

“Wong sampah bayar kok sampahnya disuruh bawa pulang sendiri,” begitu sahut pedagang-pedagang lain yang juga menyimak keluhan Trinarti.

“Itu uangnya (retribusi) terus ke mana? Kalau sampah nggak diurus, kalau kami bawa pulang sampah sendiri-sendiri, ya uangnya dikembalikan ke kami,” timpal pedagang lain lagi.

Situasi tersebut membuat pedagang Pasar Condongcatur, Sleman, harus mengeluarkan uang dua kali. Sebab, jika sampah dibawa pulang dan dibuang di TPS sekitar tempat tinggal mereka, maka mereka harus membayar iuran kebersihan lagi sebesar Rp100 ribu. Sementara mereka tetap berkewajiban setor retribusi untuk pasar.

Sengkarut yang bikin kesal pedagang Pasar Condongcatur, Sleman MOJOK.CO
Danang Maharsa mendengar keluhan dari para pedagang. (Aly Reza/Mojok.co)

“Harapan kami, kalau memang tetap bayar retribusi, sampahnya ya beh dibuang di sini (TPS pasar). Kalau sampah dibawa pulang sendiri, masa kami harus bayar terus?,” begitu lah harapan dari pedagang lain, Sundari (40).

TPS Pasar Condongcatur Sleman yang tergembok

Danang lantas menuju area belakang Pasar Condongcatur, Sleman, lokasi TPS berada. Namun, kondisi TPS tergembok.

“Instruksi dari dinas (Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Sleman) harus ditutup kayak gini. Karena kemarin-kemarin kalau nggak ditutup, itu banyak orang luar buang sampah di sini,” tutur Yos (40), mewakili pihak kebersihan Pasar Condongcatur, Sleman.

“Padahal ini TPS khusus untuk pedagang pasar,” sambungnya saat dihampiri Danang.

Iklan
Sengkarut yang bikin kesal pedagang Pasar Condongcatur, Sleman MOJOK.CO
Danang Maharsa saat mengecek TPS yang tergembok. (Aly Reza/Mojok.co)

Danang lantas langsung menelepon pihak dinas terkait. Tak lama kemudian, TPS yang sudah lama tutup itu dibuka oleh Yos. Danang dan rombongannya lalu menyemprotkan cairan untuk menghilangkan bau sampah di TPS.

Cairan itu berfungsi, jika kelak TPS sudah penuh sampah tapi belum terangkut, paling tidak baunya tidak menguar dan mengganggu pedagang di sekitar TPS.

Menanti solusi untuk pedagang Pasar Condongcatur Sleman

Atas persoalan tersebut, Cawabup Sleman nomor urut 2 itu berkomitmen untuk segera membereskannya jika nanti terpilih menjadi Bupati Sleman.

Penanganan akan berfokus pada pengelolaan sampah yang tepat hingga penyelesaian masalah retribusi, sehingga para pedagang tidak lagi merasa terbebani. Danang menegaskan, dia dan Harda punya komitmen besar untuk mewujudkan “Sleman Tuntas Sampah”.

Sengkarut yang bikin kesal pedagang Pasar Condongcatur, Sleman MOJOK.CO
Penyemprotan TPS di Pasar Condongcatur, Sleman. (Aly Reza/Mojok.co)

“Ini nanti nggak cuma di Pasar Condongcatur, masalah sampah di seluruh Sleman akan kami cari solusinya, kami akan komunikasi dengan dinas-dinas terkait untuk menemukan jalan keluar terbaik. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” tegas Danang.

Danang menutup kunjungannya dengan sarapan di sebuah warung makan yang nyempil di salah satu sudut Pasar Condongcatur, Sleman. Di sana, dia mencatat berbagai aduan pedagang dan masyarakat. Catatan itu, kata Danang, akan dia rumuskan menjadi kebijakan yang berpihak pada masyarakat Sleman.

“Salah satunya tadi ada pedagang yang cerita takut pasar akan kalah saing dengan pusat belanja modern. Tapi menurut saya pasar akan tetap beroperasi dengan segmennya sendiri,” ucap Danang.

Di antara yang bisa dilakukan agar pasar tradisional tak kehilangan peminat yakni bagaimana menjaga kebersihan pasar (termasuk di dalamnya manajemen pengelolaan sampah) hingga menjaga stabilitas harga di pasar.

Pada momen kunjungan Danang itu, para pedagang di Pasar Condongcatur, Sleman, memang tak segan menyampaikan uneg-uneg mereka dengan leluasa. Mereka menginginkan kebijakan yang berpihak kepada orang-orang kecil seperti mereka.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Sukamto Vs Danang Maharsa, Siapa Paling Serius Naikkan Gaji Guru Honorer di Sleman?

Ikuti artikel dan berita Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 7 November 2024 oleh

Tags: danang maharsaharda danangpasar condongcaturpasar condongcatur slemanpilkada slemansampah slemansleman
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Dari keterangan Polresta Yogyakarta: Kantor scammer berbasis love scam di Gito Gati, Sleman, raup omzet puluhan miliar perbulan MOJOK.CO
Aktual

Kantor Scammer Gito Gati Sleman: Punya 200 Karyawan, Korbannya Lintas Negara, dan Raup Rp30 Miliar Lebih Perbulan dari Konten Porno

7 Januari 2026
Slow Living Frugal Living di Desa Memang Omong Kosong (Unsplash)
Pojokan

Slow Living dan Frugal Living di Desa Memang Omong Kosong, Apalagi Kalau Kamu Cuma Buruh Rendahan dan Gajimu Mengenaskan

4 Januari 2026
Pelaku UMKM di sekitar Prambanan mengikuti pelatihan. MOJOK.CO
Ekonomi

Senyum Pelaku UMKM di Sekitar Candi Prambanan Saat Belajar Bareng di Pelatihan IDM, Berharap Bisa Naik Kelas dan Berkontribusi Lebih

3 Desember 2025
Bedog Arts Fest 2025 Mojok.co
Kilas

Bedog Arts Fest 2025: Perayaan Seni Kerakyatan, Lingkungan, dan Semangat Keberlanjutan

19 Oktober 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

InJourney salurkan bantuan pascabencana Sumatra. MOJOK.CO

Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM

17 Januari 2026
Derita perempuan saat naik transportasi umum di Jakarta, baik KRL maupun TransJakarta MOJOK.CO

Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan

17 Januari 2026
Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa. MOJOK.CO

Kisah Wisudawan Terbaik ITB, Berhasil Selesaikan Kuliah S2 dari Ketertarikan Menyusuri Kampung Tua di Pulau Jawa

12 Januari 2026
nongkrong di kafe, jakarta selatan.MOJOK.CO

Nongkrong Sendirian di Kafe Menjadi “Budaya” Baru Anak Muda Jaksel Untuk Menjaga Kewarasan

14 Januari 2026
Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas, Pemutar Ekonomi Bangsa MOJOK.CO

Mitsubishi L300: Simbol Maskulinitas Abadi yang Menolak Fitur Keselamatan demi Memutar Ekonomi Bangsa

13 Januari 2026

Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam

19 Januari 2026

Video Terbaru

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

Air dari Perut Bumi: Goa Jomblang dan Perubahan Hidup Warga Gendayaan

18 Januari 2026
Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

Bob Sadoni dan Hidup yang Terlalu Serius untuk Tidak Ditertawakan

13 Januari 2026
Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

Elang Jawa dan Cerita Panjang Kelestarian yang Dipertaruhkan

11 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.