Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Muhammadiyah Sebenarnya Tak Butuh Tambang seperti PBNU, tapi Tetap Ambil karena Beda Cara Mengelola

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
28 Juli 2024
A A
Muhammadiyah Putuskan Ambil Izin Tambang seperti PBNU dengan Beberapa Jaminan MOJOK.CO

Ilustrasi - Muhammadiyah ambil izin tambang seperti PBNU tapi dengan beberapa jaminan. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi memutuskan untuk menerima izin tambang menyusul PBNU. Meski begitu, PP Muhammadiyah memberi sejumlah jaminan dalam proses pengelolaannya nanti. Termasuk jaminan untuk mengembalikan izin tersebut kepada Pemerintah.

Selama dua hari (28-29 Juli 2024), PP Muhammadiyah menggelar Konsolidasi Nasional Muhammadiyah di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta. Konsolidasi diikuti oleh Pimpinan Pusat, organisasi otonom tingkat pusat, pengurus wilayah seluruh Indonsia, majelis dan lembaga tingkat pusat, pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah, hingga pimpinan rumah sakit Muhammadiyah.

Iklan

Ada 10 poin yang menjadi pembahasan dalam konsolidasi tersebut. Satu di antaranya tentu persoalan tambang yang dalam konsolidasi ini memiliki lampiran khusus.

Muhammadiyah sudah mengkaji tambang secara matang

Dalam sambutannya, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, dalam dua bulan terakhir sejak turun izin tambang untuk ormas dari Pemerintah, Persyarikatan langsung melakukan kajian secara serius dan mendalam.

“Khusus tentang tambang, sebagaimana karakter kami, ketika ada tawaran resmi, tidak serta merta menerima tapi juga tidak serta merta langsung menolak,” ujar Haedar dalam konferensi pers di Unisa, Minggu (28/7/2024) siang WIB.

“Karena kami punya prinsip bertindak harus berdasarkan ilmu sesuai yang diajarkan Islam, juga berbasis pada pemikiran-pemikiran Muhammadiyah yang kita popularisasikan berbasis pandangan Islam Berkemajuan, serta juga melihat berbagai konteks kehidupan baik di tingkat lokal maupun nasional,” sambungnya.

Itulah kenapa ketika PBNU langsung menerima, Muhammadiyah memberi penekanan bahwa pihaknya tak mau tergesa-gesa. Hal itu, kata Haedar, juga menujukkan kalau Persyarikatan memandang tambang sebagai persoalan serius. Sehingga tidak mau terkesan ikut-ikutan.

Haedar menyadari bahwa dalam prosesnya ada pro dan kontra. Karena masalah tambang nantinya akan menyangkut masalah lingkungan hidup, masalah yang menyangkut masyarakat di lingkungan tambang, juga potensi problem lain.

Namun, Haedar menjamin beberapa hal terkait bagaimana proses Persyarikatan dalam mengelola tambang nantinya.

Alam untuk dikelola, tapi tidak untuk dirusak

Satu alasan kenapa Muhammadiyah mantap menerima izin tambang adalah karena pada prinsipnya sumber daya alam—minerba, hutan, perkebunan, hingga perikanan—memang merupakan anugerah dari Allah Swt yang harus dikelola.

“Kami ingin punya role model pengelolaan tambang yang tidak merusak lingkungan dan menimbulkan konflik disparitas sosial,” tutur Haedar.

“Sebaliknya, kami ingin pengelolaan tambang yang pro kesejahteraan sosial dan pro lingkungan hidup,” tegasnya.

Haedar mengakui bahwa mengelola tambang tentu bukan perkara mudah. Meski begitu, ia melihatnya sebagai tantangan agar bagaimana Persyarikatan bisa bertanggungjawab dalam memanfaatkan izin tambang tersebut.

Iklan

Ia juga memastikan akan mengelolanya dengan seksama: meminimalisir hal-hal problematik seperti kerusakan lingkungan hingga konflik sosial.

Muhammadiyah akan berhenti kelola tambang, jika…

Sebelum sampai pada keputusan final mengambil izin tambang seperti PBNU, Haedar menyebut bahwa dalam mengkaji ia juga melibatkan pihak-pihak profesional. Mulai dari akademisi hingga ahli pertambangan.

PP Muhammadiyah lalu membentuk tim pengelolaan tambang yang diketuai oleh Muhadjir Effendy dalam posisinya sebagai Ketua PP Muhammadiyah. Bukan sebagai Menteri Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

“Kalau nanti dalam perjalanannya tim menemukan berbagai macam sitausi atau kondisi tidak memungkinkan pengelolaan tambang yang pro kesejahteraan sosial, lingkungan, ya kami tidak akan memaksakan diri,” kata Haedar.

“Untuk akhirnya nanti dengan bertanggung jawab pula IUP itu kami kembalikan. Itulah bedanya kami dalam mengambil langkah ini,” tekannya.

Jaminan lain yang Haedar tekankan adalah, Persyarikatan akan memanfaatkan seluruh SDM yang ada di Muhammadiyah untuk berkolaborasi dalam aspek reklamasi-deforestasi.

Dalam hal ini, haedar secara tegas mengatakan, pihaknya memiliki kompetensi di bidang tambang, kehutanan, pertanian, teknik lingkungan, hingga geologi. Sehingga siap terlibat aktif untuk mengatasi masalah-masalah lingkungan yang terjadi akibat pertambangan.

“Dan kami tidak mengejar keuntungan, kalau mikir diri sendiri insyaAllah kami Muhammadiyah sudah cukup,” tutupnya.

Tidak seluruh kader Muhammadiyah sepakat atas keputusan yang Persyarikatan ambil. Tidak sedikit yang kecewa—tentu dengan landasan yang argumentatif dan rasional. Mojok masih dalam proses merangkum luapan kekecewaan dari beberapa kader yang tak sejalan dengan keputusan Persyarikatan mengambil izin tambang laiknya PBNU.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Hammam Izzuddin

BACA JUGA: Suara-suara dari Bawah yang Tak Terdengar oleh Petinggi Muhammadiyah, Tolak Tambang malah Dicap Radikal

Ikuti berita dan artikel Mojok lainnya di Google News.

 

 

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2024 oleh

Tags: Haedar Nashirkonsolidasi nasional muhammadiyahMuhammadiyahmuhammadiyah terima tambangpilihan redaksitambang
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Curhat kasir Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di jalanan desa sepi. Sepi pembeli, sekali ada pembeli bukan karena butuh tapi iseng dan bikin kesel MOJOK.CO
Sehari-hari

Derita Kasir Kopdes di Desa Pelosok: Hari-hari Sepi, Pembeli Datang Bukan karena Kebutuhan tapi Sengaja Bikin Kesal

21 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO
Sehari-hari

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO
Sehari-hari

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Catatan

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.