Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Kurator Suwarno: Saya Nggak Mau Pasang Lukisan Yos Suprapto di Galeri Nasional Indonesia, Bukan Soal Takut atau Tidak Takut

Aisyah Amira Wakang oleh Aisyah Amira Wakang
24 Desember 2024
A A
Kurator Suwarno Wisetrotomo Melarang Pemasangan Lukisan Yos Suprapto di Pameran Galeri Nasional Indonesia. MOJOK.CO

Lukisan karya Yos Suprapto berjudul Konoha I dan Konoha II.

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Suwarno Wisetrotomo mengundurkan diri sebagai kurator dari seniman Yos Suprapto, tiga jam sebelum pembukaan pameran lukisan tunggal Yos di Galeri Nasional Indonesia pada Kamis (19/12/2024). Keputusan yang terbilang nekat itu dia ambil karena tanggungjawab dan bentuk kecintaannya terhadap profesinya.

***

Seniman asal Yogyakarta, Yos Suprapto rencananya akan mengadakan pameran tunggal yang berjudul “Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan”. Judul itu yang juga diusulkan oleh Suwarno sebagai kurator untuk pameran Yos.

Dalam diskusi mereka, Yos bercerita panjang soal ketersediaan tanah khususnya untuk petani. Dia bahkan sudah melakukan riset selama 15 tahun soal kesuburan tanah di berbagai daerah di Indonesia.

Isu itu amat menarik bagi Suwarno karena dapat mengedukasi pengunjung lewat seni rupa karya Yos. Yos mulanya mengusulkan pameran itu akan diberi judul “Bangkit”, tapi Suwarno tidak sepakat.

“Mas kalau bangkit diganti kebangkitan bagaimana? Karena Anda masih bisa bersemangat sebagai aktivis, 32 tanah untuk kedaulatan pangan masih bisa politis ini,” ucap Suwarno Wisetrotomo kepada Yos saat berdiskusi pertama kali di tahun 2023.

Beberapa bulan saat mereka melakukan diskusi, Suwarno mengklaim Yos sepakat dan sangat gembira dengan idenya. Diskusi yang mulanya cair itu jadi tegang hingga mendekati tanggal pembukaan pameran. 

Suwarno tidak setuju dengan dua lukisan Yos yang dianggapnya keluar dari judul pameran. Keduanya gagal melakukan kompromi, hingga akhirnya Suwarno memutuskan mundur sebagai kurator Yos. Sementara Yos, terpaksa membatalkan pamerannya di Galeri Nasional Indonesia dan membawa pulang karya-karyanya ke Jogja.

Awal mula kerjasama pameran lukisan Yos dan Suwarno

Walaupun menjabat sebagai anggota Dewan Kurator Galeri Nasional Indonesia (Galnas), Suwarno mengaku tidak tahu sejak kapan Yos terpilih untuk mengadakan pameran di Galnas. Sebab, itu sudah bukan menjadi tugasnya.

“Pameran di sana itu, deal macam apa saya tidak mengetahuinya,” ucap Yos kepada Mojok pada Senin (23/12/2024).

Suwarno menjelaskan, saat pertama kali dibentuk, dewan kurator Galnas sebetulnya punya tugas menyeleksi karya-karya yang akan tampil di tahun berikutnya. Maka, bulan-bulan akhir menjelang tahun baru, Suwarno dan keempat orang anggotanya pasti sibuk menyeleksi. Sayangnya, program itu sudah tidak lagi berjalan.

“Sampai pada suatu titik, ketika saya tahu ada pameran oleh Yos Suprapto. Kok bisa pameran di sana? Kalau saya ditanya (seperti itu). Jujur saya nggak tahu,” ujar Suwarno Wisetrotomo.

Yang jelas, pameran itu sudah dijadwalkan jauh-jauh hari, yakni sejak tahun 2023. Saat itu, Suwarno dihubungi oleh pihak Galeri Nasional. Dia ditunjuk sebagai kurator pada pameran Yos. Yos pun meminta Suwarno sebagai kurator.

“Saya setuju karena saya memang pernah ketemu Yos di Jogja,” ucapnya.

Sebagai informasi, selain art space dan seniman, kurator penting dalam suatu pameran. Ibarat konduktor dalam dunia musik, dia bertugas sebagai orang yang mengaransemen dan mengorkestrasi pertunjukan seniman. 

Dalam hal ini, Suwarno juga bertanggungjawab mempresentasikan karya seni rupa milik Yos. Tanggungjawabnya pun besar, tidak lebih dan tidak kurang dari sang seniman. Dia harus bisa menyampaikan pesan kepada pengunjung soal karya yang dipajang.

Alasan sang kurator memilih pameran lukisan Yos Suprapto

Saat ditunjuk sebagai kurator pameran Yos Suprapto, Suwarno mengaku langsung setuju usai melihat proposal milik Yos. Menurutnya, ada pesan penting yang harus diketahui masyarakat lewat karya seni rupa tersebut.

“Dia (Yos) cerita panjang lebar soal kesuburan tanah. Karena dia juga, istilah saya mungkin biasa mengadvokasi para petani, para lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pertanian,” ujar Suwarno.

Sebab, kata Suwarno, yang terpenting dalam menyeleksi karya adalah fungsi atau tujuan dari seni tersebut, bukan definisinya. Dia melihat karya Yos memiliki tema penting untuk mengedukasi pengunjung.

“Karena Yos bilang begini, daulat pangan tuh sederhana kok sebetulnya. Kalau seseorang punya tanah satu petak tapi subur, daulah (kuasa) dia. Tanam apa-apa kan hidup. Mungkin saya naif, tapi saya pikir masuk akal juga loh,” kata Suwarno.

Maka, sebagai seorang maestro yang akan mempresentasikan karya seni rupa tersebut, Suwarno punya banyak ide yang juga disambut gembira oleh Yos. 

Selain menampilkan 30 lukisan karya Yos, mereka berencana membuat workshop di sela-sela pameran untuk memberikan pengetahuan soal pupuk. Ada juga cuplikan wawancara Yos dengan Suwarno yang akan ditampilkan dalam pameran.

Ngerasani karya sang seniman

Usai berdiskusi soal tema dan mengonsep instalasi pameran, Suwarno Wisetrotomo mulai mengecek proses penggarapan produk seni rupa sebelum dipajang di Galeri Nasional Indonesia. Dalam istilah kurator, kegiatan itu dia sebut sebagai “ngerasani karya” sang seniman.

Dia pun berkunjung ke studio Yos Suprapto beberapa kali. Saat itu, Suwarno sempat mengatakan bahwa ada lukisan yang menurutnya tidak sesuai dengan tema. Lukisan itu tak hanya satu, kalau mau jujur, ada banyak lukisan Yos yang dikritik oleh Suwarno.

Namun, Yos selalu bertahan dengan argumennya. Hal itu membuat Suwarno sedikit mengendurkan perspektifnya sendiri. Beberapa lukisan yang menurut Suwarno tidak sesuai tema, akhirnya mulai dia relasikan dengan membangun narasi atas dasar penjelasan Yos.

Namun, ada dua lukisan yang menurut Suwarno tetap tak bisa dinarasikan, masih berada di luar tema dan berpotensi merusak pesan yang dibangun. Lukisan itu berjudul Konoha I dan Konoha II. 

Beda pandang seniman dan kurator soal konoha

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 24 Desember 2024 oleh

Tags: bredel galeri nasionalkontroversi lukisan yoskurator Suwarno Wisetrotomopameran yos supraptopilihan redaksiSeni rupa
Aisyah Amira Wakang

Aisyah Amira Wakang

Jurnalis Mojok.co asal Surabaya. Pernah menempuh pendidikan di S1 Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Menaruh perhatian pada isu pendidikan, sosial, perkotaan, dan kelompok-kelompok marjinal. Di luar rutinitas liputan mengisi waktu dengan berlari dan menjelajah alam.

Artikel Terkait

Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO
Sehari-hari

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
dosen.MOJOK.CO
Sekolahan

Butuh Biaya Puluhan Juta Demi Ijazah S2-S3, tapi Negara Malah “Melegalkan” Dosen Digaji di Bawah UMR

23 Juni 2026
PNS di desa.MOJOK.CO
Sehari-hari

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
Persaingan bisnis atau usaha di desa kabupaten kejam: cara kotor saling menjatuhkan hingga jebakan pelanggan loyal MOJOK.CO
Sehari-hari

Kejamnya Persaingan Bisnis di Desa Kabupaten: Cara Kotor Saling Menjatuhkan hingga Jebakan Pelanggan Loyal

20 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung MOJOK.CO

Membaca Serial Upin Ipin Lewat Kacamata Karl Marx: Kenapa Mulut Fizi Pengen Ditabok dan Ehsan Adalah Borjuis Kampung

17 Juni 2026
Perjuangan Lily usai lulus dari manajemen dakwah. MOJOK.CO

Kisah Anak Tukang Tambal Ban yang Setahun Nganggur usai Wisuda, Kini Bisa Kerja di Sekolah Internasional setelah Ratusan Penolakan

17 Juni 2026
Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026
Orang desa tidak mengenal konsep pensiun dan menua dengan tenang (slow living). Itu hanya konsep orang kota MOJOK.CO

Pensiun Ala Orang Desa Tak Seperti Bayangan Orang Kota: Bukan karena Rencana Slow Living tapi Dipaksa Keadaan Getir

19 Juni 2026
Ableisme parodikan difabel di medsos. MOJOK.CO

Ableisme: Saat Konten “Plenger” di Medsos Mengantarkan Tawa Penonton tapi Dibayar dengan Trauma dan Depresi Teman Difabel

18 Juni 2026
“A Decade of Leisures”, Perayaan 10 Tahun Land of Leisures dengan Tujuan Memperkuat Ekosistem Kreatif Lokal

“A Decade of Leisures”, Perayaan 10 Tahun Land of Leisures dengan Tujuan Memperkuat Ekosistem Kreatif Lokal

19 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.