Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Aktual

Jika Kualitas Susu Sapi Boyolali Dianggap Tak Bagus, Harusnya Peternak Didampingi Bukan Malah Impor

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
14 November 2024
A A
Jika susu sapi lokal seperti di Boyolali dianggap tidak berkualitas, harusnya pemerintah kasih kasih solusi bukannya impor MOJOK.CO

Ilustrasi - Jika susu sapi lokal seperti di Boyolali dianggap tidak berkualitas, harusnya pemerintah kasih kasih solusi bukannya impor. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Persoalan peternak-pengepul susu sapi di Boyolali baru-baru ini menyita perhatian dari banyak pihak. Terutama setelah mereka menggelar aksi mandi susu bahkan membuang tidak kurang dari 50.000 liter (50 ton) susu.

Seperti diketahui, pada Sabtu (9/11/2024) lalu terjadi aksi simbolis mandi susu di Tugu Susu Tumpah, Boyolali, Jawa Tengah. Massa aksi yang terdiri dari peternak sapi perah dan pengepul susu mengguyur badan mereka dengan susu yang sudah diwadahi dalam tong.

Aksi tersebut sebagai protes atas pembatasan kuota susu dari pihak Industri Pengolahan Susu (IPS) yang konon lebih memilih mengambil susu produk impor.

Salah paham pada mandi susu di Boyolali

Pada Senin (11/11/2024), saya mencoba mengajak berbincang Eka Desi Fitriasari (22) sebagai salah satu peternak sapi perah di Boyolali.

Sebelum bicara soal ancaman kelangsungan industri susu lokal di Boyolali, Trias (sapaan akrabnya) mencoba meluruskan kesalahpaham warganet.

“Sebab, waktu berita mandi susu itu viral, ada saja yang komen miring. Bilang mubazir lah, kenapa nggak dibagi-bagikan lah, dan sejenisnya,” tutur peternak muda tersebut.

Bahkan ada juga yang sampai menyebut aksi buang-buang susu itu tidak mencerminkan selaiknya orang beragama. Sehingga, alih-alih mendapat simpati, aksi buang susu itu bisa jadi sumber karma dari Tuhan karena dianggap telah buang-buang rezeki.

Kata Trias, sejak ada pembatasan kuota susu oleh IPS, akhirnya banyak susu yang menumpuk di beberapa Koperasi Usaha Dagang (KUD). Beberapa susu yang menumpuk tersebut pun akhirnya ada yang basi karena tidak lekas terdistribusi ke IPS.

Nah, susu basi itu lah yang kemudian dibuang dan digunakan massa akasi untuk mengguyur tubuh mereka.

“Sementara susu-susu yang masih bisa dikonsumsi ya tetap dibagikan kok,” sambung Trias. Tercatat, ada sekitar 1.000 liter susu yang dibagikan secara gratis.

Kekhawatiran pada industri susu di Boyolali

Jika ditanya khawatir atau tidak, Trias sempat mengambil jeda beberapa saat sebelum mengatakan bahwa pembatasan kuota susu punya potensi besar atas mandeknya industri susu sapi lokal di Boyolali.

“Di Boyolali sendiri saat ini nggak banyak anak muda yang mau jadi peternak sapi perah. Regenerasinya nggak ada. Sekarang ketambahan pembatasan kuota susu. Tentu masa depan industri ini mengkhawatirkan,” ungkap perempuan yang baru saja menyelesaikan Sekolah Vokasi di Jurusan Agribisnis Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo itu.

Selepas Sekolah Vokasi-nya rampung belum lama ini, Trias bahkan mengaku mencoba menyiapkan alternatif penghidupan lain. Artinya, tidak fokus secara penuh sebagai peternak sapi perah.

“Tapi ya tetep, Mas, di rumah tetap harus ngurus sapi. Karena dari dulu saya memang pengin beternak sapi,” tuturnya perempuan ramah itu.

Iklan

Baca halaman selanjutnya….

Katanya kualitas lokalan nggak bagus

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 November 2024 oleh

Tags: boyolaliimpor susumandi susu boyolalisusu boyolalisusu sapi boyolali
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Jihad Warga Kecamatan Selo Boyolali Mempertahankan Tanah MOJOK.CO
Esai

Warga Kecamatan Selo Boyolali “Jihad” Mempertahankan Tanah, Enggan Menjualnya ke Investor Luar, Menolak Membuka Destinasi Wisata Secara Ugal-ugalan karena Bertani Adalah Prioritas

1 Juni 2025
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi bantu perbaiki rumah Wagiman dan Samiyem di Boyolali MOJOK.CO
Kilas

Kisah Sepasang Lansia di Boyolali Puluhan Tahun Tinggal di Rumah Mungil dan Reyot, Kini akan Diperbaiki Gubernur Jateng

16 Mei 2025
makam keramat tergusur tol jogja solo.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Makam Keramat yang Tergusur Tol Jogja Solo: Ada di Sleman, Kulon Progo, hingga Boyolali

28 Januari 2024
peternak sapi boyolali ingatkan program susu gratis prabowo susah.MOJOK.CO
Aktual

Peternak Boyolali: Rawat Sapi Impor Sulit, Program Susu Gratis Belum Tentu Untungkan Peternak Lokal

7 Januari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Film "Surat untuk Masa Mudaku" tayang di Netflix. MOJOK.CO

Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

5 Februari 2026
Krian Sidoarjo dicap bobrok, padahal nyaman ditinggali karena banyak industri serap kerja dan biaya hidup yang masuk akal MOJOK.CO

Krian Sidoarjo Dicap Bobrok Padahal Nyaman Ditinggali: Ijazah SMK Berguna, Hidup Seimbang di Desa, Banyak Sisi Jarang Dilihat

5 Februari 2026
Hidup setelah resign dan menikah. MOJOK.CO

Dihujat ‘Salah Pilih Suami’ usai Menikah karena Terlanjur Resign dari Pramugari, Kini Jadi Pedagang Kopi Keliling

3 Februari 2026
Pinjol Jerat Gen Z Fomo tanpa Cuan, Apalagi Tabungan MOJOK.CO

Fakta Indonesia Hari ini: Sisi Gelap Gen Z Tanpa Cuan yang Berani Utang Sampai Ratusan Juta dan Tips Lepas dari Jerat Pinjol Laknat

3 Februari 2026
4 jenis orang/pengendara yang harus dilarang nyetir motor di jalan raya dan dipersulit bikin SIM. Biang kecelakaan lalu lintas MOJOK.CO

4 Jenis Orang yang Harus Dilarang Nyetir Motor di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan, Biang Nyawa Melayang

2 Februari 2026
Rekomendasi penginapan di Lasem, Rembang. MOJOK.CO

Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal

6 Februari 2026

Video Terbaru

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

Tanaman Lokal Indonesia dan Upaya Merawat yang Terlupakan

4 Februari 2026
Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

Zainal Arifin Mochtar dan Suara Kritis di Tengah Politik Hari Ini

3 Februari 2026
Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.