Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Kabar

Pola Pembinaan dalam PPDS Harus Dievaluasi jika Pada Akhirnya Ciptakan Dokter-dokter Mesum

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
19 April 2025
A A
Banyak dokter PPDS mesum, sistem pendidikannya harus dibenahi MOJOK.CO

Ilustrasi - Banyak dokter PPDS mesum, sistem pendidikannya harus dibenahi. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Secara beruntun, terjadi kasus pelecehan seksual dengan pelaku oknum dokter mesum peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Rentetan kasus tersebut menjadi pengingat, bahwa ruang-ruang layanan kesehatan, yang seharusnya menjadi tempat perlindungan dan pemulihan, masih memiliki celah kerentanan terhadap kekerasan berbasis kuasa.

Iklan

Keberadaan dokter-dokter mesum, baik yang sudah bekerja secara profesional maupun yang baru dalam masa PPDS, pada akhirnya berdampak pada tingkat kepercayaan publik terhadap dunia medis.

Oleh karena itu, Direktur RSA UGM, Dr. dr. Darwito menyoroti betapa pentingnya penguatan sistem perlindungan pasien, serta evaluasi menyeluruh terhadap pola pembinaan dan pengawasan tenaga medis. Termasuk mereka yang tengah menjalani pendidikan spesialis (PPDS).

Dalam PPDS jangan hanya mengukur aspek akademik

Darwito menyebut, ada tanggung jawab besar dalam membentuk tenaga medis yang tidak hanya unggul secara klinis, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai etik dan profesionalisme. Maka, dia menekankan bahwa proses seleksi PPDS di setiap institusi harusnya tidak hanya mengukur aspek akademik, tetapi juga integritas kepribadian.

“Seleksi itu tidak berhenti pada nilai akademik. Setelah ujian keilmuan, ada juga tes psikologi seperti MMPI dan wawancara yang bertujuan menggali karakter,” ujarnya dalam keterangan tertulis.

Pada masa awal pendidikan, peserta PPDS dibekali kuliah umum yang salah satu topiknya adalah etika kedokteran. Materi ini, terang Darwito, bertujuan memberikan landasan awal tentang prinsip-prinsip moral yang harus dipegang oleh calon dokter spesialis dalam menjalankan profesinya. Agar tidak lantas menjadi dokter yang menyalahkangunakan kuasa seperti berbuat mesum terhadap pasien.

Etika pun sudah seharusnya tidak hanya menjadi pembelajaran sesaat yang selesai begitu kuliah usai. Nilai-nilai etis tersebut justru harus terus ditanamkan, dilatih, dan dijalankan sepanjang masa pendidikan klinis.

“Dalam dunia medis yang kompleks dan penuh tekanan, sikap etis tidak bisa lahir secara instan, melainkan perlu dibentuk melalui proses panjang, interaksi nyata dengan pasien, serta pembimbingan dari para pendidik yang konsisten memberi teladan. Ini adalah proses long life learning,” papar Darwito.

Tanggung jawab penuh terhadap peserta PPDS

Lebih lanjut, Darwito menegaskan bahwa pendidikan etika harus menjadi bagian yang menyatu dalam keseharian residen, dari awal hingga akhir masa studi, bahkan hingga mereka nantinya menjalani praktik mandiri sebagai dokter spesialis.

Dalam hal ini, peran dosen dan dokter penanggung jawab pasien (DPJP) menjadi sangat penting sebagai pembimbing sekaligus teladan.

Darwito memberi contoh sistem yang diterapkan di RSA UGM. Dalam praktiknya, diterapkan sistem pendidikan berjenjang dengan supervisi ketat. Para residen menjalani tahapan merah, kuning, dan hijau. Mulai dari tahap observasi hingga mandiri dengan pengawasan dari DPJP di setiap tahapannya.

Evaluasi terhadap aspek etik dan komunikasi juga dilakukan oleh DPJP sebagai penilai utama performa residen.

“Tahap merah belum boleh memegang pasien. Kuning boleh tapi masih dibimbing. Hijau baru bisa mandiri. Semua tetap dalam pengawasan DPJP,” jelas Darwito.

Pelecehan seksual, bullying, dan penyalahgunaan wewenang

Terkait kasus dokter mesum peserta PPDS yang viral belakangan, Darwito mentakan RSA UGM memang belum memiliki pelatihan khusus yang berdiri sendiri. Namun, materi mengenai kekerasan seksual, bullying, dan penyalahgunaan wewenang telah disisipkan dalam sesi awal pendidikan.

Hal ini, lanjut Darwito, menjadi bentuk komitmen bersama antara RSA dan Fakultas Kedokteran UGM untuk menjaga marwah pendidikan kedokteran yang bermartabat.

“Semua residen di sini menandatangani kontrak bahwa mereka tidak boleh melakukan hal-hal yang dilarang. Kalau melanggar, ya dikembalikan ke fakultas,” ujarnya.

Selain itu, jika mengambil contoh RSA UGM, langkah-langkah preventif pun terus dilakukan sebagai upaya menciptakan ruang pendidikan dan layanan kesehatan yang aman bagi semua pihak, baik pasien maupun tenaga medis.

Iklan

Antara lain memasang kamera pengawas (CCTV) di berbagai titik strategis dalam lingkungan rumah sakit. Pengawasan itu untuk memastikan seluruh aktivitas terekam dan dapat diawasi dengan baik.

Pemantauan ini juga menjadi instrumen penting dalam mencegah potensi pelanggaran dan memastikan transparansi dalam interaksi yang terjadi di lingkungan rumah sakit.

Memisahkan laki-laki dan perempuan

Masih mengambil contoh RSA UGM, Darwito menjelaskan adanya sistem jaga yang memisahkan residen laki-laki dan perempuan. Hal ini guna meminimalisir potensi kerentanan dan menjaga kenyamanan seluruh peserta didik.

Menurutnya, keberadaan DPJP sebagai pengawas utama dalam setiap kegiatan pendidikan menjadi kunci dalam memastikan jalannya proses pembelajaran yang tidak hanya aman secara fisik, tetapi juga etis dan profesional.

“Kami usahakan tidak ada pencampuran shift jaga antara laki-laki dan perempuan. Semua kegiatan pendidikan dipantau oleh DPJP,” tutur Dr. Darwito.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Kekejaman Senior PPDS Seperti Terus Dibiarkan, Memukuli dan Memaki Junior Calon Dokter Spesialis hingga Depresi atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

.

 

 

Terakhir diperbarui pada 19 April 2025 oleh

Tags: dokter mesumpelecehan seksual dokter ppdsPPDS
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

kekerasan calon dokter spesialis ppds ugm di rs sardjito.MOJOK.CO

Mengubur Mimpi dan Depresi, Dugaan Calon Dokter Spesialis PPDS UGM Dirundung dan Alami Kekerasan Fisik di RS Sardjito

25 April 2024
Mahasiswa Surabaya Merasa Nggak Guna Lulus Kedokteran tapi Akreditasi C, Kuliah Mahal Tapi Ijazahnya Enggak Laku Buat Daftar PPDS.mojok.co

Mahasiswa Surabaya Merasa Nggak Guna Lulus Kedokteran tapi Akreditasi C, Kuliah Mahal Tapi Ijazahnya Enggak Laku Buat Daftar PPDS

16 April 2024
jurusan kedokteran ppds.MOJOK.CO

Lulusan Jurusan Kedokteran Kuliah Habis Ratusan Juta tapi Takut Ambil Spesialis, Khawatir Jadi Pesuruh dan Dapat Kekerasan Senior

8 April 2024
Pengakuan Dokter Spesialis PPDS Korban Bullying dan Penganiayaan di PTN Ternama: Dimaki hingga Dipukul Senior Berulang Kali.MOJOK.CO

Kekejaman Senior PPDS Seperti Terus Dibiarkan, Memukuli dan Memaki Junior Calon Dokter Spesialis hingga Depresi

24 Januari 2024
Dokter Mesum Buka Aib Dunia Kedokteran: dr. Kevin Sekolahnya Mahal, Karier Terancam Hancur karena Satu Video TikTok MOJOK.CO

Dokter Mesum Buka Aib Dunia Kedokteran: dr. Kevin Sekolahnya Mahal, Karier Terancam Hancur karena Satu Video TikTok

18 April 2021

Bercita-cita Jadi Dokter Spesialis Tapi Malah Depresi Saat Jadi Residen

23 Juli 2018
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
ilustrasi MBG

Kisah Pilu Pegawai SPPG: Sering Dicap Ikut Korupsi Anggaran MBG, Padahal Niat Bekerja Sepenuh Hati

21 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan.MOJOK.CO

Khotbah Bunyi-bunyian Senyawa di Candi Prambanan

26 Agustus 2026
Jombang makin kegilaan karnaval sound horeg: battle audio tengah malam, atraksi lampu jadi perburuan baru MOJOK.CO

Jombang Makin “Kegilaan” Sound Horeg: Battle Audio Tengah Malam, Atraksi Lampu Jadi Tren Kalcer Baru

23 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.