MOJOK.COFacebook merasa terancam setelah Apple merilis iOS 14.5 yang punya fitur anti-pelacakan iklan alias App Tracking Transparency di dalamnya.

Usai pagelaran Apple Event 2021 kelar pada minggu ketiga April lalu, produsen asal Amerika Serikat ini langsung bergerak cepat. Tak sampai 2 minggu, Apple merilis sistem operasi baru mereka, yakni iOS 14.5 untuk pengguna iPhone dan iPad, per Senin (26/4).

Apple memberikan sejumlah fitur anyar di sistem operasi baru ini. Misalnya, kemampuan membuka iPhone lewat Apple Watch, pilihan suara Siri yang kian beragam, hingga beberapa emoji baru yang unik dan makin menarik.

Namun, sang pencuri perhatian dari iOS 14.5 adalah fitur anti-pelacakan iklan alias App Tracking Transparency yang selanjutnya kita singkat saja pakai ATT, ya.

Sederhananya, berkat ATT, pengguna iPhone kini dapat mengontrol aplikasi mana saja yang diizinkan untuk melacak aktivitas pengguna untuk tujuan periklanan online lewat iPhone atau iPad mereka. Lalu, apa serunya aplikasi ini?

Aplikasi ini bisa dikatakan menjadi “genderang perang” dari Apple untuk menantang sang raksasa teknologi, Facebook.

Apple vs Facebook

Fitur App Tracking Transparency ini, sebetulnya, sudah direncanakan sejak pertengahan 2020 lalu. Diprediksi, ATT bakal menjadi momok besar buat Facebook, yang bisnis iklannya mengandalkan pelacakan aktivitas users.

Facebook sejatinya nggak tinggal diam, sih. Cuma, karena sistem operasi ini murni wewenang Apple sebagai developer, mereka tentu nggak bisa apa-apa. Mau nggak mau, Facebook tunduk kepada fitur anyar bernama ATT ini.

Facebook sempat berdalih bahwa App Tracking Transparency ini mengancam kesempatan para pengusaha skala kecil. Terutama pengusaha kecil yang memanfaatkan Facebook Ads sebagai sarana beriklan.

Perusahaan besutan Mark Zuckerberg itu juga berasalan fitur Facebook untuk memberikan “iklan yang ditargetkan” bagi pengguna memungkinkan pebisnis skala kecil untuk menjangkau pelanggan baru. kalau kata Facebook: akan menggerakkan roda ekonomi.

Masalahnya, kebiasaan menguntit pengguna seperti yang kerap dilakukan Facebook ini tak jarang menerobos batas privasi users. Kamu tentu nggak sekali atau dua, kan, tiba-tiba menemukan iklan produk secara random di Instagram? Kamu pikir itu kebetulan? HAHAHA, jawabannya: TIDAK, bung dan nona!

Dan tepat di titik itu, Apple dan iOS 14.5 muncul dengan App Tracking Transparency-nya sembari menabuh genderang perang kepada Facebook. Seperti kita ketahui, Apple memang dikenal sangat menghargai privasi penggunanya. Sementara itu, Facebook, hampir selalu terlibat kasus penyalahgunaan data pengguna atau ketidakmampuan mereka untuk melindungi data penggunanya.

Cara kerja ATT di iOS 14.5

Saya sendiri sudah mencoba memanfaatkan fitur App Tracking Transparency di iPad yang saya pakai untuk pekerjaan sehari-hari. Setelah mengunduh pembaruan iOS 14.5, pengguna akan mulai melihat sebuah prompt ATT saat menggunakan aplikasi.

Prompt ATT tersebut menyediakan dua opsi untuk pengguna terkait aktivitas pelacakan oleh aplikasi. Dua opsi tersebut adalah “ask app not to track” dan “allow“.

Ketika kamu memilih opsi “ask app not to track“, artinya kamu nggak mau aplikasi melacak aktivitasnya saat sedang digunakan. Facebook tidak bisa lagi mengikuti segala kegiatan pengguna, termasuk mengumpulkan data pribadi  (seperti umur, lokasi, informasi kesehatan, kebiasaan belanja, dsb.) untuk tujuan iklan.

Dan sebaliknya, ketika pengguna memilih opsi “allow“, artinya pengguna memberikan izin aplikasi untuk melacaknya dan mengumpulkan data pribadi.

Apakah akan ada duel panjang antara Apple vs Facebook?

Terkait potensi “perang” berkepanjangan, hal itu sangat mungkin terjadi. Sejak merilis iOS 14 misalnya, Facebook secara terbuka sudah mengaku bahwa mereka mulai kesulitan melacak aktivitas pengguna untuk keperluan iklan.

Dan jangan lupa, pengguna produk Apple di Amerika Serikat (AS), kandang 2 raksasa teknologi,  jumlahnya sangat membludak. Sebuah perusahaan broker, Piper Sandler, pada Q1 tahun 2020 lalu sempat membuat riset yang menyebut bahwa 86% remaja di AS memilih iPhone dan atau iPad sebagai gawai utama mereka. Dan 88% di antaranya juga berujar bahwa mereka tetap akan memakai produk Apple jika ingin ganti hape di waktu mendatang.

Maka dari itu, benar belaka omongan Zuckerberg beberapa bulan lalu, yang saya kutip dari CNBC, di mana Mas Zuck menyebut bahwa musuh terbesar dan terberat WhatsApp bukan Telegram atau Signal, tapi aplikasi pesan bawaan di iPhone yakni iMessage.

Kalau sudah begini, kita sebagai users akhirnya jatuh pada dua pilihan: menjaga privasi kita atau merelakan privasi kita diobok-obok Facebook (juga WhatsApp dan Instagram).

Berkat App Tracking Transparency, perang antara Apple dan Facebook jadi makin menarik, bukan?

BACA JUGA Mengintip Data Pribadi Pengguna yang Direkam Facebook Secara Otomatis dan ulasan tentang aplikasi lainnya di rubrik KONTER.

Baca juga:  Xiaomi Cinta Indonesia, Kepemimpinan Ciamik Alvin Tse, dan Demokratisasi Industri Smartphone