Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Tahukah Kamu? Nomor Urut di Surat Suara Menentukan Keterpilihan Caleg Perempuan

Kenia Intan oleh Kenia Intan
20 Desember 2022
A A
nomor urut di surat suara mojok.co

Ilustrasi surat suata di Pemilu (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Nomor urut yang terdapat di surat suara ternyata mempengaruhi keterpilihan calon legislatif (caleg) perempuan. Oleh karenanya, caleg perempuan perlu berjuang untuk mendapatkan nomor urut atas.

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia Lolly Suhenty menjelaskan, secara psikologi nomor urut memang masih menjadi pertimbangan pemilih.

Iklan

“Partai politik juga tak mudah memberikan nomor urut, sehingga para perempuan perlu terus berjuang dari awal,” ujarnya dalam laman resmi Bawaslu, Selasa (6/12/2022).

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Indonesia Lely Arrianie sempat menjelaskan di CNN Indonesia pada 2018, pemilih yang pengetahuan politiknya rendah cenderung enggan repot-repot menyisir daftar nomor urut di surat suara. Sehingga ada kemungkinan hanya caleg di nomor urut teratas yang dipilih oleh masyarakat.

“Makanya tak heran caleg urutan nomor satu ini tetap jadi pertarungan. Caleg nomor urut satu ini punya efek psikologis yang tinggi, di desa itu apalagi. Mereka mungkin malas membaca surat suara yang panjang,” jelas dia.

Melansir data Cakra Wikara Indonesia (CWI), calon perempuan terpilih yang berada di nomor urut satu terus meningkat sejak Pemilu 2009. Rinciannya, Pemilu 2009 sebesar 44 persen, Pemilu 2014 sebesar 47,42 persen, dan Pemilu 2019 sebesar 48,31 persen.

CWI menerangkan, hingga saat ini tidak ada peraturan khusus mengenai kriteria untuk menentukan nomor urut calon legislatif. Ini menjadi kewenangan partai-partai politik yang bekontestasi dalam Pemilu.

Mekanisme tersebut memperkecil kesempatan bagi calon perempuan. Apalagi, penentuan nomor urut masih dipegang oleh segelintir orang yang menguasai tata kelola partai atau elite partai politik.

“Nomor urut atas biasanya diberikan partai kepada kandidat yang menjadi pengurus pada struktur DPP partai,” seperti dikutip dari laman resminya. Kondisi seperti ini mempersempit peluang perempuan untuk mendapatkan nomor satu pada pencalonan. Bukan tidak mungkin calon perempuan yang memiliki kualitas mumpuni, namun bukan merupakan petinggi partai, kerabat dari para petinggi, ataupun tokoh yang elektabilitasnya tinggi akan tersingkir.

Senada dengan di atas, Lely mencermati calon nomor urut satu dari setiap partai kebanyakan tidak diisi oleh kader yang mumpuni. Terkadang, calon nomor urut satu diisi oleh kader yang direkrut parpol demi meraup suara. Melihat kondisi ini, Lely menyarankan caleg yang merasa kompeten harus berani menyuarakan pendapatannya untuk mendapat posisi terbaik di surat suara.

“Kader memang kalau perlu berani sedikit terhadap ketua partai, karena nomor urut itu benar-benar berpengaruh,” imbuh dia.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA KPPI Usul Perempuan Diberi Nomor Urut 1 dalam Pemilu 2024

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2022 oleh

Tags: caleg perempuannomor urutPemilu 2024perempuan
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO
Esai

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026
Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan MOJOK.CO
Esai

Di Balik Pintu Toilet Masjid: Tempat Bersuci, tapi Berisiko bagi Perempuan

14 Juli 2026
Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal MOJOK.CO
Esai

Masalah Orang Dewasa: Dana Darurat, Skincare, dan Kecemasan yang Sama-sama Mahal

24 Juni 2026
Tempat kerja, Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan
Urban

Standard Good Looking dan Berpenampilan Menarik yang Diskriminatif dan Merugikan Pekerja Perempuan

3 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Pakai jastip Mie Gacoan di Jombang: bayar lebih mahal untuk menu membagongkan MOJOK.CO

Pakai Jastip Mie Gacoan Ala Orang Jombang Pinggiran: Niat Hindari Kenorakan, Yang Datang Menu Membagongkan

20 Juli 2026
Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan MOJOK.CO

Daripada Acungkan Senjata di Jalan, Remaja Kreak Semarang Lebih Baik Naik Ring Adu Pukulan

16 Juli 2026
Ketika Syarat "Sehat Jasmani dan Rohani Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja.MOJOK.CO

Ketika Syarat “Sehat Jasmani dan Rohani” Menjadi Tembok Diskriminasi yang Menjegal Difabel di Bursa Kerja

17 Juli 2026
cari kerja, UGM.MOJOK.CO

300 Lamaran Kerja Ditolak, Lulusan UGM Pilih “Turunkan Standard”: Sadar Bursa Kerja Sedang Tak Baik-Baik Saja

15 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.