Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Sering Disebut dalam Survei Politik, Apa Bedanya Elektabilitas dan Popularitas?

Kenia Intan oleh Kenia Intan
25 April 2023
A A
elektabilitas dan popularitas mojok.co

Ilustrasi survei politik (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menjelang Pemilu 2024, berbagai lembaga survei membagikan risetnya. Dalam laporannya, istilah popularitas dan elektabilitas kerap digunakan. Namun, apa sebenarnya arti dan perbedaan kedua istilah itu?

Popularitas dan elektabilitas adalah dua hal yang berbeda, tapi banyak orang yang masih salah kaprah. Seseorang yang memiliki popularitas tinggi belum tentu memiliki elektabilitas yang tinggi pula.

Popularitas artinya tingkat keterkenalan seseorang di mata publik. Sosok yang populer belum tentu layak pilih. Oleh karena itu elektabilitasnya bisa saja rendah. Sementara sosok yang punya elektabilitas baik sehingga sebenarnya layak pilih, bisa saja tidak rakyat pilih karena kurang populer.

Melansir tulisan berjudul “Iklan Politik, Popularitas, dan Elektabilitas Calon Presiden dan Wakil Presiden 2014“, elektabilitas adalah tingkat keterpilihan yang disesuaikan dengan kriteria pilihan. Istilah ini banyak diterapkan untuk orang, badan, ataupun partai menjelang pemilu. Padahal aslinya, istilah ini biasa digunakan untuk barang ataupun jasa.

Ambil contoh, sebuah survei mencatat elektabilitas partai x tinggi. Kalimat itu berarti partai x memiliki daya pilih yang tinggi. Untuk meningkatkan elektabilitas, objek elektabilitas harus memenuhi kriteria keterpilihan dan juga populer.

Lantas, apa itu populer dalam konteks survei politik? Objek yang menyandang popularitas tinggi berarti memiliki keterkenalan di mata masyarakat. Keterkenalan itu bisa dipicu oleh profesinya yang kemudian berkaitan dengan frekuensi muncul di muka umum.

Popularitas dan elektabilitas bisa saling terkait. Popularitas penting karena bisa menjadi bekal untuk memperoleh elektabilitas. Oleh karena tidak sedikit yang menyebutkan seorang calon pemimpin kemungkinan akan mempunyai tingkat keterpilihan yang tinggi apabila sudah memiliki popularitas dahulu sebelumnya. Yang perlu diingat, popularitas bukanlah satu-satunya jalan memperoleh elektabilitas.

Sebaliknya, sosok yang memiliki elektabilitas memungkinkan tidak terpilih karena kurang publikasi sehingga tidak diketahui oleh masyarakat luas. Untuk memperbesar peluang keterpilihan calon-calon dengan tingkat keterpilihan yang tinggi tadi, perlu iklan politik yang dikemas dengan baik.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Pemilih Pemula Mendominasi Pemilu 2024, Siapa Saja sih Mereka?

Terakhir diperbarui pada 25 April 2023 oleh

Tags: elektabilitaslemabaga surveiPemilu 2024popularitassurveisurvei pemilusurvei pilpressurvei politik
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Aktual

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali MOJOK.CO

Grand Hotel De Djokja, Hotel Tertua di Jogja Hidup Kembali 

17 Maret 2026
Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya? MOJOK.CO

Dear KUA, Apa Alasan Terbaik bagi Kami untuk Menikah saat Situasi Dunia Sedang Kacau-Kacaunya?

18 Maret 2026
Selalu royal ke teman saat butuh bantuan karena kesusahan. Giliran diri sendiri hidup susah eh diacuhkan pertemanan MOJOK.CO

Kapok Terlalu Royal ke Teman: Teman Datang karena Ada Butuhnya, Giliran Diri Sendiri Kesusahan Eh Diacuhkan meski Mengiba-iba

17 Maret 2026
Gaji Cuma 8 Juta di Jakarta Jaminan Derita, Tetap Miskin dan Stres MOJOK.CO

Kerja di Jakarta dengan Gaji Nanggung 8 Juta Adalah “Bunuh Diri” Paling Dicari karena Menetap di Kampung Bakal Tetap Nganggur dan Miskin

19 Maret 2026
Perantau Minang di kantin kereta api Indonesia (KAI) dalam perjalanan mudik Lebaran

Perantau Minang Gabut Mudik Bikin Tanduk Kerbau dari Selimut KAI, Tak Peduli Jadi Pusat Perhatian karena Suka “Receh”

13 Maret 2026
Ada potensi anomali ketika wisata Jogja diserbu 8,2 juta wisatawan. Daya beli rendah, tapi ada ancaman masalah MOJOK.CO

Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi

19 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.