Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Pro Kontra Sistem Proporsional Tertutup di Mata Anak Muda

Kenia Intan oleh Kenia Intan
31 Januari 2023
A A
anak muda.MOJOK.CO

Ilustrasi - Anak Muda Tidak Lemah, Masa Depan yang Tak Terlalu Ramah (Mojok.co/Ega Fansuri)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Pembahasan mengenai sistem pemilihan umum (pemilu) proporsional tertutup kian memanas menjelang tahun politik 2024. Isu ini muncul dari usulan PDIP yang ingin menggantikan proporsional terbuka dengan proporsional tertutup.

Partai yang identik dengan warna merah itu menganggap sistem proporsional terbuka membuat ongkos pemilu melambung.

Iklan

Asal tahu saja, sistem proporsional terbuka berarti masyarakat memilih calon legislatif seperti yang sudah berlangsung pada pemilu 2004 dan 2019. Sementara proporsional tertutup adalah sistem yang memungkinkan pemilih hanya memilih partai politiknya saja.

Ide penerapan ini mendulang penolakan dari delapan partai karena dianggap sebagai kemunduran demokrasi. Partai-partai tersebut adalah Gerindra, Golkar, Nasdem, PKB, Demokrat, PKS, PAN, dan PPP.

Di kalangan masyarakat, sistem ini juga menuai pro dan kontra terhadap usulan penerapan sistem proporsional tertutup di Pemilu 2024. Begitu pula di kalangan generasi muda, pro kontra terhadap sistem ini juga terjadi.

Dilansir dari Kanal YouTube Pinter Politik, sistem proporsional tertutup dapat membatasi keterlibatan anak muda di politik elektoral. Menurut politikus muda Dara Nasution, sistem proporsional tertutup memungkinkan ketua partai yang memiliki kekuasaan yang begitu besar untuk memilih siapa-siapa saja yang akan duduk di kursi legislatif. Oleh karenanya, bukan tidak mungkin mereka yang dekat dengan ketum parpol sajalah yang akan menduduki daftar itu.

Berbeda dengan sistem proporsional terbuka yang lebih ramah terhadap keterwakilan anak muda. Sistem ini memungkinkan anak muda yang benar-benar turun ke masyarakat, memperkenalkan dirinya dengan baik, dan menggunakan media sosial untuk sarana berkomunikasi dengan baik.

“Proporsional terbuka berarti ada variabel lain yakni popularitas. Ketika kalian turun ke masyarakat and people love you, kamu bisa penuhi kansnya,” jelas Dara dalam diskusi berjudul ” Debat Panas! Proporsional Terbuka VS Proporsional Tertutup I Ruang Publik” yang diunggah di kanal YouTube Total Politik, Senin (30/1/2023).

Dara menambahkan wacana perubahan sistem ini dimunculkan di waktu yang tidak tepat. Persiapan penyelenggaraan Pemilu 2024 sudah berjalan. Saat ini, partai-partai peserta pemilu sudah mempersiapkan kader-kader yang bakal bertarung dengan sistem proporsional terbuka.

Sementara dari kubu pro sistem proporsional tertutup yang diwakili oleh Cania Citta Irlanie dan Ferry Irwandi mengkritisi bahwa sistem proporsional terbuka tidak akan membuat banyak perubahan. Ini tercermin dari sistem proporsional terbuka yang sudah berjalan hampir selama lebih dari 10 tahun terakhir.

Sistem proporsional tertutup memungkinkan pemilih juga tidak perlu menghabiskan banyak energi untuk mengenali dan meneliti calon-calon yang ditawarkan partai. Pemilih cukup mengenali partainya saja. Di sisi lain, biaya yang dikeluarkan untuk penerapan sistem proporsional tertutup akan jauh lebih hemat dibandingkan sistem proporsional terbuka seperti yang selama ini diterapkan.

Ferry tidak memungkiri, proporsional tertutup tidak otomatis menyelesaikan permasalahan. Apa pun sistem pemilunya, nepotisme dan oligarki masih memungkinkan tumbuh. Namun ia menekankan, sistem proporsional tertutup akan jauh lebih murah.

“Dana yang dikeluarkan Indonesia untuk pemilu sangat besar untuk sistem proporsional terbuka. Sekarang kalau ada sistem yang sama-sama buruk, yang satu harga Rp1.000 satunya lagi harga Rp1 juta, kenapa harus pilih yang satu juta?” tegas Ferry dalam kesempatan yang sama.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Sejumlah Pakar Sebut Pemilu Proporsional Tertutup Lebih Ideal, Apa Alasannya?

Terakhir diperbarui pada 31 Januari 2023 oleh

Tags: Pemilu 2024proporsional terbukasistem pemilusistem proporsional tertutup
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Kabar

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Pemuda asal Garut sukses jadi konten kreator perjalanan dengan modal ijazah SD. MOJOK.CO

Nekat Keliling Indonesia Bermodal Ijazah SD, Mantan Pedagang Es Krim Asal Garut Ini Malah Sukses Jadi Konten Kreator Perjalanan

17 Juli 2026
Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri.MOJOK.CO

Kerjabilitas, Jembatan bagi Pencari Kerja Difabel Menembus Tembok Diskriminasi Industri

17 Juli 2026
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi tuan rumah “1st Asian Gym for Life Challenge 2026” 1. MOJOK.CO

Jogja Jadi Tuan Rumah Lomba Gym se-Asia usai Thailand Mundur, Semua Kalangan Bebas Ikut Tanpa Beban Menang-Kalah

20 Juli 2026
Cerita Pencari Kerja Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’.MOJOK.CO

Cerita Jobseeker Difabel datang ke Job Fair Ditemani Ibu: ‘Semua Orang Punya Kemampuan asal Diberi Kesempatan’

17 Juli 2026
Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan MOJOK.CO

Ketika Menstruasi, Perempuan Harus Memilih Membeli Pembalut atau Makan

19 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.