Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Perludem: 2024 adalah Pemilunya Anak Muda, Mereka Bisa Menjadi Solusi dalam Politik

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
12 Januari 2023
A A
anak muda mojok.co

Ilustrasi anak muda (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, mengingatkan pentingnya partisipasi anak muda dalam Pemilu 2024 mendatang. Bahkan, ia menyebut bahwa anak muda merupakan solusi dalam politik Indonesia ke depannya.

Titi menjelaskan, kelompok anak muda bakal menjadi faktor yang menentukan dalam kontestasi politik lima tahunan tersebut. Hal ini, kata Titi, disebabkan karena—secara jumlah—suara anak muda merupakan yang paling dominan atau mayoritas pada Pemilu 2024 nanti.

Iklan

Pada 2024 nanti bakal ada 15 persen pemilih pemula, yang didominasi oleh kelompok anak muda. Sementara untuk kelompok usia 17-39 tahun (masih kategori anak muda), diperkirakan bakal mencapai 60 persen dari total keseluruhan daftar pemilih.

“Ini menunjukkan bahwa 2024 nanti adalah pemilunya anak muda,” ujar Titi, dalam pemaparannya di diskusi “Roller Coaster Politik Hukum Indonesia Menjelang Pemilu 2024” yang diselenggarakan Ponpes Barokah Kalimasada, dikutip Rabu (11/1/2023).

Namun, mengingat anak muda termasuk kelompok yang dianggap “belum berpengalaman” secara politik, ada banyak guncangan yang dihadapi. Termasuk di antaranya adalah hoaks politik, money politic, hingga intimidasi dan paksaan yang membuat mereka tak punya otoritas penuh dalam memutuskan pilihan politiknya.

“Jika masalah ini bisa teratasi, suara anak muda bisa sangat menentukan,” sambungnya.

Selain masalah-masalah tersebut, pengajar di Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini juga menyampaikan bahwa “politik itu kotor” kadung menjadi stigma yang melekat dan memengaruhi anak muda. Banyak anak muda yang pada akhirnya memilih menjadi apolitis karena stigma negatif tadi.

Padahal, menurut Titi, semua kebijakan yang bakal dirasakan generasi muda—yang baik maupun yang buruk—semuanya ditentukan lewat jalur politik alias mekanisme pemilu. Ia mencontohkan dalam bidang pendidikan.

Untuk memilih para pembuat kebijakan yang kelak mengatur kurikulum pendidikan anak-anak muda ini, mau tak mau harus melewati mekanisme pemilu. Dengan demikian, kata Titi, harus diakui bahwa nasib mereka ditentukan oleh mereka sendiri melalui pilihan politiknya.

Maka, pendidikan dan pemahaman politik yang komprehensif pada akhirnya menjadi penting dimiliki. Titi pun berharap, pemahaman yang demikian bisa sampai pada tingkatan komunitas yang paling kecil di masyarakat.

“Dengan ide segar dan semangat muda yang mereka punya, pada 2024 anak muda bisa menjadi solusi dalam politik Indonesia ke depannya,” ujar Titi.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Suara Pemilih Pemula Bisa Menangkan Kandidat Perempuan dalam Pemilu

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2023 oleh

Tags: anak mudapemilih pemulaPemilu 2024
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Tahlilan di desa. MOJOK.CO
Catatan

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO
Esai

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO
Urban

Yang Perlu Kamu Tahu dan Kamu Lakukan di Tengah Kelesuan Ekonomi Saat Ini

29 Mei 2026
Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO
Urban

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beralih dari profesi dokter ke petani di Klaten. MOJOK.CO

Resah Jadi Dokter: Tangani Pasien Petani dengan Keluhan Sama, Pilih Turun ke Sawah demi “Menyembuhkan” Tanah

13 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Pengalaman buruk investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu MOJOK.CO

Pengalaman menyedihkan investasi saham habis 50 juta cuma untung 27 ribu per bulan bikin saya kapok dan memutuskan pindah ke deposito demi ketenangan hidup

16 Juli 2026
Suzuki S-Presso memang mobil aneh karena jelek tapi keren MOJOK.CO

Ibarat kata, Suzuki S-Presso adalah “Crocs KW” yang jelek tapi keren dan kini menjadi benteng pertahanan terakhir melawan kegilaan dunia yang serba mahal ini

14 Juli 2026
Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya MOJOK.CO

Kita Membeli Sabun karena Wanginya, Bukan karena Tahu Kandungannya

18 Juli 2026
Caruban—sebagai ibu kota dari Madiun—barangkali terkesan tidak bagus-bagus amat. Tapi bikin jatuh hati lewat hal-hal sederhana MOJOK.CO

Caruban Madiun Memang Tidak Bagus-bagus Amat, Tapi bikin Jatuh Hati Lewat Hal-hal Sederhana

13 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.