Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Mengenang Sosok Shinta Ratri, Satu-satunya Pemimpin Pesantren Transpuan di Dunia

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
3 Februari 2023
A A
pesantren waria

Ilustrasi Berpulangnya Shinta Ratri, Pemimpin Ponpes Transpuan (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK- Shinta Ratri berpulang pada Rabu (1/2/2023) kemarin. Figur ini, dikenal sebagai aktivis transpuan yang menggagas berdirinya Pondok Pesantren (Ponpes) Waria Al-Fatah, Yogya. Lalu, bagaimana kita mengenang sosoknya?

Pemimpin Ponpes Waria Al-Fatah tersebut wafat di usia 60 tahun. Melansir Kompas, beberapa hari sebelum meninggal, ia sempat mengeluh sakit asam lambung. Manajer Program Yayasan Kebaya, Rully Malay, menuturkan Shinta meninggal dunia sekitar pukul 6 pagi.

Iklan

“Empat hari yang lalu dia sakit. Tiba-tiba mengeluhkan asam lambung, lalu kami larikan ke rumah sakit terdekat. Ternyata dokter dari IGD (Instalasi Gawat Darurat) memperbolehkan dirawat di rumah,” kata Rully, dikutip Kamis (2/2/2023)

Selama hidupnya, Shinta Ratri dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan berbagai hak kelompok transpuan. Ia merupakan penggagas berdirinya Ponpes Al Fatah, yang menaungi santri transpuan.

Shinta, mendirikan ponpes tersebut karena sulitnya para transpuan mendapatkan hak beribadah di ruang publik.

Pemimpin pesantren transpuan satu-satunya di dunia

Ponpres Waria Al-Fatah Jogja, dalam pengembangannya tak lepas dari tangan Shinta Ratri. Ia salah satu tokoh awal yang mengembangkan pondok pesantren tersebut, bersama salah seorang pendiri, Maryani.

Melansir Tempo, Ponpes Al-Fatah merupakan satu-satunya pesantren transpuan di dunia. Semua berawal dari 2006, ketika banyak transpuan berkumpul dan berdoa untuk korban gempa di Jogja. Sejak saat itu, perkumpulan makin intens dan pada 2008 lahirlah Ponpes Al-Fatah.

Ponpes ini sempat vakum sejak 2014, setelah sang pendiri, Maryani, wafat. Namun, pada 2018 pesantren ini kembali menggeliat di bawah asuhan Shinta, dan sejak saat itu sudah ada ratusan transpuan yang menjadi santri.

Kepada BBC, Shinta pernah mengaku bahwa dirinya senang banyak transgender muda yang ikut beribadah. Ia berharap transpuan tidak hanya memikirkan urusan duniawi saja, karena bekal spiritual juga penting untuk membangun semangat hidup.

“Entah itu diskriminasi dan tekanan apa saja, bekal spiritual mampu membuat manusia nyaman hidup di dunia, bermasyarakat dan berketuhanan,” ujar Shinta, kala itu.

Hadirkan keberagaman lintas agama

Ada kisah menarik mengenai sosok Shinta Ratri. Cerita ini disampaikan oleh Pendeta GBI Jalan Terang Kasih Tuhan, Ratna Setyaningsih, saat mengenang mendiang pemimpin ponpes transpuan itu.

Menurut kesaksian Ratna, Shinta tak memandang perbedaan dalam beragama. Bahkan, Shinta juga turut andil dalam memberikan ruang bagi rekan-rekan transpuan beragama Nasrani, untuk bisa kembali beribadah.

Iklan

Saat itu, Shinta meminta Ratna untuk membina kerohanian kawan-kawan transpuan, khususnya yang beragama Nasrani. Hal ini mengingat masih banyaknya orang-orang yang mendiskriminasi transpuan ketika datang ke rumah ibadah.

“Awalnya beliau memberikan tempat di ponpesnya itu untuk ibadah bagi waria yang Nasrani, karena selama ini tidak ada yang membina dan saya melakukan apa yang beliau minta,” kata Ratna kepada Suara, dikutip Kamis (2/2/2023).

Ratna, dengan sepenuh hati meyakini, bahwa semua manusia sama di hadapan Tuhan terlepas dari apapun bentuk lahiriahnya. Keyakinan itu, juga ditambah dengan ajakan dari Shinta, yang membuat Ratna semakin yakin untuk membuka ruang tersebut.

Akhirnya, Ratna menerima permintaan Shinta dan lahirlah persekutuan doa untuk kawan-kawan transpuan nasrani, dengan nama Jalan Terang Kasih Tuhan—yang saat ini dibina Ratna.

Seiring waktu berjalan, kedua pondok rohani ini terus bersinergi berbarengan satu sama lain, melakukan berbagai program yang disusun. Tidak terkotak-kotak satu agama saja, bahkan mereka melebur menjadi satu kesatuan.

“Kita benar-benar tidak menyangka ya, kalau ada acara kerohanian muslim kami juga ikut mendukung. Demikian juga kalau kami beribadah beliau (Shinta) juga ikut terus mendampingi anak-anak waria,” tuturnya.

“Jadi kita benar-benar mengalami yang namanya di hadapan Tuhan itu tanpa sekat tanpa jarak karena tidak ada yang namanya jubah agama,” tukasnya.

Peran Shinta tak berhenti sampai di situ. Sosok Shinta bahkan tetap menjadi tempat bagi para transpuan, khususnya yang beragama Nasrani, untuk curhat atau bercerita tentang keluh kesah mereka.

“Ya justru karena dia (Shinta) seorang muslim, tapi justru memikirkan waria-waria Nasrani yang selama ini tidak ada yang membina kerohaniannya. Loh, itu yang luar biasa. Mungkin kami orang Nasrani pun belum tentu punya kepedulian loh,” ujar Ratna.

Sabet penghargaan HAM dunia

Melansir Jakarta Post, berkat kerja keras dan semangatnya mendampingi para transpuan, Shinta Ratri mendapat penghargaan pejuang hak asasi manusia dari Front Line Defenders pada 2019 lalu.

Lembaga berbasis di Irlandia tersebut menilai, Shinta adalah tokoh inspiratif di lingkup Asia-Pasifik, atas jasanya memperjuangkan hak-hak transpuan melalui pondok pesantren.

Sosok Shinta, memang dikenal pembela para transpuan untuk mendapatkan hak beribadah. Oleh karenanya, dia membina Pondok Pesantren Waria Al-Fatah.

Dia dikenal ulet, dan telah berwiraswasta sejak masih SMA. Shinta juga berprinsip untuk melakoni hidup tak sekedar menyenangkan orang lain.

Hadirnya ponpes Al-Fatah sekaligus juga berusaha menghapus stigma negatif yang melekat pada masyarakat terkait transpuan. Para santri, terbukti mampu berbaur dan berhubungan baik dengan warga. Mereka, selain rajin beribadah juga berdaya dengan bekerja di berbagai sektor, seperti salon dan sejumlah LSM.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Menghargai Keberadaan Waria yang Ada di Sekitar Kita

Terakhir diperbarui pada 3 Februari 2023 oleh

Tags: Pemilu 2024pemimpin pesantrenponpes transpuanrumah ibadahShinta Ratritranspuanwaria
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

ponpes al fatah.MOJOK.CO
Ragam

Hak Prerogatif Tuhan di Ponpes Waria Al Fatah

14 Juli 2025
Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

77 persen lulusan sekolah vokasi (sarjana terapan) tembus dunia kerja. Lebih dari dari lulusan S1 MOJOK.CO

Lulusan Sekolah Vokasi (Sarjana Terapan) Lebih Laris di Dunia Kerja dari S1, Industri Butuh yang Berketerampilan

7 Agustus 2026
buku siswa sekolah.MOJOK.CO

Jangan Jadikan Pergantian Buku Pelajaran sebagai Proyek Politik Tahunan 

10 Agustus 2026
Hadapi 777 cv lamaran kerja untuk 1 posisi. IPK dan nama besar kampus tak penting lagi di mata HR MOJOK.CO

Hadapi 777 CV Lamaran Kerja untuk 1 Posisi, HR Tak Peduli IPK-Asal Kampus karena Urusan di Atas Kertas Bukan Jaminan Etos Kerja

8 Agustus 2026
Token listrik lebih awet setelah mengubah kebiasaan kecil di rumah (Unsplash)

Token listrik lebih awet setelah saya mengubah kebiasaan kecil di rumah

7 Agustus 2026
Hyrox. MOJOK.CO

Panduan Selamat sebelum Menjajal Hyrox agar Nggak Celaka: Dari Latihan Angkat Beban sampai Tips Punya Asuransi Jiwa

9 Agustus 2026
Modal 2 juta bisa untung cepat dari usaha rumahan cuci sepatu MOJOK.CO

Modal 2 juta bisa untung cepat dari usaha rumahan cuci sepatu

11 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.