Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

Kursi Perempuan di DPR Alami Peningkatan di Pemilu 2019, Bagaimana Sebarannya?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
6 Desember 2022
A A
kursi perempuan mojok.co

Ilustrasi anggota DPR (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Representasi perempuan pada Pemilu 2019 mengalami peningkatan jika dibanding pemilihan umum sebelumnya, yakni pada 2014. Tercatat, sebanyak 20,52 persen atau 118 dari total 575 kursi di Senayan hari ini diisi oleh anggota dewan perempuan. Lantas, bagaimana persebarannya di tiap partai politik?

Pada Pemilu 2014 lalu, perempuan memenangkan 18 persen dari total 560 kursi DPR RI. Jumlah ini merupakan yang terbanyak jika dibanding pemilu-pemilu sebelumnya. Pada Pemilu 2009, hanya ada 11 persen representasi perempuan di parlemen. Sementara dua edisi sebelumnya tak mencapai angka 10 persen.

Lonjakan terjadi pada Pemilu 2019. Jumlah kursi yang dimenangkan perempuan mencapai angka 20 persen lebih. Menurut laporan penelitian Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), hal ini tak terlepas dari upaya parpol-parpol yang memperbanyak jumlah caleg perempuan mereka dalam Pemilu.

Berdasarkan kebijakan afirmasi (affirmative action) atas UU No. 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu, ditentukan bahwa keterwakilan perempuan masing-masing parpol dalam Pemilu minimal berada di ambang batas 30 persen.

“Hal ini pula yang kemudian membuat parpol-parpol mengusung banyak nama caleg perempuan,” kata laporan tersebut.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP), tercatat menjadi parpol dengan jumlah caleg perempuan terbanyak yang diajukan. Partai berlogo Ka’bah ini menyetor 233 caleg perempuan untuk berebut kursi di DPR RI. Jumlah tersebut setara dengan 42,06 persen dari total keseluruhan kandidat yang mereka usung.

Selanjutnya, menyusul Partai Perindo dengan 221 caleg perempuan (38,91 persen), NasDem 221 (38,43 persen) dan PKB 220 (38,26 persen). Sementara Golkar 217 (37,80 persen), PDIP 215 (37, 59 persen), Partai Berkarya 212 (38,48 persen), Gerindra 211 (37,60 persen), dan PKS 210 (39,62 persen), berada di urutan selanjutnya.

Dari nama-nama yang diajukan tersebut, sebanyak 118 kursi berhasil dimenangkan. Dari 118 kursi yang diraih perempuan di DPR RI, PDIP meraih slot terbanyak, yakni 26 kursi. Disusul Golkar dan Nasdem (19 kursi), PKB dan Gerindra (12), Demokrat (10), PKS (8), PAN (7), dan PPP (5).

Masih menukil data Puskapol UI, rata-rata perolehan kursi perempuan dari masing-masing parpol tersebut juga cenderung alami meningkat jika dibanding Pemilu 2014 silam.

PDIP, misalnya, mengalami kenaikan 5 kursi dari yang semula 21 kursi pada 2014 lalu. Sementara Golkar naik 3 kursi, Nasdem dan Gerindra naik 8, dan PKS naik 7.

“Sedangkan partai lain cenderung turun,” tulis laporan tersebut.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA 3 Faktor Penghambat Peran Perempuan Dalam Politik Menurut Khofifah

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2026 oleh

Tags: anggota dewan perempuanPemilu 2024perempuanrepresentasi perempuansuara politik perempuan
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Aktual

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

PNS tetap WFO saat WFH

PNS Lebih Pilih Tetap Pergi ke Kantor saat WFH, Takut Tergiur “Godaan” Kelayapan Malah Berujung Gagal Hemat BBM

8 April 2026
Ribetnya urusan sama pesilat. Rivalitas perguruan pencak silat seperti PSHT dan PSHW (SH Winongo) bikin masalah sepele jadi alasan rusuh MOJOK.CO

Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial

7 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
Jurusan Kebidanan Unair tolong saya dari kekecewaan gagal kuliah di Kedokteran. MOJOK.CO

Tinggalkan Mimpi Jadi Dokter karena Merasa Bodoh dan Miskin, Lulus dari Jurusan Kebidanan Unair Malah Bikin Hidup Lebih Bermakna

6 April 2026
Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Innova Reborn: Mobil Keluarga yang Paling Punya Adab (Wikimedia Commons)

Ketika Bapak Semakin Ngotot Membeli Innova Reborn untuk Jadi Mobil Keluarga, Anak-anaknya Khawatir Hidup di Desa Jadi Cibiran Tetangga

4 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.