Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kotak Suara

8 Partai Kompak Tolak Proporsional Tertutup, Apa Saja Poin Kesepakatannya?

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
9 Januari 2023
A A
sistem proporsional tertutup mojok.co

Ilustrasi gambar parpol di surat suara (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Delapan ketua umum dan pimpinan partai politik (parpol) parlemen berkumpul di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Minggu (8/1/2023) kemarin. Pertemuan ini menghasilkan lima poin, yang berisi penyataan sikap atas wacana sistem proporsional tertutup dalam Pemilu 2024.

Sebagaimana diketahui, proporsional tertutup jadi isu yang ramai di parlemen akhir-akhir ini. Terdapat berbagai komentar dan penolakan atas wacana tersebut, termasuk dari kubu partai yang berkumpul ini.

Pertemuan tersebut terpantau dihadiri oleh Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, hingga Presiden PKS Ahmad Syaikhu.

Selain itu, hadir pula Waketum Partai NasDem Ahmad Ali dan Waketum PPP HM Amir Uskara. Sementara perwakilan Partai Gerindra tidak hadir, tapi disebut menyetujui kesepakatan bersama ini.

“Yang hari ini tidak terlihat adalah Partai Gerindra,” ucap Ketum Partai Golkar Airlangga.

“Namun, Partai Gerindra sudah berkomunikasi baik dengan saya maupun dengan NasDem, dan sudah menyetujui statement yang dibuat ini,” sambungnya.

5 Poin Kesepakatan

Pertemuan yang diinisiasi oleh Partai Golkar ini menghasilkan lima poin kesepakatan. Pada dasarnya, mereka sepakat untuk menolak wacana sistem pemilu proporsional tertutup diberlakukan kembali.

“Salah satu yang ingin dibicarakan, pernyataan Ketua KPU tentang proporsional terbuka,” ujar Waketum NasDem Ahmad Ali dalam acara tersebut, dikutip Tempo.

“Itu menjadi poin yang akan kita diskusikan supaya ada pemahaman sama. Harusnya seperti itu, karena persoalan ini memang domain parpol yang pembuat UU itu, bukan domain MK,” tegasnya.

Lantas, apa saja lima poin kesepakatan yang terumus dalam kesepakatan tersebut. Berikut di antaranya:

  1. Kami menolak proporsional tertutup dan memiliki komitmen untuk menjaga kemajuan demokrasi di Indonesia yang telah dijalankan sejak era reformasi. Sistem pemilu proporsional tertutup merupakan kemunduran bagi demokrasi kita. Di lain pihak, sistem pemilu proporsional terbuka merupakan perwujudan dari demokrasi yang berasaskan kedaulatan rakyat di mana rakyat dapat menentukan calon anggota legislatif yang dicalonkan oleh partai politik. Kami tidak ingin demokrasi mundur.
  2. Sistem pemilu dengan proporsional terbuka merupakan pilihan yang tepat dan telah sesuai dengan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 22-24/PUU-VI/2008 pada tanggal 23 Desember 2008 yang sudah dijalankan dalam tiga kali pemilu. Dan gugatan terhadap yurisprudensi akan menjadi preseden yang buruk bagi hukum kita dan tidak sejalan dengan asas Ne Bis In Idem.
  3. KPU tetap menjalankan tugasnya sebagai penyelenggara pemilu dengan menjaga netralitas dan independensinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
  4. Kami mengapresiasi kepada pemerintah yang telah menganggarkan anggaran Pemilu 2024 serta kepada penyelenggara pemilu terutama KPU agar tetap menjalankan tahapan-tahapan Pemilu 2024 sesuai yang telah disepakati bersama.
  5. Kami berkomitmen untuk berkompetisi dalam Pemilu 2024 secara sehat dan damai dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar tetap memelihara stabilitas politik, keamanan, dan ekonomi.

Menghormati pertemuan

Pihak PDIP, yang menjadi parpol pendukung sistem proporsional tertutup, angkat suara terkait perkumpulan tersebut. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, menyebut pihaknya menghormati dan memandang pertemuan tersebut sebagai bagian dari demokrasi.

“Pertemuan-pertemuan itu kan bagus. Sama, kami juga bertemu dengan rakyat, dan itu hal yang biasa di dalam politik untuk saling bertemu,” kata Hasto, dikutip dari Kumparan, Senin (9/1/2023).

“Pertemuan yang ada di Hotel Dharmawangsa itu kita hormati sebagai bagian dalam tradisi demokrasi kita,” sambungnya.

Sementara Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD—yang belakangan diketahui juga mendukung sistem proporsional tertutup—juga mengaku menghormati pertemuan delapan elite parpol itu.

Iklan

Menurut Mahfud, pemerintah sebenarnya tidak boleh bersikap mengenai pertemuan delapan parpol yang menegaskan penolakan atas wacana proporsional tertutup. Namun, secara pribadi ia mengaku sangat mempersilakan para parpol untuk mengambil sikap mereka masing-masing terkait wacana itu.

“Silakan saja, pemerintah tidak boleh bersikap. Karena partai itu yang menentukan pilihannya sendiri dan MK yang memutuskan,” tutur Mahfud.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Amanatia Junda

BACA JUGA Sistem Proporsional Tertutup Rugikan Politisi Perempuan

Terakhir diperbarui pada 9 Januari 2023 oleh

Tags: Pemilu 2024sistem pemilusistem proporsional tertutup
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, KKN Undip.MOJOK.CO
Kampus

Rasanya Satu Kelompok KKN dengan Anak Caleg, Semua Urusan Jadi Mudah Meski Suasana Bikin Tak Betah

14 Juli 2024
Komeng: Olok-Olok Rakyat Biasa untuk Menertawakan Politik MOJOK.CO
Esai

Komeng Adalah Bentuk Olok-Olok Paling Menohok yang Mewakili Lapisan Masyarakat Biasa untuk Menertawakan Politik

19 Februari 2024
bayi prabowo gibran di sumatera selatan.MOJOK.CO
Ragam

Kisah Bidan yang Membantu Persalinan Bayi Bernama Prabowo Gibran di Sumatera Selatan

16 Februari 2024
Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul 15.00 MOJOK.CO
Kabar

Menyaksikan Coblosan di Wotawati, Kampung Warisan Majapahit yang Mataharinya Tenggelam Pukul Tiga Sore

14 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Usai lulus SMA jadi fotografer di Kota Lama Surabaya. MOJOK.CO

Jadi Fotografer Lepas di Kota Lama Surabaya usai Lulus SMA, Gaji Tak Seberapa asal Bisa Menabung untuk Masa Depan yang Lebih Cerah

4 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
pekerja kantoran.MOJOK.CO

Akal-akalan “Kantor adalah Keluarga”, Menguras Mental dan Menggerogoti Karier

4 Juni 2026
Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia MOJOK.CO

Sisi Gelap Orang Tua Hebat: Hasilkan Generasi Rapuh yang Lembek Hadapi Kerasnya Dunia

8 Juni 2026
Campus League Basketball 2026 Regional Jakarta Season 1 tidak hanya jadi panggung prestasi basket, tapi juga warna baru solusi mobilitas masa depan anak muda dengan motor listrik Polytron MOJOK.CO

Puncak Campus League Basketball 2026 Jakarta S1: Tak Hanya Jadi Panggung Basket tapi Juga Hadirkan Solusi Mobilitas Masa Depan Anak Muda

2 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.