Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Konter

Laptop Toshiba Satellite L300: Kokoh, Kuat, dan Setia Seperti Giant Temannya Doraemon

Hendi Abdurahman oleh Hendi Abdurahman
7 April 2020
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Laptop Toshiba Satellite L300 punya saya ini memang sudah renta. Namun, ia kokoh, kuat, dan setia seperti Giant, temannya Doraemon. Siap diadu sama laptop lemah zaman sekarang.

Setelah menyelesaikan pekerjaan di suatu sore, laptop Toshiba Satellite L300 berukuran 15,4 inci di depan saya tiba-tiba terlihat lebih gagah dari biasanya. Laptop keluaran tahun 2008 itu, nggak tau kenapa, kayak lebih mewah aja gitu. Karena efek cahaya? Tapi masa ,sih.

Setelah mengarungi bahtera kehidupan selama empat tahun bersama, hari itu, laptop saya kayak ngeluarin aura terpendamnya. Ia seolah membusungkan dada sambil berkata “Kieu-kieu ge aing mah kuat!”

Laptop Toshiba Satellite L300 ini saya beli bekas dengan mahar Rp1,5 juta dari seorang kawan. Saya sempat ingat, sebelum acara ijab Kabul pernikahannya, kawan saya bercerita bahwa sebelumnya laptop ini berprosesor AMD dengan RAM 1 GB. Namun, ketika saya cek lewat dxdiag, tertera informasi bahwa prosesornya adalah Intel Core 2 Duo.

Selidik punya selidik, kawan saya menjelaskan panjang lebar. Jiwa salesnya secara otomatis keluar dan mengisahkan bahwa papan induk dari laptop tersebut telah dibongkar, termasuk prosesornya. Tak hanya itu, RAM-nya juga di-upgrade menjadi 2 GB.

Saya seperti terhipnotis. Apalagi, di tongkrongan anak-anak STM (Sekolah Teknik Menengah) dulu, saya kerap dicekoki kalau Intel lebih dingin dan memiliki daya tahan lebih baik dibandingkan AMD. Ditambah, teman saya ini juga menggaransi jika ada apa-apa dalam durasi 1 atau 2 bulan, ya tinggal kontak aja.

Tak dinyana, dari momen bersejarah tersebut hingga saya menulis ini, tak pernah ada masalah hardware. Kayak jalanan saat social distancing, lancar jaya. Pengecualian terjadi pada sisi software karena beberapa kali sempat saya instal ulang lantaran terserang virus.

Nah, dengan perawakannya yang lebih besar dibanding laptop-laptop sekarang, di mata saya, laptop Toshiba Satellite terlihat kuat dan kokoh. Bikin saya teringat sosok Giant di kartun Doraemon yang juga memiliki persamaan dengan laptop Toshiba Satellite L300 ini: besar, kuat, kokoh, dan siap menghadapi aral-melintang. Pokoknya ini laptop Giant banget.

Meski begitu, bukan berarti laptop yang saya sayangi ini tanpa kelemahan. Seiring usia yang kian renta, mobilitasnya pun terbatas. Adaptor charger dan kabelnya mesti dililit 27 putaran untuk memastikan terkoneksi listrik. Baterai? Ya jangan ditanya. Udah nggak ada fungsinya. Tetap saya pasang biar kelihatan pantas aja.

Beberapa teman sering meledek secara terang-terangan. Untungnya, seolah telah bersinergi menjadi satu dengan laptop Toshiba Satellite ini, saya selalu kuat menghadapi ledekan tersebut.

Pernah suatu kali saya membuka laptop Toshiba Satellite L300 ini dengan kepercayaan diri dalam sebuah perkumpulan.

“Hen, ieu laptop atau TV?” Ejek Irfan, teman saya.

“Lain TV anjir, kulkas!” sahut Arip.

“TOSHIBA. Tos Hideung Bau,” beber Upi yang diakhiri tawa menggelegar teman-teman lain.

Iklan

“….,” saya tak menimpali. Diam.

Sejak itu, saya sempat minder dan nggak bakal lagi mengeluarkan Si Giant ini di keramaian. Tapi kemudian saya berpikir. Hampir semua teman saya menggunakan laptop berprosesor core i-5 yang tipis kayak tempe keripik. Laptop mereka terlihat cantik dan anggun. Namun, kalau kelak IC power laptop mereka “kena”, saya bakal syukuran. Bodo amat dianggap jahat!

Berkat pemikiran yang menenangkan itu, saya urung ganti laptop. Bukan hanya karena sudah kadung sayang sama laptop Toshiba Satellite ini.

Bagi saya, laptop ini masih bisa bertarung sesuai dengan kebutuhan saya. Masih tangguh menjelajah dunia via Internet. Berpindah dari satu IP address ke IP address lainnya. Kalaupun mentok karena imbauan Internet Positif, tinggal gunakan VPN.

Pekerjaan saya juga tidak menuntut saya untuk berpisah dengan Si Giant. Lha wong saya nggak perlu berkutat dengan aplikasi berat semacam Auto atau Corel Draw. Bukankah cinta itu sederhana. Cinta itu melengkapi. Ketika kita membutuhkan, ia selalu ada. Bahkan Tangguh untuk menemani kita berjuang di kehidupan ini.

Secara tampilan, laptop Toshiba Satellite ini mungkin kalah cakep sama laptop kepunyaan teman saya. Tapi, dari segi ketahanan, saya bahkan berani menyejajarkan sama Lenovo Thinkpad kepunyaan Fidocia Wima Adityawarman.

Wahai kalian, ingat, bukankah barang elektronik itu sejatinya diperuntukkan sebagaimana kebutuhan masing-masing? Tsaaah~

Kini, saya semakin bangga dengan laptop Toshiba Satellite L300 kepunyaan saya ini. Kenapa? Saya kasih tau alasannya: bukankah barang elektronik yang ideal itu yang nggak bikin cilaka kantong? Ya iyalah, Si Giant ini terbukti minim perawatan. Nggak perlu gonta-ganti ini dan itu. Sangat pengertian melebihi semua gebetan pokoknya.

Kelak ketika harus ganti laptop, sepertinya saya tak akan berpaling dari Toshiba. Ia telah menyatu dalam diri saya. Hahaha…apa kamu lihat-lihat laptop saya! Mau meledek!

BACA JUGA Derita Anak IT, Kuliah Mahal Cuma Buat Disuruh Servis Laptop atau curhatan soal rasa cinta kepada gadget lainnya di rubrik KONTER.

Terakhir diperbarui pada 7 April 2020 oleh

Tags: doraemongiantlaptop toshibalaptop toshiba satellite L300review laptop
Hendi Abdurahman

Hendi Abdurahman

Artikel Terkait

Selamat tinggal Doraemon di RCTI. MOJOK.CO
Catatan

Doraemon dan RCTI Akhirnya Berpisah, Terima Kasih Telah Temani “Inner Child” Saya yang Terluka

7 Januari 2026
Sambatan-sambatan Orang Umur 30 Tahun
Pojokan

Sambatan-sambatan Orang Umur 30 Tahun

28 Juni 2021
Member JKT48 lan Fans Dekisugi Mestine Ngerungokna Lagu-lagune Nadin Amizah Men Ora Sengitan karo Dunya MOJOK.CO
Rerasan

Member JKT48 lan Fans Dekisugi Mestine Ngerungokna Lagu-lagune Nadin Amizah Men Ora Sengitan karo Dunya

23 Januari 2021
Yang Bisa Dilakukan Doraemon usai Nobita Nikah di ‘Stand by Me Doraemon 2’
Esai

Yang Bisa Dilakukan Doraemon usai Nobita Nikah di ‘Stand by Me Doraemon 2’

21 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Bisnis Laundry: Cuan 15 Juta Hilang karena Kebodohan MOJOK.CO

Pengalaman Bisnis Laundry yang Cukup Menyedihkan, Berharap Cuan Besar 15 Juta per Bulan tapi Cuma Dapat 3 Juta: Boncos karena Kebocoran-Kebocoran Sepele

4 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Peserta nyentrik gowes ke Klaten untuk ikut KLIC Fest 2026. MOJOK.CO

“Onthelis” dari Nusantara Rela Gowes Berhari-hari dengan Sepeda Tua Guna Misi Kebudayaan yang Memukau Para Bule

3 Juni 2026
In this economy: momen para laki-laki merasa gagal sebagai anak dan suami karena masalah keuangan (sulit ekonomi) MOJOK.CO

In This Economy: Momen Para Laki-laki Merasa Gagal sebagai Anak dan Suami, Gaji Numpang Lewat tapi Bingung Mau Kerja Model Gimana Lagi

1 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.