fbpx

MOJOK.CO –  Hoaks virus corona disebarkan lewat hape Xiaomi memang terlalu bodoh untuk dipercaya. Tapi, buat jaga-jaga kalau ada temanmu yang percaya dan ngajak debat, mari kita uji seberapa masuk akal hoaks ini.

Hoaks virus corona disebar pake hape Xiaomu ini beredar di macam-macam platform. Kalau di Twitter, bunyinya gini. Nggak tahu deh maksudnya bercanda satire atau emang dasarnya goblok.

Lalu juga ada di WhatsApp yang terus diunggah di media sosial lain. Dikutip dari Suara, bunyi imbauan hoaks virus corona itu begini:

“Yang pake hp xiaomi cepat buang hp kalian , Karna virus Corona berasal dari china , dan menyebar melalui server, dikeluarkan dari speaker xiaomi!”

(((menyebar melalui server)))

(((dikeluarkan dari speaker xiaomi)))

Ini yang nyebar dan percaya hoaks virus corona di atas, pasti dulu kalau komputernya kena virus langsung dikasih parasetamol.

Mengingat broadcast model begitu sangat mungkin memakan korban, terutama para pengguna gadget yang pengetahuan teknologinya parah, mau nggak mau informasinya tetap harus diluruskan.

Penjelasannya ringkas banget. Pertama, sejak 2017 hape Xiaomi yang dijual di Indonesia dirakit di Batam. Tapi, kalau temanmu ngeyel dengan bilang “TaPi kAn SoFtwArEnya diBiKiN Di cHiNa” atau la la la lainnya, langsung skak bahwa UNTUK MENYEBAR, VIRUS HARUS DIPERANTARAI SEL HIDUP.

Baca juga:  4 Jenis Masker yang Bisa Dipakai biar Nggak Ketularan Virus Corona dan Cara Makenya

Dalam kasus virus corona beserta keluarga besarnya (SARS, MERS), reservoir atau inang atau tempat hidup dan berkembang biak patogen infeksius alias si virus ini diduga adalah sejumlah hewan seperti kelelawar, musang, dan unta.

Tapi, iya ini ada tapinya, hewan mana yang menyebarkan virus corona baru nCoV 2019 ini, belum ada ahli yang bisa menunjuk pasti. Itulah kenapa di artikel sebelumnya, Mojok menyebut bahwa makan kelelawar bikin orang terkena virus corona tergolong hoaks. Kita nggak bisa nyalahin kelelawar, tapi sebaiknya ya… buat jaga-jaga ya… mending jangan mamam kalong dulu.

Jadi, nggak ada ceritanya virus corona nempel di baterai Xiaomi apalagi disebarin pake server dan speaker (boleh ngakak nggak sih?). Lah kalaupun pasien corona bersin dan kena hape Xiaomi, itu virus yang nempel di benda mati itu nggak akan mampu bertahan hidup berjam-jam.

Sejauh ini, yang ahli tahu, virus corona menular lewat bersin, batuk, dan sentuhan kulit. Tapi syaratnya, itu harus terjadi saat kita berhadap-hadapan dengan si pasien.

Jika temanmu tetap ngeyel sama hoaks virus corona tadi meski sudah dijelaskan, nyerah aja udah. Buat para pencintanya, selalu ada alasan untuk percaya teori konspirasi. Sekalipun teori itu bikin si pencinta tampak bodoh, misalnya dengan menyimpulkan Xiaomi = merek China = semua barangnya dibuat di China. Yaelah, nggak gitu cara kerja korporasi multinasional, son. Lu pikir iPhone yang kantor pusatnya di Amerika Serikat itu dirakit di mana?

Baca juga:  Hukum Tak Tertulis di Media Sosial yang Sebaiknya Kita Ketahui

Di Shenzen, China.

Alias cuma 894 km dari Wuhan.

Dyaaar.

BACA JUGA Cara Agar Milenial Miskin Bisa Punya Rumah dan artikel menarik lainnya di POJOKAN.



Tirto.ID
Loading...

No more articles