MOJOK.COSetelah menjangkit ribuan orang dan menewaskan 80 orang di China (data per 27/1), virus corona saat menjadi ketakutan nomor satu seluruh penduduk bumi. Kepanikan ini makin menjadi ketika ditambah video-video ngaco yang beredar di internet.

Virus corona baru yang resminya bernama 2019-novel coronavirus (nCoV 2019) ini dicurigai cepat bermutasi, membuat otoritas China melakukan penanganan secara total dan mencegah seminimal mungkin orang tertular.

Sementara banyak sekali orang sedang panik karena epidemi ini, sejumlah hoaks nggak bertanggung jawab tersebar di media sosial. Gobloknya, kok pada percaya sebelum cek fakta dan kebenarannya. Netizen rebahan yang cuma scrolling medsos harus mulai scroll media secara komprehensif.

Bahkan percaya pada media berbahasa Inggris itu nggak selamanya bisa jadi patokan. Media yang mirip koran nggak jelas yang bahasa Inggrisnya ndakik-ndakik juga banyak. Maka dengan niat yang begitu suci, meluruskan fakta dan hoaks virus corona adalah sebaik-baiknya tindakan dalam merespons informasi ini.

Hoaks #1 Virus corona lahir akibat kebiasaan penduduk China yang suka makan hewan nggak lazim, termasuk kelelawar dan tikus hidup

Ketika beberapa video yang beredar di medsos memperlihatkan orang-orang China sedang makan kelelawar dan tikus hidup, saya termasuk orang yang termakan hoaks tersebut. Sambil jijik saya mengumpati kelakuan orang China yang demikian. Tapi aneh rasanya ketika orang-orang di Wuhan sedang berjuang habis-habisan, kita malah menciptakan narasi tentang stigma penduduk China itu sendiri.

Obrolan di media sosial kemudian berujung pada kesimpulan kalau virus corona ditimbulkan dari kebiasaan makan hewan eksotis yang cenderung awur-awuran karena makan hewan liar di China dianggap keren. But…

Virus ini belum terverifikasi berasal dari tikus dan kelelawar. Dugaan berkembangnya virus dari makanan yang dibeli di pasar makanan laut Huanan di Wuhan juga belum bisa dibuktikan.

Faktanya 2019-novel coronavirus atau n-CoV 2019 masih satu keluarga dengan dua virus yang pernah menjadi pembunuh massal di dunia, yakni MERS-CoV 2012 (Middle East Respiratory Syndrome-Corona Virus) dan SARS-CoV 2002 (Severe Acute Respiratory Syndrome-Corona Virus).

MERS pertama kali diidentifikasi di Jeddah, Arab Saudi pada 2012. Virus ini kemudian menyebar ke 27 negara, menginfeksi 2.494 orang, dan membunuh 858 orang.

Baca juga:  Gugur Gunung, Tradisine Wong Jawa Dinggo Nglawan Pagebluk

SARS pertama kali muncul di Guangdong, China, pada 2002, menyebar ke 30 negara, menginfeksi 8.437 orang, dan mengakibatkan 813 orang meninggal dunia.

Kedua virus itu diduga sampai ke manusia lewat hewan. MERS dari unta, SARS dari kelelawar dan musang. Sekali lagi, hingga saat ini hewan pasti yang menjadi reservoir penyakit ini masih dalam dugaan lho ya.

Hoaks #2 Virus corona sudah menewaskan ratusan ribu orang dan menjangkit jutaan orang di China

Beredar informasi di internet bahwa 23 juta orang dikarantina, sementara 112 ribu orang meninggal dunia karena virus corona baru ini. Informasi yang bombastis tapi bohong besar.

Faktanya sampai artikel ini ditulis, tercatat lebih dari 2.800 kasus pasien terjangkit virus corona dan menewaskan 80 orang. Hitungan secara live mengenai pasien dan korban meninggal selalu diperbarui laman South China Morning Post dan kalian bisa cek di sini.

Bagaimanapun, masih lebih ngeri virus influenza sebenarnya, yang kasusnya jutaan setiap tahun. Tapi bedanya, kita sudah kenal influenza dan bisa menanganinya dengan benar. Sedangkan virus corona baru ini masih jadi misteri bagi ahli virus, tambah lagi virus ini diduga terus bermutasi.

Hoaks #3 Virus corona adalah senjata biologis yang sengaja dibuat oleh China dan entah bagaimana ceritanya, Bill Gates terlibat

Ketika orang Amerika dan Korea Utara sibuk perang nuklir, beberapa pihak sok-sokan memprediksi kalau orang China justru diam-diam bikin senjata biologis. Bahkan beberapa media menyampaikan narasi bahwa virus corona dibuat dalam laboratorium yang sengaja digunakan untuk senjata perang karena sifatnya yang mematikan.

Rumornya, Bill Gates juga ikut bertanggung jawab mendanai laboratorium percobaan senjata biologis di China ini. Sehingga pada dasarnya virus corona yang menjangkit masyarakat Wuhan timbul akibat kebocoran senjata biologis ini. Dari sekian hoaks yang beredar, konspirasi ini adalah yang paling jahara.

Faktanya virus corona diprediksi ditularkan dari hewan kepada manusia. Tidak ada bukti senjata biologis berupa virus yang sengaja dibuat China untuk memusnahkan penduduknya sendiri, sebagaimana tak ada bukti bahwa Bill and Melinda Gates Foundation mendanai laboratorium yang berhubungan dengan virus corona.

Baca juga:  Liverpool yang Frustasi Mengejar Kabar Baik dari Virus Corona

Hoaks #4 Vaksin sudah ada namun disembunyikan pemerintah China karena bakal dijual dengan harga super mahal demi permainan ekonomi.

Kebencian media-media barat terhadap China memang nyata adanya. Banyak yang bikin narasi mengerikan biar seluruh dunia panik berjamaah karena menyadari betapa kejamnya pemerintahan China. Pemerintah China dituduh sudah punya vaksin tapi tidak dengan mudah diberikan ke orang-orang karena bakal dijual mahal setelah virus ini menyebar ke seluruh dunia.

Motif ekonomi diduga jadi alasan rencana monopoli vaksin virus corona yang bakal dipasarkan sebentar lagi.

Faktanya boro-boro jualan vaksin demi mendongkrak perekonomian, China justru lagi mati-matian berjuang buat mencari vaksinnya. Tujuannya jelas pertama-tama buat mengobati pasien yang sudah terinfeksi.

Kalau tujuan pemerintah China sejahat itu, mustahil mereka lalu membangun sebuah rumah sakit dadakan demi penduduknya sendiri. Mereka bahkan mengerahkan seluruh elemen untuk terlibat dalam penanganan virus. Masyarakat Wuhan diminta untuk tidak keluar kota, pariwisata dihentikan, tidak ada juga wisatawan yang dengan bebas jalan-jalan di Wuhan, semua ditutup.

Tujuannya tentu biar jumlah orang yang terjangkit nggak terus-terusan bertambah dan menyebar ke seluruh wilayah. Kalau sengaja mau jualan vaksin, orang China dengan virus corona pasti langsung disebar ke seluruh penjuru bumi.

Jika kalian menyaksikan ketakutan penduduk di Wuhan, itu adalah hal wajar. Mereka tentu sangat takut karena tiba-tiba merasa layaknya diisolasi untuk tidak keluar dari Wuhan. Banyak video tentang beberapa orang yang collapse di jalan. Tidak semua video tersebut direkam di Wuhan dan berhubungan dengan virus corona.

Beberapa orang sengaja terlihat tidak berdaya agar segera mendapat penanganan tenaga medis, padahal rumah sakit di Wuhan penuh sesak dan tenaga medisnya lagi supersibuk. Nggak usah panik berlebihan. Tetap kalem, serius, tapi yang tertib baca berita.

BACA JUGA Apa Itu Virus Corona? Apa Benar Santet Ki Joko Bodo Penyebabnya? atau artikel lainnya di POJOKAN.