Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Menelusuri Sejarah UGM, Kampus Swasta yang Berubah Status Menjadi Negeri

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
20 September 2023
A A
Menelusuri Sejarah UGM, Kampus Swasta yang Berubah Status Menjadi Negeri MOJOK.CO

UGM (ugm.ac.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Universitas Gadjah Mada (UGM) kampus swasta sebelum menjadi negeri. Dia menjadi negeri setelah melewati jalan yang panjang dan berliku. Begini sejarah UGM.

UGM dahulu bernama Balai Perguruan Tinggi (BPT) Swasta Gadjah Mada. Cikal bakal UGM tersebut berdiri pada 3 Maret 1946. BPT Gadjah Mada lahir berkat iniasiasi dari sejumlah akademisi yang hendak mendirikan balai perguruan tinggi (universitas swasta) di Jogja.

Pertemuan tersebut diketuai oleh  Mr.R.S. Budhyarto Martoatmodjo. Turut hadir di sana Ir. Marsito, Prof. Dr. Prijono, Sdr. Mr. Soenardjo, dan cendikiawan lainnya. Sejumlah nama kemudian ditetapkan sebagi pengurus. Di antaranya Dr. Soeleiman, Dr. Soeharto, B.P.H. Bintoro, Mr. Mangunjudo, K.P.H. Nototaruno, Prof. Ir. Rooseno, dan sejumlah nama lainnya.

Kala itu, Balai Perguruan Tinggi (BPT) Swasta Gadjah Mada itu memiliki dua fakultas. Yakni Fakultas Hukum dan Fakultas Kesusasteraan.

Aktivitas akademik pascakemerdekaan di Jogja dan Klaten

Dua bulan sebelum kampus tersebut terbentuk, Sekolah Tinggi Teknik (STT) Bandoeng mengungsi ke Jogja. STT Bandoeng kemudian memulai perkuliahan di Jogja pada 17 Februari 1946. Kampus Teknik berstatus negeri tersebut hijrah dari Kota Kembang ke Kota Gudeg untuk menghindari kerusakan akibat perang revolusi pascakemerdekaan.

Di momen yang berdekatan, berdiri sejumlah lembaga pendidikan. Antara lain Pendidikan Tinggi Kedokteran (di era Belanda bernama STOVIA), Sekolah Tinggi Kedokteran Hewan, Sekolah Tinggi Farmasi, dan Perguruan Tinggi Pertanian. Kesemuanya berlokasi di Klaten, sekitar 20 kilometer dari Jogja.

Perang Agresi Militer Belanda II sempat membuat perkuliahan di sejumlah kampus tersebut terhenti. Pada pengajar, mahasiswa, dan staf ikut berperang melawan penjajah. Seusai perang sejumlah kampus tersebut kembali aktif.

Selanjutnya muncul gagasan di antara para Menteri untuk menggabungkan sejumlah perguruan tinggi menjadi satu Universitas di bawah Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan.

Meleburnya sejumlah kampus dan kelahiran UGM

Pada 20 Mei 1949, rapat Panitia Perguruan Tinggi berlangsung di Pendopo Kepatihan Jogja. Rapat tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. Soetopo, dengan anggota rapat antara lain, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Prof. Dr. M. Sardjito, Prof. Dr. Prijono, Prof. Ir. Wreksodhiningrat, dan sejumlah akademisi lainnya.

Sejumlah lembaga pendidikan yang tersebut di atas kemudian bergabung dan melebur menjadi satu menjadi Universitas Gajah Mada. Pemerintah lalu meresmikan kampus tersebut 19 Desember 1949. Momen tersebut menjadi tonggak perubahan status dari kampus swasta menjadi negeri.

Kala itu, UGM terdiri dari enam fakultas. Berikut daftarnya menurut Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 1949.

  1. Fakultas Teknik. Di dalamnya ada Akademi Ilmu Ukur dan Akademi Pendidikan Guru Bagian Ilmu Alam dan Ilmu Pasti.
  2. Fakultas Kedokteran. Terdiri atas 3 bagian, yakni Farmasi, Kedokteran Gigi dan Akademi Pendidikan Guru bagian Kimia dan limu Hayat
  3. Fakultas Pertanian. Di dalamya ada Akademi Pertanian dan Kehutanan
  4. Fakultas Kedokteran Hewan
  5. Fakultas Hukum. Terdiri dari Akademi Keahlian Hukum, Keahlian Ekonomi dan Notariat, Akademi Ilmu Politik dan Akademi Pendidikan Guru Bagian Tatanegara, Ekonomi dan Sosiologi;
  6. Fakultas Sastra dan Filsafat, yang di dalamnya termasuk Akademi Pendidikan Guru bagian Sastra.

Prof. Dr. M Sardjito ditetapkan menjadi rektor pertama. Pada saat yang sama, Sri Sultan Hamengkubuwono IX sebagai ketua Dewan Kurator UGM dengan Sri Paku Alam VIII sebagai wakilnya.

Berdasarkan runutan sejarah, UGM kampus swasta sebelum menjadi negeri. UGM bukanlah kampus negeri pertama di Jogja. Melainkan STT Bandoeng yang di kemudian hari melebur dengan sejumlah kampus menjadi UGM. STT Bandoeng ini pula yang menjadi cikal bakal Fakultas Teknik UGM.

Penulis: Iradat Ungkai
Editor: Agung Purwandono

Iklan

BACA JUGA Perjalanan Fakultas Teknik UGM, Lebih Dulu Berstatus Negeri Ketimbang UGM-nya Sendiri
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 20 September 2023 oleh

Tags: Jogjasejarah ugmUGMugm kampus swasta
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Sisi Gelap Gudeg Jogja Harga Naik, Makin Dihina Orang Tolol MOJOK
Pojokan

Sisi Gelap di Balik Naiknya Harga Gudeg Jogja Langganan yang Membuat Stigma Buruk Semua Gudeg Itu Mahal Makin Dihina Orang Tolol

9 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO
Esai

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer MOJOK.CO
Catatan

Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer

7 April 2026
Pekerja Jogja kaget pindah kerja di Purwokerto demi alasan slow living. Tapi kaget dengan karakter orang Banyumas MOJOK.CO
Urban

Pekerja Jogja Pindah Kerja ke Purwokerto Nyari Slow Living, Tapi Dibuat Kaget sama Karakter Orang Banyumas karena di Luar Ekspektasi

6 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jurusan Antropologi Unair kerap diremehkan. MOJOK.CO

Antropologi Unair Diremehkan dan Dianggap “Gampangan”, padahal Kuliahnya Nggak Main-main dan Prospek Kerjanya Luas

9 April 2026
Jogja Bisa Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung MOJOK.CO

Jogja Ditinggalkan Wisatawan kalau Mengandalkan Jebakan Aji Mumpung 

8 April 2026
Aksi topeng ayam di Fore Coffee Jogja. MOJOK.CO

Di Balik Aksi Topeng Ayam Depan Fore Coffee Jogja: Menagih Janji Hak Ayam Petelur untuk Meraih Kebebasan

2 April 2026
Vario 160 Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Honda MOJOK.CO

Vario 160 Adalah Motor Buruk Rupa yang Menyalahi Kodrat Motor Honda, tapi Sejauh Ini Menjadi Matik Terbaik yang Tahan Siksaan

3 April 2026
Pilih resign dan kerja jadi penulis di desa ketimbang kerja di luar negeri di Singapura

Resign dari Perusahaan Bergaji 3 Digit di Luar Negeri karena Tak Merasa Puas, Kini Memilih Kerja “Sesuai Passion” di Kampung Halaman

2 April 2026
Pengunjung Candi Pramabanan di Jogja selama Lebaran 2026. (sumber: InJourney)

InJourney Sukses Dapat Untung selama Arus Mudik dan Lebaran 2026 dengan Tata Kelola yang Optimal

2 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.