Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Kesehatan

Tes Buta Warna: Cara, Biaya, dan Mengapa Perlu Dilakukan?

Kenia Intan oleh Kenia Intan
6 Desember 2022
A A
tes buta warna mojok.co

Ilustrasi warna (Aashish R Gautam/Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Tes buta warna dilakukan untuk mengetahui apakah mata mengalami gangguan sehingga tidak bisa melihat warna seperti kebanyakan orang. Hasil tes ini kerap dijadikan persyaratan untuk melamar pekerjaan atau mendaftar jurusan perkuliahan tertentu.

Terdapat dua jenis buta warna, yaitu parsial dan total. Buta warna parsial berarti seseorang tidak bisa bisa membedakan warna tertentu. Kebanyakan tidak mampu mengenali merah, kuning, dan hijau.

Iklan

Selain itu, ada buta warna total yang membuat seseorang tidak bisa membedakan warna sama sekali. Mereka melihat warna sebagai hitam dan putih saja.

Dilansir dari laman resmi rumah sakit Mitra Keluarga, kebanyakan orang mengalami buta warna karena keturunan keluarga. Peluang pria mengalami buta warna lebih besar dibanding perempuan, perbandingannya mencapai 1:12. Peluang itu lebih besar daripada wanita dengan perbandingan 1:200.

Kenapa buta warna bisa terjadi?

Dilansir dari hellosehat, retina bagian belakang mata akan menangkap cahaya yang terpantul ke mata. Panjang gelombang yang dipantulkan akan menentukan warna apa yang dilihat.

Lapisan retina memiliki dua macam sel untuk menangkap cahaya yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel kerucut lah memiliki keakuratan pandangan yang lebih baik dan memiliki fotopigmen yang berguna untuk membedakan warna. Sel kerucut memiliki 3 macam fotopigmen yang berguna membedakan tiga warna dasar yaitu merah, biru, dan hijau.

Orang dengan buta warna parsial, fungsi sel kerucutnya mengalami keterbatasan sehingga tidak mampu membedakan warna seperti orang pada umumnya. Sementara pada orang dengan buta warna total, fotopigmennya tidak berfungsi sama, sekali sehingga mereka tidak bisa melihat warna apapun.

Bagaimana cara melakukan tes buta warna?

Beberapa orang tidak menyadari bahwa dirinya buta warna. Hal ini karena mereka sudah terbiasa menganggap suatu warna sama dengan yang dilihat oleh matanya. Oleh karena itu, tidak ada salahnya melakukan tes buta warna seawal mungkin, apalagi kalau kalian berminat menjalani profesi yang tidak diperbolehkan buta warna seperti dokter, pilot, polisi, tentara.

Tes buta warna bisa dilakukan di rumah sakit, klinik mata, hingga puskesmas. Di 2021 Lifepal mencatat, biaya tes buta warna beragam mulai dari belasan hingga ratusan ribu rupiah tergantung tempat pemeriksaannya. Apabila ingin tes buta warna dengan biaya paling terjangkau, kalian bisa mengunjungi puskesmas dengan perkiraan harga paling mahal Rp25.000.

Dilansir dari National Eye Institute, terdapat beberapa tes buta warna Color plate test, Anomaloscope test dan Hue test

Color plate test

Tes buta warna ini yang paling umum dilakukan. Kalian akan diminta melihat belasan bahkan puluhan gambar. Gambar itu terdiri atas titik-titik yang berwarna-warni. Di dalam gambar terbentuk angka dari titik-titik warna serupa. Kalian diminta menyebutkan angka yang berada di dalam gambar itu. Mereka yang memiliki permasalahan warna biasanya akan kesulitan membedakan titik-titik latar belakang dan titik-titik yang membentuk angka.

Anomaloscope test

Tes ini akan menggunakan alat mirip mikroskop. Kalian diminta melihat ke arah lingkaran yang dibagi ke dalam dua warna yakni merah-hijau di satu sisi dan kuning di sisi lainnya. Kalian akan diminata menekan tombol pada alat tersebut hingga seluruh warna pada lingkaran berubah menjadi warna yang sama.

Iklan

Hue Test
Tes akan menggunakan balok-balok dengan warna berbeda. Kalian akan diminta mengatur balok-balok itu dalam urutan pelangi, mulai dari merah hingga ungu. Tes ini biasanya dilakukan untuk mereka yang membutuhkan penglihatan warna akurat seperti fotografer atau desainer.

Penulis: Kenia Intan
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Apa sih yang Dilihat oleh Mereka yang Buta Warna Parsial?

Terakhir diperbarui pada 6 Desember 2022 oleh

Tags: buta warnabuta warna parsialbuta warna totaltes buta warna
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

buta warna mojok.co
Kilas

Penderita Buta Warna Parsial: Sebenarnya Kami Ini Normal atau Tidak?

28 Mei 2023
Penjaskes

Apa sih yang Dilihat oleh Mereka yang Buta Warna Parsial?

4 Juni 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia MOJOK.CO

Kesepian Membuat Remaja Memilih AI sebagai Teman Curhat, Lalu Perlahan Menjauhi Manusia

15 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Pom mini warung madura kini jadi solusi di tengah antrean panjang SPBU yang tidak masuk akal MOJOK.CO

Strategi Hindari Antrean SPBU Tak Efektif Lagi, Isi Bensin di Pom Mini Warung Madura Jadi Solusi Asal Tak Pakai Logika Takaran

18 Juli 2026
sarjana, ijazah s1, pekerja, gen z, kerja, PNS di desa lebih menyenangkan. MOJOK.CO

Seporsi Kekalahan Sarjana di Sleman: Susah Payah Dapat Ijazah S1, Ujung-ujungnya Kerja Setara Lulusan SMA karena Tak Punya Pilihan

20 Juli 2026
Pemuda lulusan SMK tidak menyerah mencari kerja dengan modal ijazah SMK demi orang tua MOJOK.CO

Modal Ijazah SMK dan Pengalaman Tak Nyerah Cari Kerja demi Orang Tua, Meski Sering Terima “Penolakan” karena Fisik

21 Juli 2026
Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum.MOJOK.CO

Menyerang Jurnalis dengan Umpatan Bukti Pengacara Kehabisan Akal, Tunjukkan Miskinnya Argumen Hukum

20 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.