Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Ekonomi

Tak Sesukses Gojek, Kisah 5 Ojek Online Lokal yang Gulung Tikar

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
27 April 2023
A A
Ojek online gulung tikar

Ilustrasi driver ojek online (Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Ojek online (Ojol) kini menjadi moda transportasi andalan masyarakat. Mulai bermunculan satu dekade belakangan, jenama seperti Gojek berhasil melesat. Namun, ada segelintir kisah ojek online yang berakhir gulung tikar karena gagal bersaing.

Perkembangan layanan ride hailing atau berbagi tumpangan memang begitu pesat. Pada 2020 silam, ada sekitar 21,7 juta orang di Indonesia yang memanfaatkan layanan ini. Pertumbuhanya cukup pesat, mengingat layanan ini baru benar-benar masif menjadi andalan sekitar 2015.

Namun, saat ini tidak banyak pemain bisnis di layanan ini yang berhasil bertahan. Saat ini, setidaknya ada beberapa jenama yang bertahan seperti Gojek, Grab, Maxim, hingga inDriver. Sebagian lain yang pernah ada tercatat mundur dari permainan lebih cepat.

Berdasarkan survei dari Indef 2022 lalu, Gojek menjadi ojek online andalan masyarakat. Grab menyusul pada posisi kedua. Sedangkan Maxim dan inDriver pada peringkat ketiga dan keempat, keduanya punya gap yang cukup jauh dua penguasa pasar.

Berikut Mojok rangkum beberapa penyedia layanan ride hailing lokal di Indonesia yang pernah muncul. Namun, kini sudah tak bisa lagi masyarakat jumpai.

#1 Call Jack

Call Jack bermula pada 9 Desember 2010 dengan nama O’Jack Taxi Motor di bawah naungan CV Hoki Project. Jasa ini fokus melayani pengguna di kawasan Yogyakarta.

Sebenarnya, perusahaan ini sempat berkembang bahkan mendapat beberapa penghargaan. Call Jack pernah menyandang predikat “Taxi Motor Pertama dengan Sistem Agrometer” dari Museum Rekor Indonesia (MURI) 2011. Kemudian mendapat “Best Public Service” di “Inspiring Business Variety Award 2012”.

Melansir Tribun Jogja, pada 2015 Call Jack didukung oleh sekitar 100 armada taxi motor lepas (rekrutmen umum) ditambah 35 armada milik O’Jack. Namun akhirnya tidak bertahan lama setelah perkembangan raksasasa lain di jasa yang sama.

#2 Ladyjek

Mengambil pasar spesifik perempuan, Ladyjek mulai beroperasi sejak Oktober 2015. Pendirinya yakni Brian Mulyadi.

Pada masa awal, terdapat tiga kantor cabang Ladyjek di Cengkareng, Bekasi, dan Tangerang. Pengemudinya sempat mencapai angka 3.300. Namun, akhirnya harus gulung tikar karena sejumlah kendala.

#3 Ojesy

Serupa, Ojesy juga merupakan ojek online dengan pangsa pasar perempuan. Pendirinya perempuan bernama Evilita Andriani bersama Reza Zamir. Jasa ini berpusat di Surabaya dengan membawa nama perusahaan Ojek Syar’I Surabaya.

Ojek ini juga bisa melayani laki-laki asal usianya di bawah delapan tahun. Pasar spesifik ini ternyata tak membuat Ojesy bertahan lama. Tercatat pada 2019 mereka sudah tidak beroperasi lagi.

#4 Blujek

Tahun 2015 menjadi momen tumbuh suburnya layanan ride hailing. Bluejek, seperti beberapa layanan lain, mulai beroperasi pada masa itu. Pendirinya dua sosok bernama Garret Kartono dan Michael Manuhutu.

Secara umum Blujek punya fitur dan layanan yang serupa dengan kebanyakan ojek online saat ini yakni jasa transportasi, kurir, perbelanjaan, dan pengantaran makanan. Seperti namanya, layanan ini identik dengan warna biru pada seragam dan helm drivernya.

Iklan

Instagram resmi Blujek @Blujek_id terakhir mengunggah postingan pada 10 Oktober 2016. Sedangkan web resminya sudah tidak bisa diakses lagi.

#5 Topjek

Topjek muncul pada 2015 di Jakarta. Pendiri sekaligus direkturnya yakni Cempaka Adinda Devi. Sang pendiri sempat menuturkan kalau modal awal usaha ini mencapai puluah miliar rupiah. Jumlah tersebut untuk membangun aplikasi sekaligus infrastruktur pendukung.

Namun, Topjek juga gagal menyaingin pemain besar seperti Gojek. Akhirnya ia harus undur diri dari permainan lebih cepat.

Bukan hanya pemain lokal yang akhirnya gagal di jasa ride hailing Indonesia. Perusahaan besar multinasional, Uber, yang sempat beroperasi di Indonesia, mundur pada 2018. Uber juga tercatat keluar dari seluruh pasar Asia Tenggara.

Penulis: Hammam Izzuddin
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Program Gojek Swadaya Bantu Ratusan Ribu Mitra Driver Gojek Menghemat Hingga 15% dari Biaya Operasional dan tulisan menarik lainnya di kanal Kilas.

Terakhir diperbarui pada 27 April 2023 oleh

Tags: bangkrutgojekjakartaojek onlineojol
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Tinggalkan Jakarta demi punya rumah desa untuk slow living, berujung kena mental karena ulah tetangga MOJOK.CO
Urban

Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga

7 April 2026
Saya Setuju Orang Jakarta Tajir Tak Betah Slow Living di Desa (Unsplash)
Pojokan

Orang Tajir Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Desa karena Menolak Srawung Itu Omong Kosong Kebanyakan Gagal Betah karena Ulahnya Sendiri

7 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO
Urban

Orang Jakarta Tak Akan Sanggup Slow Living di Salatiga Selama Masih Anti-Srawung, Modal Financial Freedom pun Tak Cukup

6 April 2026
Gaji 8 Juta di Jakarta Jaminan Miskin, Kamu Butuh 12 Juta MOJOK.CO
Cuan

Gaji 8 Juta di Jakarta Tetap Bisa Bikin Kamu Miskin, Idealnya Kamu Butuh Minimal 12 Juta Jika Ingin Hidup Layak tapi Nggak Semua Pekerja Bisa

2 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut MOJOK.CO

Mencintai Musik Underground di Madura: Merayakan Distorsi di Tengah Kepungan Dangdut dan Tagihan Shopee PayLater

3 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Slow living di desa, jakarta.MOJOK.CO

Warga Desa Sebenarnya Muak dengan Orang Kota yang Datang Buat Sok Slow Living: Arogan, Tak Membaur, Anggap Warga Asli Cuma “Figuran”

7 April 2026
Tunggu Aku Sukses Nanti.MOJOK.CO

“Tunggu Aku Sukses Nanti”: Mari Bertaruh, Kita Semua Memiliki Tante Yuli di Dunia Nyata

4 April 2026
Hasutan dan jebakan orang minta donasi di Stasiun Tugu Jogja, ternyata berkedok penipuan MOJOK.CO

Turun Stasiun Tugu Jogja Muak sama Orang Minta Donasi: Tidak Jujur Sejak Awal, Jual Kesedihan Endingnya Jebakan

5 April 2026
Astrea Grand, Motor Honda yang Menjadi Mitos MOJOK.CO

Astrea Grand, Motor Honda Penuh Dusta yang Celakanya Pernah Menjadi Mitos dan Membuatnya Dikagumi karena Motor Ini Memang Meyakinkan

5 April 2026

Video Terbaru

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026
Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

Tirto Utomo, Aqua dan Kenapa Kita Tidak Bisa Minum Air Keran?

4 April 2026
Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

Parijoto Muria: Dari Buah Mitologi, Jadi Sumber Hidup Warga Lereng Gunung

2 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.