Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hukum

Survei LSI: Masyarakat Ingin Ferdy Sambo Dihukum Mati

Kenia Intan oleh Kenia Intan
1 September 2022
A A
Lembaga Survei Indonesia (LSI) Mojok.co

Tangkapan layar - Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Djayadi Hanan, Rabu (31/8/2022). (ANTARA/Melalusa Susthira K.)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lembaga Survei Indonesia (LSI) memaparkan, sebagian besar masyarakat ingin Ferdy Sambo dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Survei juga mencatat, masyarakat cenderung mempercayai pihak kepolisian dan ingin motif pembunuhan segera diungkap. 

LSI menggelar survei pada 13-21 Agustus 2022 dengan populasi survei yang terdiri atas warga negara Indonesia yang berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Adapun pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling yang diikuti sebanyak 1.200 responden. Sementara wawancara dilakukan secara tatap muka dengan margin of error sekitar kurang lebih 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Iklan

Hukuman mati yang paling pantas

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan menjelaskan, dari sebanyak 77,1% responden yang mengikuti jalannya kasus pembunuhan Brigadir J, kurang lebih separuhnya atau 50,3% merespon hukuman mati yang paling pantas diberikan kepada Ferdy Sambo. Sementara 37% lainnya menjawab dipenjara seumur hidup. 

“Jadi masyarakat kira-kira menyatakan harus dihukum seberat-beratnya,” kata Djayadi dalam siaran daring YouTube LSI, Selasa (31/8/2022), seperti yang dikutip dari Antara. 

Percaya kasus akan diusut sampai tuntas

Dari survei juga diketahui, responden cenderung percaya pihak kepolisian akan menuntaskan kasus kematian Brigadir J. Sebesar 61,5% responden mengetahui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah berkomitmen kepolisian akan mengusut tuntas kasus Brigadir J secara objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan dengan pembuktian ilmiah.

Sementara, sebanyak 72,6% responden juga mengetahui bahwa Presiden Joko Widodo memberi perhatian khusus agar kasus Brigadir J dituntaskan. Sejalan dengan itu, responden juga setuju dan percaya dengan pernyataan presiden. 

“Jadi ada dukungan dari masyarakat terhadap Kapolri maupun terhadap Presiden untuk memerintahkan Polri agar menuntaskan kasus ini secara betul-betul tuntas,” jelas Djayadi.

Responden pun mengetahui Kapolri membentuk tim khusus (Timsus) untuk mengusut kasus tersebut (50,5%). Di antara yang mengetahui itu, sebagian besar responden, yakni 65,3%, percaya bahwa Timsus akan membantu Kapolri dalam menuntaskan kasus tewasnya Brigadir J secara objektif dan transparan.

Kronologi tewasnya Brigadir J versi Polri juga lebih dipercaya dibanding kronologi yang diungkapkan tersangka. Hanya sekitar 17% masyarakat yang percaya terhadap cerita versi tersangka utama dalam kasus ini. Dengan kata lain, dukungan masyarakat lebih tertuju kepada langkah-langkah yang sedang dilakukan polisi. 

Lebih lanjut LSI mengungkap, masyarakat juga mengetahui pemberitaan mengenai Ferdy Sambo yang memberikan perintah untuk menembak Brigadir J. Begitu pula pemberitaan mengenai Ferdy Sambo yang berada di lokasi kejadian.

“Di antara masyarakat yang tahu tadi, cenderung percaya bahwa Ferdy Sambo lah yang menjadi dalang dan dia terlibat langsung dalam kasus pembunuhan tersebut, dan itu sejalan dengan versi atau hasil penyidikan oleh Polri sejauh ini,” kata dia. 

Ingin motif diungkap

Survei menunjukkan, 73,6% responden menginginkan motif pembunuhan Brigadir J yang didalangi Ferdy Sambo segera terungkap. Sebelumnya, Indikator Politik pernah mengajukan pertanyaan serupa pada periode 11-17 Agustus 2022. Pada saat itu, sebanyak 65,6% responden ingin motif pembunuhan diungkap. Dengan kata lain, desakan dari masyarakat agar motif dibuka ke publik kian kuat.

Di sisi lain LSI mencatat, sebesar 20,9% respon berpendapat motif tidak perlu diungkap saat ini untuk menjaga perasaan semua pihak. Mereka ingin motif diungkapkan saat persidangan saja. 

Ketika responden diajukan pertanyaan alasan terbunuhnya Brigadir J akibat adu tembak atau sengaja dibunuh, sebagian besar responden (82,8%) percaya bahwa Brigadir J sengaja dibunuh karena alasan tertentu bukan karena adu tembak.

Iklan

“Data ini (hampir) sama dengan data dari Indikator Politik, 82%,” jelas Djayadi. 

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa dugaan motif yang mendasari pembunuhan berencana terhadap Brigadir J adalah terkait alasan asusila.

“Kami sampaikan bahwa motif dipicu adanya laporan dari Ibu PC (Putri Candrawati) terkait masalah-masalah kesusilaan,” kata Sigit dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR, Rabu (28/8/2022). 

Sumber: Antara
Penulis: Kenia Intan

BACA JUGA Berlangsung 7,5 Jam, Berikut Fakta-fakta Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J

Terakhir diperbarui pada 1 September 2022 oleh

Tags: Brigadir Jferdy samboLSIPolisisurvei
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran.MOJOK.CO
Tajuk

Jangan Jadikan Perkap Nomor 4 Tahun 2025 sebagai Legitimasi Polisi Menembak Demonstran

22 Juni 2026
rkuhap, kuhap, polisi.Mojok.co
Fragmen

Catatan Kritis KUHAP (Baru) yang Melahirkan Polisi Tanpa Rem Hukum, Mengapa Berbahaya bagi Sipil?

19 November 2025
Ortu kuras tabungan buat anak jadi polisi malah kena tipu. Sempat bikin stres tapi kini bersyukur tak jadi sasaran amuk tetangga MOJOK.CO
Ragam

Ortu Kuras Tabungan buat Anak Jadi Polisi malah Kena Tipu “Intel”, Awalnya Stres tapi Kini Bersyukur

6 September 2025
Polisi gelontorkan uang banyak untuk gas air mata yang digunakan dalam demo. MOJOK.CO
Kabar

Saat Duit Rakyat Hanya Dipakai buat Membeli Gas Air Mata Kadaluwarsa oleh Polisi

31 Agustus 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tips Memulai Usaha Coffee Shop yang Tahan Disiksa Negara MOJOK.CO

Tips Memulai Usaha dari Mantan Lulusan CPNS yang Memilih Menyiksa Diri Menjadi Pengusaha Coffee Shop

21 Juni 2026
Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha Terbaik Idola Orang Jambi MOJOK.CO

Setelah Melakukan Pengamatan, Saya Menemukan Fakta Bahwa Jupiter Z1 Adalah Motor Yamaha yang Menemukan Habitat Alaminya di Jambi

25 Juni 2026
Gen Z Habiskan Gaji untuk Konser K-Pop. MOJOK.CO

Gen Z Habiskan Gaji demi Konser K-Pop: “Balas Dendam” Terbaik untuk Penuhi Inner Child

25 Juni 2026
Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial MOJOK.CO

Final Essay Contest Beswan Djarum: Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Tawarkan Solusi Isu Sosial

25 Juni 2026
Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
Derita 17 Hari Naik Honda Revo Jadi Penagih Utang MOJOK.CO

17 Hari Menjadi Penagih Utang dengan Risiko Kehilangan Nyawa Naik Honda Revo Biru Sudah Cukup Membuat Saya Menyerah

23 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.