Sebuah instalasi seni bunga matahari yang diberi nama Sunflower Angel memikat perhatian ribuan pengunjung di Candi Prambanan. Pemandangannya pun terlihat megah karena terletak di depan candi, sehingga menciptakan pengalaman yang unik dan berkesan bagi wisatawan. Tak pelak, banyak yang mengantre untuk berfoto menggunakan latar belakang tersebut.
Sunflower Angel merupakan karya dari seorang konten kreator asal Jakarta, Arrofi Ramadhan, yang viral karena sering membuat patung bunga matahari raksasa untuk pasangannya, Anissa Sekar P. Selain menonjolkan bunga matahari, Arrofi juga menggabungkannya dengan visual burung makau dan Anissa sebagai pasangan hidupnya.
Oleh karena itu maknanya sangat personal. Tiga unsur tersebut, kata dia, merepresentasikan soal perjalanan cinta, harapan, serta mimpi yang dia bangun bersama pasangannya.
“Karya ini menggambarkan kebahagiaan, keceriaan, kesabaran dan takdir, penemuan jati diri serta perubahan hidup yang signifikan ketika berdamai dengan diri sendiri dan semesta,” jelasnya, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (11/6/2026).
Dipilihnya Candi Prambanan sebagai tempat pameran
Mulanya, Arrofi mendapat beberapa masukan untuk menghadirkan Sunflower Angel karyanya di berbagai lokasi. Namun, ia mantap memilih Candi Prambanan karena adanya kesamaan motif yang menjadi landasan ceritanya.
Meski tak sama secara keseluruhan, tapi poin yang ingin ia tekankan adalah spirit dari seseorang yang rela menciptakan sesuatu dalam skala besar. Hal itu pun menunjukkan cinta dan keseriusannya kepada seseorang.

“Ada kesamaan energi dan spirit yang berawal dari kerelaan membuat, membangun, sebesar, sebanyak apapun untuk menunjukkan keseriusan kepada cintanya,” lanjut pemuda asal Jakarta itu, mengingat kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang, lalu membandingkan kisah cintanya bersama Annisa yang berasal dari Jogja.
Arrofi pun berterima kasih kepada pihak pengelola yang mengizinkan karyanya berdiri berdampingan dengan Candi Prambanan, sebagai simbol karya besar yang bertahan melintasi waktu.
Ia berharap karyanya bisa menjadi ruang berbagi cerita dan menginspirasi lebih banyak orang. Di mana setiap orang yang datang dan melihat Sunflower Angel dapat menemukan interpretasi dan cerita mereka masing-masing.
“Saya merasa karya ini akan memiliki makna yang lebih luas ketika bisa dinikmati oleh publik,” kata Arrofi.
Sunflower Angel dan Candi Prambanan sebagai karya lintas waktu
Direktur Komersil InJourney Destination Management (IDM), Gistang Panutur, mengatakan bahwa kolaborasi antara warisan budaya dan karya seni kontemporer ini, menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman wisata yang semakin beragam di kawasan Candi Prambanan.
“Candi Prambanan merupakan ruang budaya yang terus hidup dan relevan dengan perkembangan zaman,” ucapnya.
Lebih dari itu, kehadiran karya-karya seni yang selaras dengan nilai budaya, kata dia, turut menambah daya tarik Candi Prambanan menjadi destinasi yang lebih artistik dan menawan. Oleh karena itu, Gistang mengajak para seniman lukis maupun perupa untuk berkarya dengan melaksanakan pameran di destinasi Taman Wisata Candi (TWC).

Dia berharap destinasi warisan budaya tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati jejak sejarah, tetapi juga ruang hidup yang terus melahirkan dialog kreatif antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
“Melalui sinergi antara pelestarian warisan budaya dan ekspresi seni kontemporer, kami berharap destinasi candi dapat terus berkembang sebagai pusat kebudayaan yang relevan, inklusif, serta mampu menginspirasi masyarakat lintas generasi,” jelasnya.
Kegiatan yang bisa diikuti selain berfoto
Menurut Gistang, pengunjung dapat melihat pameran Sunflower Angel dari tanggal 21 Mei hingga 14 Juni 2026. Selain menjadi destinasi foto favorit, Sunflower Angel bekerjasama dengan Prambanan Temple juga menghadirkan berbagai aktivitas kreatif yang dapat diikuti pengunjung secara gratis.
Beragam kegiatan seperti Jamming Urban Sketch, yoga class, workshop melukis, workshop membuat pin, hingga Sunflower Arrangement Workshop diselenggarakan sepanjang periode pameran.
IDM juga menambah jam operasional kawasan Candi Prambanan pada 6–7 Juni dan 13–14 Juni 2026. Di tanggal tersebut, TWC Prambanan dibuka hingga pukul 20.00 WIB.
Pengunjung di jam tambahan ini bisa membeli secara on the spot di Loket tiket TWC Prambanan yang dibuka hingga pukul 19.00 WIB. Adapun pengunjung yang datang setelah pukul 17.30 WIB, dapat masuk melalui Pos H (utara pintu masuk utama wisatawan) TWC Prambanan.
Kebijakan ini sekaligus memberikan ruang lebih bagi pengunjung untuk menikmati instalasi seni Sunflower Angel. Perpaduan antara megahnya arsitektur candi dengan karya seni kontemporer menghadirkan pengalaman berkunjung yang lebih kaya, artistik, dan berkesan.
BACA JUGA: Ketika Patung “Cacat” Buddha di Lapangan Kenari Borobudur Justru Jadi Pusat Spiritual dan Magnet Doa Saat Waisak atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan














