Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Sampaikan Perpisahan di Story WA, Siswa SMK di Sleman Akhiri Hidupnya

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
16 Februari 2023
A A
siswa smk di sleman bunuh diri mojok.co

Ilustrasi kesehatan mental. (Photo by Dan Meyers on Unsplash)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Seorang siswa SMK di Sleman nekat bunuh diri. Ia sebelumnya menulis pesan perpisahan di story WhatsApp kepada teman-temannya. 

Aksi bunuh diri terjadi di saat perayaan Hari Kasih Sayang. Seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Sleman dikabarkan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali berwarna biru di rumahnya, Kapanewon Turi pada Selasa (14/02/2023) sekitar pukul 13.00 WIB.

Korban NP berusia 19 diketahui mengakhiri hidupnya dari pesan story di WhatsApp (WA) yang dibaca kedua temannya. Siswa kelas XII tersebut berpamitan dengan pesan bertuliskan “see you man teman” dan menunjukkan tali biru yang menggantung di atap kamarnya.

Kapolsek Turi AKP Arif Subakdo dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (15/02/2023) mengungkapkan, aksi bunuh diri diketahui temannya sekitar pukul 12.44 WIB.

Saksi pertama mengajak saksi kedua yang juga merupakan teman korban untuk mendatangi salah satu rumah korban. Namun di rumah itu, mereka tidak menemukan keberadaan korban. Kemudian mereka bergegas ke rumah korban lainnya di lain padukuhan.

“Sebelumnya mereka izin ke sekolah untuk ke sana (rumah korban),” paparnya.

Di rumah tersebut, kedua saksi langsung menuju ke kamar korban. Mendapati kamar ditutup, keduanya membuka paksa pintu tersebut. Setelah berhasil didobrak, keduanya melihat korban dalam posisi duduk serta leher korban terikat tali tambang warna biru.

Tak ada bekas luka kekerasan

Dari hasil pemeriksaan Puskesmas Turi dan tim identifikasi Polresta Sleman, korban dinyatakan meninggal dunia karena gantung diri. Tim tidak menemukan luka-luka ataupun kekerasan lainnya.

Jenazah korban kemudian dimakamkan di pemakaman umum Padukuhan Kelor, Kalurahan Bangunkerto pada hari yang sama. Pihak kepolisian masih menyelidiki awal penyebab tindakan korban masih terus diselidiki.

Secara terpisah Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (disdikpora) DIY Didik Wardaya mengungkapkan, pihaknya akan mencari tahu soal kasus bunuh diri pada salah satu siswa di DIY tersebut. Namun pada prinsipnya Didik ikut prihatin atas kejadian tersebut. Ia berharap para siswa di sekolah bisa memanfaatkan keberadaan guru Bimbingan Konseling (BK) bila mengalami hal buruk tanpa harus berpikir untuk mengakhiri hidupnya.

“Kalau ada permasalahan-permasalahan sekiranya bagi anak atau siswa itu berat, saya kira peran BK perlu dikedepankan, untuk bisa membantu memecahkan permasalah siswa,” paparnya.

Didik juga berharap orang tua untuk lebih berperan dalam memperhatikan kondisi anaknya. Mereka perlu saling komunikasi dengan baik.

“Tapi kami akan menelusuri ini dan mencari cara agar masalah ini tidak terulang ke depan,” tandasnya.

*)Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan. 

Iklan

Untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa atau untuk mendapatkan berbagai alternatif layanan konseling, Anda bisa simak website Into the Light Indonesia di bawah ini: https://www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri/hotline-dan-konseling/

Bisa juga menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Gejala Gangguan Kesehatan Mental Menurut Pakar UGM

Terakhir diperbarui pada 16 Februari 2023 oleh

Tags: kesehatan mentalsleman
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Zero post di Instagram cara hidup tenang Gen Z. MOJOK.CO
Urban

Gen Z Lebih Tenang Tanpa Feed Instagram (Zero Post), Aslinya Bukan Misterius Cuma Capek Mengejar Validasi dan Ingin Melindungi Diri

7 Mei 2026
Gen Z dihakimi milenial
Urban

Nasib Gen Z: Sudah Susah, Malah Serbasalah hingga Dicap “Gila” padahal Hadapi Krisis dan Hanya Mencoba Bertahan Hidup

30 April 2026
Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO
Pojokan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
Sulitnya menjadi orang dengan attachment style avoidant. MOJOK.CO
Liputan

Sulitnya Menjadi “Avoidant” Menjelang Usia 25, Takut Terlalu Dekat dengan Orang Lain hingga Pesimis Menikah

24 April 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nikah di KUA dianggap murahan. MOJOK.CO

Nikah di KUA adalah Solusi bagi Karjimut karena Gratis, tapi Keluarga Menentang Hanya karena Gengsi dan Dicap Nggak Niat

20 Mei 2026
Mahasiswa dapat beasiswa KIP Kuliah bohongi orang tua demi uang saku dobel MOJOK.CO

Dapat Beasiswa KIP Kuliah Jalur FOMO, Bohongi Ortu biar Dobel Uang Saku karena Gaya Hidup Tak Cukup Rp750 Ribu

20 Mei 2026
Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng MOJOK.CO

Kicau Mania Rp2 Triliun: Bukti “Ora Gantang Ora Mangan” Bukan Hobi Iseng

15 Mei 2026
Pekerja Jakarta, WFH, kerja sesuai hobi.MOJOK.CO

Kerja Sesuai Hobi Bikin Menderita: Kita Jadi Tak Lagi Punya Tempat Menenangkan Pikiran Saat Muak dengan Pekerjaan

18 Mei 2026
Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026
Narasi optimisme pemerintah berjarak lebar dengan kenyataan kondisi tekanan ekonomi di bawah MOJOK.CO

Jarak Lebar Narasi Optimisme Pemerintah dengan Kondisi Riil Masyarakat: Katanya Ekonomi Baik-baik Saja, Padahal Sebaliknya

20 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.