Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Pemda DIY Perpanjang Penutupan TPST Piyungan, Kota Jogja Manfaatkan Nitikan jadi TPST 3R

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
5 September 2023
A A
penutupan tpst piyungan diperpanjang mojok.co

Tumpukan sampah di Depo Demangan Kota Yogyakarta (Yvesta Ayu/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Penutupan TPST Piyungan selama 45 hari telah berakhir. Namun bukan berarti masalah sampah di DIY sudah tertangani dengan baik.

Penutupan TPST Piyungan selama 45 hari telah berakhir pada Selasa (5/9/2023). Sampah-sampah masih terlihat berserakan di berbagai titik. Dinas  Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta mencatat setiap harinya masih menyisir sekitar 11 ton sampah yang masyarakat buang secara sembarangan di berbagai titik.

Iklan

Di TPS mandiri warga pun masih menumpuk sampah yang belum bisa terangkut ke depo. Sebut saja di TPS mandiri warga Jogoyudan, Gowongan. Di sana masih ada tumpukan sampah yang tidak terangkut ke Depo di kawasan Kotabaru Yogyakarta.

Melihat hal ini, Pemda DIY kemudian memperpanjang pembatasan pembukaan TPST Piyungan. Pembatasan itu akan terus berjalan apabila pemkab/pemkot belum juga bisa menangani masalah sampah di masing-masing wilayah.

“Pembatasan [TPST Piyungan] berlanjut, ya tetap. Nanti semua [sampah] diolah di kabupaten, bukan di Piyungan lagi. Memang tanggungjawab mereka, engko (nanti-red) nek soyo nganu (semakin-red) [tidak tertangani], [TPST Piyungan] tak tutup meneh (ditutup lagi-red). Karena tanggungjawabnya ada di kabupaten kota, bukan provinsi,” papar Gubernur DIY, Sri Sultan HB X di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Senin (04/09/2023).

Hanya tampung 180 ton

Menurut Sultan, meski ada pembatasan pembuangan sampah di TPST Piyungan, tapi khusus zona transisi satu tetap buka secara terbatas. Zona tersebut bisa menampung 180 ton sampah per hari dari tiga kabupaten/kota seperti Bantul, Sleman dan Kota Yogyakarta.

“Nanti ada kuota 180 ton sampah ke sana [TPST Piyungan], Kota Jogja sekitar 120-an ton,” jelasnya.

Walaupun buka secara terbatas, Sultan meminta sampahnya hanya berupa residu atau sisa sampah hasil pengolahan yang kabupaten/kota lakukan.

“Sampah organik dan lainnya bisa dikelola secara mandiri di masing-masing kabupaten kota,” ujarnya.

Sultan meminta kabupaten/kota bertanggungjawab atas sampah yang mereka hasilkan. Sebab Pemda DIY hanya memfasilitasi kabupaten dalam mengatasi masalah sampah.

Salah satu di antaranya memberi izin kepada pemerintah kabupaten/kota untuk memanfaatkan sejumlah bidang tanah kas desa di DIY. Tanah-tanah itu bolah kabupaten/kota gunakan sebagai tempat pengolahan sampah.

“Kita sudah mengizinkan, sekarang sudah berproses,” ujarnya.

Secara terpisah Penjabat (Pj) Walikota Yogyakarta, Singgih Rahardjo di Yogyakarta, Senin (04/09/2023), mengatakan bahwa perpanjangan penutupan TPST Piyungan membuat Pemkot harus memanfaatkan lahan di kawasan Nitikan 2, Kecamatan Umbulharjo untuk Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) 3R (Reuse, Reduce, Recyle).

“Kita lakukan optimalisasi di TPST 3R Nitikan di lahan seluas tiga ribu meter persegi untuk pengolahan sampah,” paparnya.

Iklan

TPST 3R Nitikan akan lebih modern

TPST 3R di Nitikan 2 akan jadi lebih modern pada 2024 mendatang. Konsep itu akan melengkapi TPST Nitikan 1 untuk pengolahan sampah Kota Yogyakarta.

Pengembangan TPST 3R modern rencananya bisa mulai tahun depan. Sebab Detail Engineering Design (DED) baru selesai tahun ini.

“Bila TPST tersebut selesai pembangunannya maka harapannya pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta benar-benar bisa mengurangi permasalahan sampah di tingkat warga,” jelasnya.

Pemkot Yogyakarta, lanjut Singgih akan menambah peralatan pengolahan sampah di TPST Nitikan. Selain itu akan ada satu alat lagi yang memanfaatkan anggaran perubahan dari APBD Kota Yogyakarta.

“Sehingga nantinya lebih banyak mengelola sampah secara tuntas karena kalau yang residu jalan satu-satunya ya dengan generator untuk bisa memusnahkan [sampah residu]. Tapi [sampah] jenis lain dengan konsep biokonversi dan komposting itu dilakukan di TPST 3R,” jelasnya.

Pemkot Yogyakarta juga belajar dari teknologi pengolahan sampah di Bandung untuk bisa Kota Yogyakarta terapkan. Pemkot akan melakukan kajian teknologi Refuse-Derived Fuel (RFD) yang Pemkot Bandung kembangkan.

“Teknologi di bandung akan kami lihat sebagai teknologi pembanding seperti apa teknologi terkini, yang ramah lingkungan, lebih cepat penanganan sampahnya. Sifatnya ini adalah investasi dari pemkot,” imbuhnya.

Penulis: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA Persoalan Sampah Tak Kunjung Usai, Sultan Minta Warga Tak Manja
Cek berita dan artikel Mojok lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 5 September 2023 oleh

Tags: Pemda DIYpemkot yogyakartasampahsampah di JogjaTPSTTPST Piyungan
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Kisah Lestari, Ibu yang Bertahan Menyekolahkan 2 Orang Anak dari Hasil Memulung Botol Plastik di Sekitar Stasiun Klaten MOJOK.CO
Urban

Kisah Lestari, Ibu yang Bertahan Menyekolahkan 2 Orang Anak dari Hasil Memulung Botol Plastik di Sekitar Stasiun Klaten

25 Mei 2026
komunitas berbagi bites jogja menyelamatkan sampah makanan. MOJOK.CO
Ragam

Enek Lihat Sampah di Jogja, Berbagi Bites Jogja Selamatkan 470 Kilogram Makanan Berlebih

27 Januari 2025
Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi.MOJOK.CO
Ragam

Kiamat Sampah dan Hal-Hal Lain yang Mempercepat Bali Tak Layak Lagi Dikunjungi

26 Desember 2024
Buang Sampah di Kota Jogja Harus Bayar Tak Bikin Masalah Kelar, Malah Datangkan Masalah Baru MOJOK.CO
Kabar

Buang Sampah di Kota Jogja Harus Bayar Tak Bikin Masalah Kelar, Malah Datangkan Masalah Baru

8 November 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib desainer grafis di desa kabupaten: jasa desain logi dianggap gratisan, pindah Jakarta kaget ternyata cuannya menjanjikan MOJOK.CO

Jasa Desain Logo di Desa Kabupaten Dianggap Sepele hingga Jadi Gratisan, Pindah Jakarta Kaget 1 Logo Cuannya Menjanjikan

23 Juni 2026
Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid? MOJOK.CO

Dakwah Kok Masuk Roblox! Memangnya Anak Muda Hari Ini Masih Ngumpul di Masjid?

22 Juni 2026
PNS di desa.MOJOK.CO

Jadi PNS di Desa Memang Hidup Makmur, tapi Bikin Tak Berkembang karena Budayanya Toksik dan Membosankan

22 Juni 2026
Kisah pengusahaan binaan program UMiMAX dari Pertamina. MOJOK.CO

Kisah Para Ibu Jual Kopi Keliling usai Suami Kena PHK, Relakan “Cincin Terakhir” agar Anak Bisa Sekolah

26 Juni 2026
Bisa kuliah di ITB berkat beasiswa ojol. MOJOK.CO

Menangis di Hadapan Bapak yang Sehari-hari Ngojol agar Diizinkan Kuliah di ITB, Gadis Malah Dapat Beasiswa dari Pekerjaan Sang Ayah

24 Juni 2026
Pengamen di kampung Jombang bisa datang 4-5 kali dalam sehari MOJOK.CO

Tinggal di Jombang Selatan: Tiap Hari Rumah Didatangi 4-5 Pengamen Keras Kepala dari Pagi-Malam karena Terlanjur Tuman

22 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.