Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Pelestarian Pusaka Harus Bertumpu pada Nilai Inklusif dan Responsif

Redaksi oleh Redaksi
7 Agustus 2025
A A
pelestarian pustaka.MOJOK.CO

Pelestarian Pusaka Harus Bertumpu pada Nilai Inklusif dan Responsif (dok. Pemkot Jogja)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Kunci dalam pelestarian pusaka Indonesia adalah menjadikan nilai-nilai dasar sebagai jangkar. Namun, cara menjaganya perlu terus berkembang lebih inklusif, responsif, dan berakar pada kesadaran kolektif masing-masing wilayah.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, saat membuka Rapat Kerja Nasional XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Hotel Tentrem, Kota Jogja, Rabu (6/8/2025).

Pada Rakernas JKPI XI 2025 bertema “Resiliensi Kawasan Cagar Budaya Guna Mendorong Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan”, Kota Jogja bertindak menjadi tuan rumah. Sebanyak 58 delegasi JKPI hadir dalam serangkaian acara yang berlangsung mulai Selasa (5/8/2025) hingga Sabtu (9/8/2025). 

Merawat pusaka sama dengan merawat jatidiri

Dalam sambutannya, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan bahwa JKPI memiliki peran strategis sebagai lokomotif dalam melestarikan pusaka Indonesia dengan tetap mengikuti perubahan zaman.

Merawat pusaka, baik dalam bentuk budaya benda maupun tidak benda, sejatinya tidak hanya merawat objek. Namun, proses ini merupakan bagian dalam merawat jati diri yang terus hidup di dalam pusaka tersebut.

“[Kita] bukan hanya penjaga pusaka, tapi penggerak yang mampu menempatkan warisan sumber daya nilai dalam membentuk masa depan kota secara cerdas, beretika, dan kontekstual,” kata Sri Sultan HB X dalam sambutannya.

Menjaga pusaka, kata Sri Sultan, bukan hanya bagian dari masa lalu, tetapi juga ruang penting untuk merawat masa depan. Sri Sultan mengatakan tantangan merawat pusaka hari ini berbeda dengan satu dekade lalu.

Terdapat pergeseran yang jauh lebih cepat dalam aspek sosial, budaya, ekonomi, maupun cara manusia hidup dan berinteraksi dengan ruang.

pelestarian pusaka.MOJOK.CO
Dari kiri ke kanan, Walikota Jogja, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) ; Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Walikota Banjarmasin sekaligus Ketua Presidium JKPI, H. Muhammad Yamin HR; dan Direktur Eksekutif JKPI, Dr (cand) Nanang Asfarinal Msi, berfoto bersama saat pembukaan Rapat Kerja Nasional XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Hotel Tentrem, Kota Jogja, Rabu (6/8/2025). (dok. Pemkot Jogja)

Konsekuensinya, di satu sisi kita ingin setia menjaga nilai-nilai pusaka. Namun di sisi lain, kita tidak boleh tutup mata terhadap dinamika yang menuntut keterbukaan dan ketangkasan.

“Maka Rakernas JKPI ini bukan hanya ruang untuk bertukar praktik baik, melainkan ruang refleksi yang jujur dan mendalam,” katanya.

pelestarian pusaka.MOJOK.CO
Dari kiri ke kanan, Walikota Jogja, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K); Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Walikota Banjarmasin sekaligus Ketua Presidium JKPI, H. Muhammad Yamin HR; dan Direktur Eksekutif JKPI, Dr (cand) Nanang Asfarinal Msi, menekan tombol menandai pembukaan Rapat Kerja Nasional XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Hotel Tentrem, Kota Jogja, Rabu (6/8/2025). (dok. Pemkot Jogja)

Refleksi ini mencakup pengakuan bahwa tidak semua pendekatan pelestarian yang dahulu berhasil, masih relevan pada hari ini. Perlu juga mempertanyakan apakah pelestarian pusaka sudah melibatkan masyarakat yang hidup di dalamnya? Apakah regulasi dan kebijakan juga sudah memberikan inovasi sekaligus berpijak pada nilai?

Karena itu, Sri Sultan HB X mengajak seluruh peserta Rakernas JKPI 2025 untuk memantapkan arah bersama, agar pelestarian pusaka tidak hanya reaktif, administratif, atau simbolik.

“Melainkan benar-benar menyentuh jantung masyarakatnya. Sebab, Kota Pusaka adalah kota yang hidup dan menghidupi. Bukan hanya berdiri, tapi juga bermakna,” katanya.

Sinergi tiap wilayah untuk melestarikan warisan budaya

Sementara itu dalam kesemapatan yang sama, Walikota Jogja Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), mengatakan bahwa setiap anggota JKPI memiliki identitas yang khas dengan segala warisannya. Antaranggota bisa bertukar pengetahuan, praktik baik, advokasi, perlindungan pusaka, hingga pengusulan warisan budaya di tingkat nasional maupun internasional.

Iklan

“Mari senantiasa saling menguatkan dukungan pada perlindungan budaya,” katanya. “Semoga perhelatan budaya berskala nasional ini bisa menggugah semangat pelestarian pusaka dengan manfaat yang luas pada masyarakat.”

pelestarian pusaka.MOJOK.CO
Walikota Jogja, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), bersama Wakil Walikota Jogja, Wawan Harmawan, S.E., M.M., seusai mengikuti pembukaan Rapat Kerja Nasional XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Hotel Tentrem, Kota Jogja, Rabu (6/8/2025). (dok. Pemkot Jogja)

Adapun Walikota Banjarmasin sekaligus Ketua Presidium JKPI, H. Muhammad Yamin HR, melihat bahwa JKPI terus berusaha keras menjaga pusaka sejarah di tengah tekanan pembangunan. Baginya, forum ini bisa menjadi ruang untuk saling berbagi, menguatkan, dan mendorong program strategis perluasan keanggotaan JKPI.

Setiap wilayah yang memiliki pusaka perlu menjaga dan merawat warisannya. Yamin mencontohkan, Jogja sebagai daerah yang memiliki sejarah panjang dalam merawat pusaka dalam segala bentuknya.

“Mari menunjukkan keragaman budaya Indonesia hingga ke manca negara, agar nantinya bisa berdampak pada banyak hal, termasuk ekonomi,” katanya. “Mari belajar bersama merawat dan melestarikan kebudayan di daerah masing-masing. Dari kota warisan menuju kota masa depan.” 

Walikota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M, juga menegaskan bahwa momen Rakernas JKPI XI 2025 menjadi salah satu upaya dalam pelestarian warisan budaya pusaka peninggalan nenek moyang. Menurutnya, pusaka peninggalan tradisi dalam kebudayaan harus bisa menjadi harapan peningkatan perekonomian masyarakat.

“Kami juga mengucapkan selamat kepada Kota Jogja yang telah menjadi tuan rumah dan penyelenggara dengan suasana yang berbudaya dan indah,” katatnya. (***)

BACA JUGA: Lansia di Kota Jogja Butuh Berkegiatan untuk Tetap Bugar dan Produktif, Sekolah Lansia Menjadi Jawabannya

Terakhir diperbarui pada 7 Agustus 2025 oleh

Tags: Jaringan Kota Pusaka IndonesiaJKPIJogjaPelestarian Pusakapusaka
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Sanksi untuk Jagal Anjing di Daerah Istimewa Yogyakarta yang Tertunda Realisasinya. MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Jalan Terjal Menghentikan Operasi Jagal Anjing karena Dianggap Kurang Penting

9 Juni 2026
Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik MOJOK.CO
Esai

Kenapa Hidup di Jogja Membuat Saya Terlalu Santai Menghadapi Tagihan yang Seharusnya Bikin Panik

3 Juni 2026
ilustrasi sepeda klaten.MOJOK.CO
Eksplor

Belajar Makna “Paseduluran” dari Penjual Onthel Lawas yang Sudah Tiga Dekade Hidup dari Pit Kebo

2 Juni 2026
Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama
Pojokan

Fun Football, Cara Pria Dewasa untuk Tetap Waras dan Punya Alasan untuk Hidup Lebih Lama

2 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) perlu menghidupkan kembali adab yang selama ini menjadi ciri khas pesantren, tidak cukup perbaikan sistem MOJOK.CO

NU Perlu Hidupkan Tata Krama Organisasi di Tengah Dinamika yang Semakin Kompleks, Perbaikan Sistem Saja Tak Cukup

7 Juni 2026
Edi Dimyati. MOJOK.CO

Kisah Pustakawan Menyulap Rumahnya di Pinggir Sungai Jakarta Timur agar Bisa Nongkrong Kalcer sambil Baca Buku

8 Juni 2026
Sejumlah titik ruas jalan rusak di Jawa Tengah (Jateng) dapat perbaikan di 2026 MOJOK.CO

Jalan Rusak di Jawa Tengah Dapat Perbaikan di 2026: Rusak Berat Diprioritaskan, Pengerjaan Dilarang Asal-asalan

5 Juni 2026
Tren kalcer dan monopoli olahraga bikin gowes (bersepeda) jadi terlalu ambisius MOJOK.CO

Tren Kalcer dan Monopoli Olahraga bikin Gowes Jadi Terlalu Ambisius, Mau Sekadar Bersepeda tapi Malu Dicap Cupu

3 Juni 2026
Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara MOJOK.CO

Katanya Sekolah Itu Tiket VIP Hidup Mapan, Ternyata Jadi Ibu Rumah Tangga yang Bikin Goyah Negara

5 Juni 2026
Rooftop kos kerap jadi tempat blangkrah, tapi jadi ruang healing terbaik bagi anak kos overthinking MOJOK.CO

Tinggal di Kos dengan Rooftop, Meski Kemproh tapi Jadi Tempat Healing Terbaik dari Tekanan Hidup yang Bisa bikin Gila

3 Juni 2026

Video Terbaru

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026
Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

Smarai, Konten Organik dan Cara Promosi Band tanpa Panik Ngejar Viral

21 Mei 2026
Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

Mbah Tejo: Gen Z Mungkin Lembek, tapi Tantangan Hidup Mereka Jauh Lebih Berat

17 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.