Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Menengok Eloknya Desa Kelahiran Anies Baswedan yang Namanya Berasal dari Sebatang Pohon

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
15 Agustus 2023
A A
anies baswedan desa cipicung mojok.co

Anies Baswedan di Desa Cipicung (Twitter @aniesbaswedan)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Anies Baswedan lahir di Desa Cipicung, Kuningan. Desa ini namanya berasal dari sebatang pohon yang adi cikal bakal pemukiman warga. 

Februari lalu, calon presiden dari Koalisi Perubahan, Anies Baswedan, mengunjungi tempat kelahirannya yang berada di berada di Desa Cipicung, Kuningan, Jawa Barat.

Iklan

Bersama sang istri, Fery Farhati, eks Gubernur DKI Jakarta ini bernostalgia dengan mengunjungi beberapa tempat yang menjadi lokasi bermainnya sewaktu kecil.

Tak hanya itu, dalam kunjungannya, Anies juga terlihat bersendau gurau dan beramah tamah dengan warga sekitar sambil menyantap jajanan khas serabi. Enak banget pasti!

Namun, tahukah kalian bahwa desa kelahiran Anies ini punya potensi wisata yang menjadi unggulan bagi Kabupaten Kuningan?

Berasal dari sebatang pohon

Melansir laman resmi Desa Cipicung dalam kuningankab.go.id, desa ini sejatinya sudah terbentuk sejak zaman kolonial Hindia-Belanda. Tepatnya pada 1875.

Perlu kita ketahui, Kuningan sendiri merupakan salah satu kerajaan kecil bercorak Islam yang berada di Tanah Sunda. Sebagaimana kerajaan bercorak Islam lainnya, penanda dibentuknya suatu pemukiman atau desa, masjid akan dibangun terlebih dulu saat prosesi babat alas.

Begitu halnya dengan Desa Cipicung, yang pembentukkannya diawali dengan pembangunan masjid. Saat itu, para sesepuh setempat bersama tokoh ulama (penyebar agama Islam) memutuskan untuk membangun masjid di dekat pohon pincung.

Alhasil, kata “pincung” pun diabadikan menjadi nama desa baru yang di kemudian hari dikenal sebagai “Cipincung”. Kata “Ci” ditambahkan di awal kata mengingat dalam Bahasa Sunda, kata itu berarti “air”, yang menandakan “suatu desa, tempat, atau peradaban”.

Sementara buat yang belum tahu, pincung sendiri merupakan jenis buah yang di daerah lain dikenal dengan nama “buah kepayang”. Buah ini berbentuk lonjong, berdiameter 20-30 cm, kulitnya berwarna coklat, dan daging buahnya putih halus.

Umumnya, buah ini jadi bahan dasar bumbu rawon. Namun, kandungan asam sianida yang kuat bisa menyebabkan efek pusing dan mabuk jika dikonsumsi berlebihan. Bahkan, konon istilah “mabuk kepayang” pun berasal dari buah kepayang ini.

Halaman selanjutnya…

Potensi wisata

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 15 Agustus 2023 oleh

Tags: Anies BaswedanDesa Cipicungjawa baratKuningan
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Sweeping buku oleh aparat Jawa Barat: mencekal ilmu pengetahuan, masyarakat tak boleh pintar MOJOK.CO
Ragam

Derita Jadi WNI: Dipaksa Anti-Pengetahuan dan Tak Boleh Pintar, Suka Baca Buku Dianggap “Ancaman”

22 September 2025
pendidikan dii jawa barat.MOJOK.CO
Kabar

Pemprov Jabar “Jalan Sendiri”: Pendidikan Amburadul, Anak Jadi Korban, dan Cetak Rekor Memalukan

29 Juli 2025
Tasikmalaya Bikin Malu: Santri, tapi Fitnah Hindia Memuja Setan MOJOK.CO
Esai

Saya Malu Menjadi Orang Tasikmalaya, Kota yang Menolak Hindia karena Tuduhan Pemuja Setan tapi Membiarkan Oknum Kiai Cabul ke Santriwati

17 Juli 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Lolos SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan jual Tiramisu. MOJOK.CO

Seporsi Kemenangan usai Ayah Tiada: Jualan Tiramisu di Saparua sejak Remaja agar Bisa Sekolah hingga Tembus SBM ITB

3 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Lahir di lingkungan NU tapi justru menemukan kedamaian di Muhammadiyah. MOJOK.CO

Tumbuh di Desa dengan Tradisi Keagamaan yang Kental, Saya Justru Menemukan Kedamaian di Muhammadiyah dengan Rasionalitasnya

3 Agustus 2026
Elang Jawa terbang bebas di Gunung Gede Pangrango, tapi masih berada dalam ancaman MOJOK.CO

Konsultasi Publik di Bandung Hasilkan Masukan Strategis Konservasi Elang Jawa 2026-2036

3 Agustus 2026
Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan MOJOK.CO

Penyesalan Saya Menerima Tawaran Bridesmaid dari Mantan Sahabat, Peran Paling Tak Berguna dalam Sebuah Pernikahan

31 Juli 2026
Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder MOJOK.CO

Dari Kebun Binatang Surabaya, Kita Belajar Cara Penguasa Melakukan Social Murder

31 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.