Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Sosial

Menelusuri Jejak Bioskop Senopati Jogja, ‘Surga Film Panas’ yang Kini Jadi Taman Pintar

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
22 Agustus 2023
A A
taman pintar di lokasi bekas bioskop senopati mojok.co

Taman Pintar Yogyakarta yang berdiri di lahan bekas Bioskop Senopati (budaya.jogjaprov.go.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Film panas yang goda gelora muda

Sejak awal 2000-an, ketenaran Bioskop Senopati mulai memudar. Masuknya jaringan Empire-21, yang menawarkan modernitas dalam industri bioskop, akhirnya bikin Senopati kalah pamor.

Deni pun mengaku sudah lupa kapan terakhir kali berkunjung ke Bioskop Senopati. Alasannya karena sejak akhir 1990-an, ia sudah harus pindah ke Magelang.

Iklan

Namun, yang jelas, satu ingatan yang tak mungkin ia lupakan adalah bagaimana dirinya bisa menikmati film-film panas secara bebas pada masa itu.

“Aku inget banget film panas ‘Call Girls’, lupa pasnya tahun berapa. Zaman segitu film ini lagi banyak diomongin sama teman-teman sekolah ,” kisahnya.

Tarif buat nonton Call Girls sendiri, kata Deni, saat itu seharga Rp750. Mengingat harganya cukup lumayan—untuk kalangan “rakyat jelata” seperti dia—Deni harus putar otak supaya bisa dapat uang buat nonton. Alhasil, ia pun harus mengumpulkan uang saku selama seminggu demi menonton film panas tersebut.

Saat uang sudah terkumpul, masalah baru datang. Penjagaan bioskop yang cukup ketat menyusahkan remaja-remaja di bawah umur menonton film kategori 18+.

“Akhirnya kita patungan beli rokok sama minum (alkohol) buat penjaganya. Eh, jadinya lama-lama malah akrab. Kalau ada film esek-esek lagi, gampang aja lah kita masuk,” ujar Deni, disambung tawa yang lepas.

Kini, Bioskop Senopati tinggal memori. Saat terkahir berkunjung ke Shopping Center dan Taman Pintar pada 2017 lalu pun, Deni sudah tak bisa melihat wajah asli tempat nongkrong favoritnya dulu. Semua telah berubah, yang ada hanya tumpukan buku yang diperjual-belikan.

“Muda mudi pacaran di sepanjang trotoar, remaja-remaja yang rokokkan sambil mabuk di angkringan, siswa-siswa yang bolos, udah enggak bisa ditemui lagi. Ya, biarin itu jadi nostalgia aja, karena setiap masa ada orangnya,” pungkasnya.

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Purnawan Setyo Adi

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

BACA JUGA Riwayat 5 Bioskop Mati di Jogja, Ada yang Berubah Jadi Teras Malioboro

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 22 Agustus 2023 oleh

Tags: bioskopBioskop di JogjaBioskop MatiTaman Pintar Yogyakarta
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Bioskop NSC Rembang, bangunan kecil di tanah tandus yang jadi hiburan banyak orang MOJOK.CO
Catatan

Bioskop NSC Rembang Jadi Olok-olokan Orang Sok Kota, Tapi Beri Kebahagiaan Sederhana

1 Desember 2025
Video Prabowo Tayang di Bioskop Itu Bikin Rakyat Muak! MOJOK.CO
Kabar

Tak Asyiknya Bioskop Belakangan Ini, Ruang Hiburan Jadi Alat Personal Branding Prabowo

16 September 2025
pengalaman pertama ke bioskop, pakuwon mall jogja.MOJOK.CO
Ragam

Pengalaman Pertama ke Bioskop: Orang Desa Salah Pesan Tiket Mahal sampai Tersesat di Pakuwon Mall Jogja, Mau Bertanya Takut Dikira Kampungan

11 April 2025
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO
Ragam

Derita Tinggal di Rembang: Harus Tempuh 2 Jam ke Tuban Demi ke Mal, Nonton Bioskop atau Sekadar Makan Mie Gacoan

6 Maret 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita anak magang atau PKL SMK: diperlakukan sebagai pekerja penuh waktu hingga ikut lembur dan dibentak-bentak MOJOK.CO

Magang SMK Tak Dibayar tapi Jadi Tenaga Kerja Serabutan, Ikut Lembur hingga Dibentak-bentak kalau Ada Kesalahan

9 Juli 2026
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyerahkan hibah daerah ke ormas, tempat ibadah, dan para seniman MOJOK.CO

Hibah Pemkab Sleman untuk Ormas, Tempat Ibadah, dan Seniman: Serahkan Ratusan-Miliaran Juta untuk Dioptimalkan

10 Juli 2026
Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026
spmb 2025, zonasi.MOJOK.CO

Ketika SPMB Berubah Jadi Pasar Gelap Kursi Sekolah

6 Juli 2026
Tahlilan di desa. MOJOK.CO

Gen Z di Desa Ogah-ogahan Ikut Tahlilan Bikin Cemas Para Tetua: Bisa Hilang Budaya Srawung dan Peduli Tetangga

8 Juli 2026
Lapangan Bola di Kauman, Jogja. MOJOK.CO

Lapangan Paving: Kemewahan yang Tersisa bagi Anak-anak Kota Jogja untuk Bermain Bola

7 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.