Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Safari Dharma Raya, Bus “Gajah” Kebanggaan Warga Temanggung yang Melegenda Sejak 1951

Iradat Ungkai oleh Iradat Ungkai
25 September 2023
A A
Safari Dharma Raya, Bus "Gajah" dari Temanggung yang Melegenda Sejak 1951 MOJOK.CO

Bus Safari Dharma Raya (Instagram/safaridharmaraya)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – PO Safari Dharma Raya asal Temanggung memiliki sejarah panjang. Perusahaan otobus ini lahir atas prakarsa Oei Bie Lay (OBL) yang juga dikenal dengan nama Darmojuwono.

Pada 1951, Oei Bie Lay melihat penduduk Temanggung kesulitan mengangkut hasil bumi. Fenomena tersebut ia respon dengan membuka bisnis ekspedisi. Mobil sedannya kemudian ia korbankan. Dua kendaraan mini bus hasil modifikasi dari kendaraan pribadi ia jadikan modal untuk memulai bisnis berlabel Perusahaan Truk Hien.

Tingginya kebutuhan mobilitas antarkota masyarakat membuat OBL melakukan ekspansi layanan perusahaan. Kemudian, ia membuka layanan bus antarkota di bawah panji Safari Dharma Raya. Berbekal lima bus, PO tersebut melayani rute Temanggung-Magelang-Candiroto dan Temanggung-Wonosobo-Purwokerto.

Perjalanan PO Safari Dharma Raya, bus yang ada gambar gajahnya

Safari yang berarti “perjalanan”, Dharma artinya “berkat”, dan Raya merujuk pada “jalan raya”. Nama tersebut menyimpan harapan agar PO ini senantiasa mampu melayani penumpang dengan penuh berkat dan keselamatan.

Cukup mudah mengenali bus ini di jalanan. Tak lain karena gambar empat ekor gajah yang melekat di bodi armadanya. Perusahaan ini percaya gajah melambangkan kekuatan, kebaikan, dan kebijaksanaan. Selain itu gajah juga merupakan hewan yang setia, sesuai dengan tekad PO Safari Dharma Raya yang setia memberi pelayanan terbaik bagi penumpang.

Sementara itu jumlah empat ekor gajah juga merepresentasikan solidaritas dan kekompakan empat putra-putri pendiri perusahaan ini.

Bisnis PO Safari Dharma Raya terus berkembang. Pada 1971, perusahaan ini menambah layanan bus malam AKAP. Lalu pada 1975, trayek Temanggung-Surabaya-Malang dan Yogyakarta-Jakarta hadir.

Estafet bisnis OBL kemudian berlanjut kepada kedua putranya, Hendro Darmajuwono dan Santoso Darmojuwono. Hendro memimpin koordinasi perusahaan sebagai komisaris, sementara Santoso menjadi direktur utama PT. Safari Dharma Sakti sejak 1989.

Pada 2011, Santoso wafat. Posisinya sebagai direktur utama perusahaan berpindah ke Hendro, lalu posisi komisaris jatuh kepada Setiawati Darmajuwono. Generasi kedua Safari Dharma Raya kemudian memulai babak baru. Salah satu gebrakannya ialah mengeluarkan layanan jasa bus pariwisata.

Baca halaman selanjutnya…
Keunikan bus ini dibanding dengan kompetitornya

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 26 September 2023 oleh

Tags: bus safari dharma rayabus temanggungsafari dharma rayatemanggung
Iradat Ungkai

Iradat Ungkai

Kadang penulis, kadang sutradara, kadang aktor.

Artikel Terkait

Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO
Eksplor

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Haru dan syukur warga Temanggung terima bantuan RSLH dari PT Djarum MOJOK.CO
Ragam

Haru dan Syukur Warga Temanggung, Rumah Reyot “Disulap” Jadi Nyaman di Usia Senjanya

31 Juli 2025
Warga Temanggung terima bantuan RSLH dari PT Djarum MOJOK.CO
Kilas

15 Rumah Tak Layak Huni di Temanggung Diperbaiki PT Djarum, Target Sampai 500 Lebih Rumah Lagi di Jawa Tengah

31 Juli 2025
Jihad Warga Kecamatan Selo Boyolali Mempertahankan Tanah MOJOK.CO
Esai

Warga Kecamatan Selo Boyolali “Jihad” Mempertahankan Tanah, Enggan Menjualnya ke Investor Luar, Menolak Membuka Destinasi Wisata Secara Ugal-ugalan karena Bertani Adalah Prioritas

1 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala.MOJOK.CO

Merayakan Sofistikasi Djent ala Bless The Knights yang Keras Kepala

13 Juli 2026
Cari kerja, lamaran kerja, Mahasiswa gap year kuliah di Unila. MOJOK.CO

Kesalahan Bikin CV dan Hal-Hal Sepele Lain yang Justru Bikin Jobseeker Ditolak Saat Melamar Kerja

16 Juli 2026
Derita Orang Rembang, Makan Mie Gacoan Harus ke Tuban MOJOK.CO

Makan Mie Gacoan adalah Kemewahan bagi Anak Muda Desa, Rela Motoran 2 Jam Demi Makanan yang “Menyiksa” Mulut Mereka

14 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi MOJOK.CO

Dugaan Korupsi Bupati Sukoharjo: Warisan Bernama Korupsi 

13 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.