Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Liputan Ragam

Haru dan Syukur Warga Temanggung, Rumah Reyot “Disulap” Jadi Nyaman di Usia Senjanya

Muchamad Aly Reza oleh Muchamad Aly Reza
31 Juli 2025
A A
Haru dan syukur warga Temanggung terima bantuan RSLH dari PT Djarum MOJOK.CO

Ilustrasi - Haru dan syukur warga Temanggung terima bantuan RSLH dari PT Djarum. (Ega Fansuri/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Rumah berdinding kayu kian melapuk seiring waktu. Mulai reyot. Atapnya juga mulai bocor tiap hujan turun. Begitulah yang dialami oleh 15 warga dari dua desa di Temanggung, Jawa Tengah: Desa Bonjor, Kecamatan Tetep, dan Desa Glapansari, Kecamatan Parakan.

Selama puluhan tahun, rumah yang terus melapuk itu menjadi satu-satunya tempat berteduh. Tidak ada pilihan lain. Uang untuk makan sehari-hari saja tak menentu, apalagi untuk memperbaiki rumah.

Iklan

Mengambil peran suami yang jatuh sakit

Rumah reyot Parmi (67) berada di salah satu sudut Dusun Santren, Glapansari, Temanggung. Wajar saja jika rumah tersebut makin reyot. Sudah 51 tahun rumah tersebut tidak tersentuh perbaikan. Dulu, dia tinggal di rumah itu bersama suami dan tiga orang anaknya.

“Sekarang tinggal berdua dengan suami, karena anak-anak sudah berkeluarga masing-masing,” ungkap Parmi yang menyambut hangat saya saat mengunjungi rumahnya pada Rabu (30/7/2025) siang.

Rumah Parmi di Glapansari, Temanggung, sebelum direnovasi PT Djarum MOJOK.CO
Rumah Parmi di Glapansari, Temanggung, sebelum direnovasi PT Djarum. (Dok. PT Djarum)

Parmi bercerita, dulu suaminya bekerja sebagai petani tembakau. Mengolah lahan kecil miliknya. Parmi biasanya hanya bantu-bantu.

Namun, sejak satu tahun lalu, sang suami jatuh sakit. Stroke membuat suaminya tidak bisa beraktivitas normal lagi: hanya bisa membaringkan tubuh di kasur lusuh kamarnya.

“Sejak itu saya yang ngurus lahan tembakaunya. Berangkat jam 8 pagi, pulang jam 11 siang. Tapi ya cukup nggak cukup hasilnya,” kata Parmi.

Pemasukan Parmi dalam sehari seringnya sebesar Rp50 ribu. Hanya kalau harga tembakau sedang bagus, dia bisa mendapat Rp60 ribu-Rp70 ribu. Sayangnya, dua angka terakhir itu tidak bisa dia dapat dengan begitu sering. Alhasil, dari Rp50 ribu itulah Parmi dan suaminya harus bertahan hidup. Sementara kini, selain untuk makan, dia juga harus memikirkan pengobatan sang suami.

Tak berani membayangkan punya rumah bagus

Membayangkan saja tidak berani. Begitu kata Parmi saat ditanya apakah dia pernah memimpikan memiliki sebuah rumah yang lebih bagus, aman, dan nyaman.

“Uangnya nggak ada kok,” tutur Parmi dengan tawa. Sehingga bayangan untuk memperbaiki rumah sudah tidak terlintas di benaknya.

Dia pun menyadari tidak mungkin meminta bantuan ketiga anaknya. Sebab, mereka sudah harus mengurus keluarga masing-masing. Maka, sepanjang rumah reyot tersebut masih berdiri, meskipun bocor dan cenderung kumuh, di situlah dia akan terus bernaung.

Upah jadi buruh tembakau di Temanggung untuk sekolahkan anak

Kondisi serupa juga terlihat di rumah Sudiharjo (70), juga warga Desa Glapansari, Temanggung. Rumahnya masih beralas tanah, dinding kayu yang sudah reyot, dan atap yang sebagian besar sudah hancur sehingga tak kuasa menahan rintik hujan: bocor di mana-mana.

Rumah tersebut sudah Sudiharjo tinggali selama 30 tahun. Tanpa pernah bisa dia perbaiki.

“Saya sehari-hari buruh tani. Paling upahnya Rp50 ribu-Rp70 ribu,” ungkap Sudiharjo. “Uang segitu tidak akan cukup untuk memperbaiki rumah.”

Iklan

Apalagi, Sudiharjo masih punya tanggungan satu istri dan seorang anak angkat yang saat ini masih kelas 3 SD.

Sudiharjo bercerita, sebenarnya dia dan istrinya tidak dikaruniai anak. Akan tetapi, di usia senja mereka, mereka harus merawat anak dari saudaranya yang meninggal: bocah kelas 3 SD tersebut.

“Jadi uang hasil jadi buruh saya gunakan untuk menyekolahkan anak. Sisanya untuk makan sehari-hari,” terangnya.

Haru “tiba-tiba” rumahnya jadi baru

Kini, Parmi dan Sudiharjo merasa hidup lebih baik. Setidaknya, dari tiga aspek—sandang, pangan, dan papan—mereka kini memiliki papan (tempat tinggal) yang layak. Mengingat, urusan tempat tinggal memang membutuhkan biaya yang tidak kecil.

Parmi mengaku kaget saat mendapat pemberitahuan bahwa rumahnya termasuk salah satu rumah di Temanggung yang bakal mendapat bantuan perbaikan. Dan tentu saja ada perasaan haru sekaligus tak terperi.

Siang saat berbincang di halaman rumahnya itu, tak terhitung Parmi berkali-kali mengucapkan rasa syukurnya pada Allah Swt, sambil meletakkan kedua telapak tangannya di dada: sebagai tanda syukur yang mendalam.

Parmi bersyukur menerima bantuan RSLH dari PT Djarum MOJOK.CO
Parmi bersyukur menerima bantuan RSLH dari PT Djarum. (Aly Reza/Mojok.co)

“Dulu itu saya kalau nyuci piring, nyuci baju, itu di sungai belakang rumah, Mas. Sekarang dibangunkan kamar mandi yang bersih, ada tempat cuci piringnya juga (wastafel),” beber Parmi.

“Dulu tidak bisa gelesotan karena lantainya tanah. Sekarang bisa karena keramik. Pokoknya alhamdulillah sekarang rumahnya nyaman,” sambungnya.

Kondisi rumah Parmi di Glapansari, Temanggung usai direnovasi PT Djarum MOJOK.CO
Kondisi rumah Parmi di Glapansari, Temanggung usai direnovasi PT Djarum. (Dok. PT Djarum)

Siduharjo pun sama halnya. Saking tak percayanya dia kalau rumahnya kini menjadi baru, lebih bersih dan lebih nyaman, dia masih tampak terbengong-bengong saat menghadiri acara penyerahan simbolis bantuan rumah sederhana layak huni (RSLH) oleh PT Djarum di Gedung Sasana Gita, Parakan, Temanggung, Rabu (30/7/2025) pagi WIB.

Keduanya tentu tak luput menghaturkan terima kasih mendalam sekaligus melangitkan doa-doa baik terhadap PT Djarum, karena uluran tangan berupa RSLH itu membuat keduanya mendapat sesuatu yang sebelumnya membayangkannya saja tidak berani.

Siduharjo dan Parmi duduk bersebelahan saat menghadiri acara penyerana simbolis bantuan RSLH dari PT Djarum MOJOK.CO
Siduharjo dan Parmi duduk bersebelahan saat menghadiri acara penyerana simbolis bantuan RSLH dari PT Djarum. (Aly Reza/Mojok.co)

Rp900 juta untuk bantuan RSLH di Temanggung

Sebagai informasi, bantuan RSLH ini merupakan lanjutan dari program PT Djarum dalam upaya membantu pemerintah mempercepat pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah.

General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto menjelaskan, program RSLH sebenarnya sudah berlangsung sejak 2022. Hingga saat ini, ada sebanyak 360 lebih RTLH di Jawa Tengah yang mendapat bantuan perbaikan oleh PT Djarum. Targetnya hingga akhir 2025 nanti total ada 600 lebih RTLH di Jawa Tengah yang mendapat bantuan.

General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, dalam penyerahan bantuan simbolis RSLH di Temanggung MOJOK.CO
General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, dalam penyerahan bantuan simbolis RSLH di Temanggung. (Aly Reza/Mojok.co)

“Rumah yang direnovasi akan mengacu pada tiga aspek dasar, yakni aman, nyaman, dan Karena kami ingin setiap yang tinggal di rumah tersebut merasa aman. Salah satunya dengan pondasi dan bangunan yang kuat, nyaman dan sehat dengan pengaturan sirkulasi udara, pencahayaan dan sanitasi yang baik,” papar Budiharto dalam acara penyerahan bantuan seara simbolis tersebut.

Untuk bantuan RSLH di Temanggung ini, PT Djarum menggelontorkan biaya total sebesar Rp900 juta. Masing-masing rumah menerima Rp60 juta, sehingga penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali.

Khusus untuk Temanggung, Budiharto memastikan, dari total target realisasi 600 RSLH di Jawa Tengah, Temanggung akan mendapat tambahan sebanyak 25 unit RSLH lagi. Kabar itu pun disambut dengan riuh gembira oleh masyarakat Temanggung.

Penulis: Muchamad Aly Reza
Editor: Ahmad Effendi

BACA JUGA: Pasangan Sepuh di Sudut Kota Semarang: Dari Tinggal di Rumah Tak Layak hingga Uluran Tangan yang Menenteramkan atau liputan Mojok lainnya di rubrik Liputan

 

 

 

 

 

 

 

Terakhir diperbarui pada 4 Agustus 2025 oleh

Tags: bantuan rumahGlapansari Temanggungpt djarumtemanggung
Muchamad Aly Reza

Muchamad Aly Reza

Jurnalis Mojok.co asal Rembang, Jawa Tengah. Pernah belajar di S1 Sejarah Peradaban Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Banyak menulis isu sosial, keislaman dan spiritualitas, pendidikan kritis, dan realitas sehari-hari. Mengisi waktu dengan membaca buku, nonton film, dan traveling.

Artikel Terkait

Waisak 2026 di Candi Borobudur Magelang jadi momentum bagi sebuah keluarga Buddha asal Temanggung untuk meluruhkan ego diri MOJOK.CO
Eksplor

Waisak di Borobudur untuk Meluruhkan Ego Diri, Menerima Kesadaran atas Renungan “Hidup untuk Apa di Dunia Fana?”

31 Mei 2026
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng akan renovasi rumah tak layak huni Mbah Kamijah di Gunungpati MOJOK.CO
Kilas

Saat Kabar Baik Menghampiri Mbah Kamijah, Lansia 87 Tahun yang Tinggal Sendiri di Rumah Tak Layak Huni Gunungpati Semarang

24 Januari 2026
Warga Temanggung terima bantuan RSLH dari PT Djarum MOJOK.CO
Kilas

15 Rumah Tak Layak Huni di Temanggung Diperbaiki PT Djarum, Target Sampai 500 Lebih Rumah Lagi di Jawa Tengah

31 Juli 2025
Jihad Warga Kecamatan Selo Boyolali Mempertahankan Tanah MOJOK.CO
Esai

Warga Kecamatan Selo Boyolali “Jihad” Mempertahankan Tanah, Enggan Menjualnya ke Investor Luar, Menolak Membuka Destinasi Wisata Secara Ugal-ugalan karena Bertani Adalah Prioritas

1 Juni 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

kebun sayur di kota jogja.MOJOK.CO

Cara Warga Wirobrajan Hadapi Keterbatasan Lahan: Mengubah Tembok Kampung Menjadi Kebun Sayur

8 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Pertama kali beli mesin cuci di rumah desa, kena julid tetangga MOJOK.CO

Pertama Kali Beli Mesin Cuci di Rumah Desa: Terharu Ringankan Beban Ibu hingga Dianggap Buang Duit oleh Tetangga Julid

10 Juli 2026
donasi ekonomi.MOJOK.CO

“Rakyat Bantu Rakyat” Menguat, tapi Jangan Jadi Alasan Pemerintah Lepas Tangan dan Abai Pada Nasib Masyarakat

14 Juli 2026
Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.