Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Reaktivasi Jalur KA Madura Mungkin Butuh Waktu Lama, Relnya Banyak yang Hilang

Kenia Intan oleh Kenia Intan
10 Agustus 2023
A A
Kereta kayu yang digunakan untuk inspeksi di lintas Madura. (Dok: heritage.kai.id)

Kereta kayu yang digunakan untuk inspeksi di lintas Madura. (Dok: heritage.kai.id)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Jalur KA Madura dibongkar Jepang

Pada masa penjajahan Jepang, sekitar 1942-1945, Jepang membongkar banyak jalur rel di Indonesia. Salah satunya jalur KA Madura. Jepang mengambil rel yang terbuat dari besi sebagai bahan mesin perang selama Perang Dunia II. Tidak heran, hanya ada sedikit sisa dari jalur sepanjang 225 kilometer yang membentang dari Pelabuhan Kamal di ujung barat Madura di Kabupaten Bangkalan hingga Pelabuhan Kalianget di ujung timur di Kabupaten Sumenep. 

Jalur KA Madura sebenarnya dibangun oleh Madoera Stoomtram Maatschappij sejak 1897 untuk mengangkut garam. Jalur itu berfungsi membawa garam dari Madura ke Kalianget dan Kamal, begitu pula sebaliknya. Garam adalah salah satu komoditas andalan Madura pada saat itu. Di masa puncak, setidaknya ada 20.069 ton garam curah dan 39.202 ton garam briket dihasilkan di Madura. 

Pembangunan jalur KA di Madura dikerjakan secara bertahap. Menilik catatan Indonesian Railway Preservation Society, periodesasi pembukaan jalur-jalur itu adalah Kamal-Bangkalan (1898), Bangkalan-Tunjung (1899), Tunjung-Kwanyar (1900), Tanjung-Kapedi (1900), Kapedi-Tambangan (1900), Tambangan-Kalianget (1899), Kwanyar-Blega (1901), Tanjung-Sampang (1901), dan Sampang-Blega (1901).

Berjaya hingga menghadapi senja kala

Setelah kemerdekaan, hanya jalur Pamekasan hingga Kamal saja yang tersisa. Walau tak lagi lengkap, penumpang tetap berdesakan menaiki kereta yang melewati jalur itu. Kebanyakan dari mereka adalah penumpang yang turun dari kapal penyeberangan di Dermaga Kamal yang kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kereta dari Stasiun Kamal ke berbagai tempat, begitu pula sebaliknya. 

Kondisi di atas terus berlangsung selama tidak ada banyak pilihan moda transportasi lain di Madura. Seiring waktu berjalan, mulai bermunculan moda transportasi lain di Madura seperti bus, mobil pribadi, minibus, dan sepeda motor. Penumpang pun mulai meninggalkan kereta api. Jalur KA akhirnya resmi tutup pada 1987 karena sepi peminat.  

Peninggalan terkait jalur KA di Madura kini berada dalam pengawasan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya. Selain sisa-sisa rel kereta api, di Madura terdapat empat stasiun bekas (Stasiun Kamal, Stasiun Kalianget, Stasiun Pamekasan, Stasiun Kwanyar) dan 97 jembatan kereta api. 

Penulis: Kenia Intan
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Menanti Jalur Trem Semarang yang Akan Diaktifkan Kembali Setelah 83 Tahun

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Halaman 2 dari 2
Prev12

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2023 oleh

Tags: kerera apiMadurareaktivasi jalur KA
Kenia Intan

Kenia Intan

Content Writer Mojok.co

Artikel Terkait

Makanan Khas Jawa Timur Obat Rindu Kala Mudik ke Surabaya (Aly Reza/Mojok.co)
Pojokan

Makanan Khas Jawa Timur di Jogja yang Paling Bikin Perantau Surabaya Menderita: Kalau Nggak Niat Mending Nggak Usah Jualan, Bikin Kecewa

14 Maret 2026
Kekerasan di sekolah, Mahasiswa UNY Dibully Gara-Gara Pemilu BEM
Edumojok

“Sekolah Bukan Ring Tinju”: Ortu Pukuli Guru Madrasah di Madura adalah Alarm Darurat Pendidikan Indonesia

9 Februari 2026
Orang Madura sudah banyak kena stigma buruk di Surabaya dan Jogja. Terselamatkan berkat dua hal MOJOK.CO
Ragam

2 Hal Sederhana yang Selamatkan Wajah Madura Kami dari Stigma Buruk Maling Besi, Penadah Motor Curian, hingga Tukang Pungli

28 Januari 2026
Mohammad Zaki Ubaidillah, dari Sampang, Madura dan langkah wujudkan mimpi bulu tangkis di Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan Jakarta MOJOK.CO
Ragam

Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan

19 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar.MOJOK.CO

Rasa Sanga (7): Membaca Ajaran Sunan Kudus dari Sebungkus Garang Asem yang Pedas, Kecut, dan Segar

16 Maret 2026
Alasan Kita Perlu Bersama Andrie Yunus di Tengah Pejabat Korup. MOJOK.CO

ICW: Usut Tuntas Kekerasan “Brutal” terhadap Andrie Yunus, Indikator Bahaya untuk Pemberantasan Korupsi

14 Maret 2026
Blok M dan Jakarta Selatan (Jaksel) dilebih-lebihkan, padahal banyak jamet MOJOK.CO

Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina

14 Maret 2026
Evakuasi WNI saat terjadi konflik luar negeri MOJOK.CO

Saat Terjadi Konflik di Luar Negeri, Evakuasi WNI Tak Sesederhana Asal Pulang ke Negara Asal

16 Maret 2026
mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah ISI Jogja dihujat. MOJOK.CO

Sisi Lain Penerima KIP Kuliah yang Tak Dipahami Para Mahasiswa “Polisi Moral”, Dituntut Untuk Selalu Terlihat Miskin dan Menderita

12 Maret 2026
Dihina dan dijauhi tongkrongan hanya karena naik motor Honda BeAT. Tidak memenuhi standar sinematik ala Yamaha Aerox, NMax, dan Vario MOJOK.CO

Standar Keren Kabupaten: Pakai Motor BeAT Dihina dan Dijauhi Circle Aerox, NMax, dan Vario karena Tak Masuk Konsep Sinematik

12 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.