Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Politik

Izin Muhammadiyah Ziarah ke Makam, Erick Thohir Ingin Lanjutkan Pemikiran Buya Syafii Maarif

Yvesta Ayu oleh Yvesta Ayu
22 Juni 2022
A A
erick thohir mojok.co

Menteri BUMN, Erick Thohir menyambangi Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Rabu (22/06/2022).(yvesta ayu/mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Menteri BUMN, Erick Thohir, menyambangi Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Rabu (22/06/2022). Ditemui langsung oleh Ketua Umum (ketum) PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, Erick meminta izin untuk berziarah ke makam mantan ketum PP Muhammadiyah,”Buya” Syafii Maarif di Kulon Progo.

Bertemu Haedar Nashir dan Ketua PP Aisyiyah, Noordjannah Djohantini selama hampir dua jam secara tertutup, Erick sempat ditunggu sekelompok pendukungnya. Usai berbincang, Erick yang hendak pulang dicegat pendukungnya untuk meminta tanda tangan. Sempat berfoto bersama, Erick langsung menuju mobil tanpa memberikan keterangan apapun.

“Tadi ada silaturahmi mas Erick Thohir, sebenarnya informal karena beliau intinya mau ziarah ke makam Buya Syafii Maarif sebab belum berkesempatan berziarah [saat buya meninggal 27 mei 2022]. Saya kan sejak awal selaku wakil keluarga dan Muhammadiyah tentu beliau silaturahmi dulu ke saya dan izin berziarah [ke makam buya],” papar Haedar saat ditemui usai acara.

Haedar bersyukur Presiden dan para tokoh di pemerintahan maupun luar pemerintahan terus menerus melakukan ziarah ke makam Buya. Sebelum Erick, Mantan Ketua Umum PBNU sekaligus anggota Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Said Aqil Siradj juga berziarah ke makam Buya.

Tak hanya silaturahmi, menurut Haedar, dalam obrolan bersamanya sekitar dua jam, Erick juga berkeinginan untuk melanjutkan pemikiran-pemikiran besar yang ditinggalkan Buya Syafii Maarif. Sebab Buya selama ini dikenal memiliki pemikiran yang inklusif dan berorientasi pada Islam kebangsaan.

Erick juga berkeinginan melanjutkan program-program Muhammadiyah yang bisa dikerjasamakan dengan BUMN. Diantaranya pembangunan Madrasah Muallimin yang jadi komitmen Muhammadiyah. Selain itu kerjasama dalam bidang pemberdayaan ekonomi bersama PP Aisyiyah.

“[Erick Thohir] menteri yang membidangi BUMN, tentu ada program khusus. Itu obyektif untuk pemberdayaan ekonomi,” paparnya.

Namun dalam pertemuan kali ini, lanjut Haedar tidak ada perbincangan tentang rencana Erick Thohir untuk maju pemilihan presiden (pilpres) meski namanya banyak disebut-sebut akan maju dalam kontestasi politik 2024.

Bahkan Erick sempat bertemu beberapa tokoh politik beberapa waktu kebelakang. Sebut saja pertemuan dengan Ketum Partai Gerindra sekaligus Menteri Pertahanan, Prabowo Subiyanto pada Senin (20/06/2022) kemarin.

Gerakan dan dukungan dari bawah pun mulai bermunculan. Mengatasnmakan Sobat Erick, para pendukungnya mulai bergerilya di tingkat bawah.

“Tidak ada [pembicaraan] mengutarakan keinginan maju [pilpres] 2024, kita tidak berbicara yang bersifat politik 2024, hanya mengobrol tentang buya dan menyerap pemikiran buya agar bisa merawat Indonesia, Islam yang inklusif,” ujarnya.

Reporter: Yvesta Ayu
Editor: Purnawan Setyo Adi

BACA JUGA JJ Rizal Serahkan Petisi MH Thamrin Jadi Nama Pengganti JIS ke Anies dan kabar terbaru lainnya di rubrik KILAS

Terakhir diperbarui pada 22 Juni 2022 oleh

Tags: buya syafii maarifErick ThohirMuhammadiyah
Yvesta Ayu

Yvesta Ayu

Jurnalis lepas, tinggal di Jogja.

Artikel Terkait

Siswa Katolik di Muhammadiyah Pekalongan. MOJOK.CO
Sekolahan

Cerita Siswa Katolik Suka Otak-atik Motor hingga Lulus dari SMK Muhammadiyah dan Dapat Beasiswa Magang ke Jepang 

18 Mei 2026
Tapak Suci Unair. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saat Pencak Silat Dianggap Biang Kerok, Saya Bersyukur Jadi Bagian Tapak Suci Unair yang Anti Tawuran

21 April 2026
Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan yang Sama MOJOK.CO
Esai

Muhammadiyah vs NU di Rumah Kami: Dua Hati, Beda Hari Lebaran, Selesai di Meja Makan

9 Maret 2026
Muhammadiyah selamatkan saya dari tabiat buruk orang NU. MOJOK.CO
Sehari-hari

Saya Bukan Muhammadiyah atau NU, tapi Pilih Tinggal di Lingkungan Ormas Bercorak Biru agar Terhindar dari Tetangga Toxic

25 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi MOJOK.CO

Catatan Lulusan S2 yang Jadi Driver Maxim: Mempraktikkan Ilmu Pemerintahan Tanpa Birokrasi

13 Mei 2026
Pemuda desa 19 tahun lulusan SMK nekat kerja jadi housekeeping di Dubai demi gaji 2 digit karena menyerah dengan rupiah MOJOK.CO

Pemuda Desa 19 Tahun Nekat Kerja di Hotel Dubai: Jaminan Gaji 2 Digit usai Nyerah dengan Rupiah dan 19 Juta Lapangan Kerja

18 Mei 2026
Pandeglang, Mati-matian Bertahan di Jogja Buat Apa? MOJOK.CO

5 Tahun Merantau, Sadar Kalau Pandeglang dan Jogja Itu Mirip: Tak Ramah Buat Cari Duit, Masyarakatnya pun Pasrah sama Nasib 

17 Mei 2026
Deni mahasiswa berprestasi dari UGM berkat puisi. MOJOK.CO

Balas Budi ke Ibu yang Jual Cincin Berharga lewat Ratusan Puisi hingga Diterima di UGM Berkat Segudang Prestasi

14 Mei 2026
KIP Kuliah.MOJOK.CO

Mahasiswa Pura-Pura Miskin demi Dapat KIP Kuliah Memang Ada, Uang Beasiswa Habis buat Hedon agar Diakui di Tongkrongan

14 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.