Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Politik

Afnan Hadikusumo Resmi Gandeng Singgih Raharjo Maju Pilkada Kota Jogja, Didukung 8 Partai

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
27 Agustus 2024
A A
afnan singgih untuk jogja.MOJOK.CO

Deklarasi pasangan Afnan-Singgih (Dok. Istimewa)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Tokoh Muhammadiyah Jogja Muhammad Afnan Hadikusumo resmi menggandeng Singgih Raharjo, Pj. Walikota Yogyakarta 2023-2024, sebagai pasangan dalam Pilwalkot Yogyakarta. Keduanya diusung sejumlah partai besar pada Pilkada serentak November 2024 mendatang.

Ada lima partai parlemen yang mendukung pasangan “Pasti PAS” (Paseduluran Sejati Pasangan Afnan Singgih). Kelimanya yakni Golkar, Gerindra, PKS, PPP, PKB. Serta tiga partai non parlemen, seperti PSI, Partai Buruh, dan Partai Ummat.

Deklarasi Afnan dan Singgih digelar pada Selasa (27/8) di Ndalem Poenakawan Cafe and Resto, Jl. KH. Ahmad Dahlan, No. 71, Notoprajan, Ngampilan, Yogyakarta. Dengan dihadiri para pimpinan partai pengusung serta simpatisannya. Turut hadir juga Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DIY M. Ikhwan Ahada bersama Wakil Ketua Azman Latif, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta Aris Madani serta jajaran, dan Tokoh Masyarakat yang juga Walikota Yogyakarta periode 2000-2010, Herry Zudianto.

Dipilihnya Ndalem Poenakawan sebagai tempat deklarasi Afnan dan Singgih rupanya memiliki alasan historis. Sebab, tempat ini pernah digunakan sebagai Balai Kota Yogyakarta pada tahun 1952 hingga akhirnya dipindahkan ke Jalan Kenari pada akhir 1970an. Dengan begitu, diharapkan bisa membawa spirit untuk menata Yogyakarta lebih baik lagi ke depannya.

Kolaborasi pas Afnan dan Singgih, kombinasi politisi dan birokrat berpengalaman

Hadirnya pasangan Afnan dan Singgih ini disebut sebagai kombinasi yang pas untuk membangun Kota Yogyakarta lebih istimewa. Afnan dengan pengalamannya sebagai politisi yang berjuang untuk kepentingan masyarakat dalam hal sosial dan pendidikan, serta Singgih sebagai sosok birokrat yang berpengalaman dan mengerti bagaimana sistem pemerintahan dapat bekerja maksimal.

Apalagi, warga Kota Yogyakarta sangat membutuhkan sosok pemimpin dan pelayan masyarakat yang tak hanya berintegritas, tetapi visi dan misi yang jelas untuk membangun Kota Jogja. Sebagai kota istimewa yang kaya akan sejarah dan budaya.

Maka, kombinasi antara politisi dan birokrasi ini dirasa pas. Dalam rangka untuk menyelesaikan berbagai masalah serta diharapkan muncul ide dan inovasi birokrasi yang lebih baik dalam mewujudkan peningkatan kesejahteraan di Yogyakarta, dengan semangat gotong royong dan kolaborasi.

“Kita memiliki warisan budaya luar biasa, yaitu gotong royong, atau kolaborasi, taawun, dan sebagainya. Artinya, pembangunan (Kota Yogyakarta) tidak bisa dilakukan sendiri, semuanya bekerja, baik pemimpin partai dan pemerintah harus bareng-bareng. Kalau ada yang kurang, maka tugas DPRD untuk memberi masukan dan akan kami dengarkan,” ujar Afnan dalam pidatonya.

Selain gotong royong, Yogyakarta juga dikenal dengan prinsip “tepa selira” atau toleransi. Hal ini mengingat warga Yogyakarta sangat heterogen, secara suku, agama, kepercayaan, dan sebagainya. Maka, Afnan menekankan bahwa pemerintah ke depan harus mengedepankan toleransi, sehingga bisa membuat masyarakat Yogyakarta lebih bahagia lagi.

“Kita semua bersepakat bahwa masyarakat tidak boleh menangis, harus tertawa dengan pelayanan yang lebih baik ke depannya. Masyarakat kita juga senang apabila penyelenggaraan pemerintah dilakukan dengan good and clean governance. Itu yang akan kita bawa dalam penyelenggaraan pemerintahan ke depan,” jelas cucu dari Ketua Umum PP Muhammadiyah 1944-1953 sekaligus Pahlawan Nasional Ki Bagus Hadikusumo itu.

Kerja bersama masyarakat Jogja

Pada hari ini, Afnan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh partai dan pendukung, serta para tokoh masyarakat yang mendukungnya. Ia berkomitmen akan merangkul seluruh komponen masyarakat, baik lintas suku, agama, dan kelompok dalam rangka mengawal kepentingan bersama untuk kemenangan masyarakat Yogyakarta.

“Yogyakarta membutuhkan sentuhan yang khas Yogyakarta itu sendiri. Jadi, kita harus kerja keras mencapai cita-cita kita untuk memajukan Yogyakarta,” ajak Ketua Umum PP Tapak Suci itu.

Senada dengan Afnan, Singgih Raharjo juga menambahkan bahwa dalam membangun Yogyakarta, itu tidak bisa ditentukan pada Walikota semata. Peran serta seluruh elemen masyarakat sangat penting dalam membangun Yogyakarta lebih baik di masa kini dan mendatang.

“Mari bareng-bareng membangun Yogyakarta yang tercinta, kota yang sangat luar biasa dalam segala hal. Kami berkomitmen untuk mewujudkan Jogja yang lebih baik ke depannya dan kami ingin menjadikannya lebih maju, punya nilai yang lebih,” ujar Singgih. Usai deklarasi, pasangan ini diagendakan akan mendaftar secara resmi ke KPU Kota Jogja pada Rabu (28/8/2024). (***)

Terakhir diperbarui pada 27 Agustus 2024 oleh

Tags: afnan hadikusumoJogjaPilkada 2024singgih raharjowalikota jogja
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Milenial di Job Fair Yogyakarta 2026 cari peluang kerja di luar negeri. MOJOK.CO
Sehari-hari

Muak dengan Syarat Kerja di Indonesia: Gaji Numpang Lewat hingga Terbatas Usia, Milenial Pilih Cari Kerja ke Luar Negeri

16 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co
Hiburan

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Kerajinan lokal Yogyakarta di INACRAFT. MOJOK.CO
Kabar

INACRAFT Jogja: Jembatan bagi Perajin Lokal Menembus Pasar Global Lewat Karya yang Tak Biasa

15 Juli 2026
Senjakala Lapangan Sepak Bola di Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya.MOJOK.CO
Suara Bawah Tanah

Senjakala Lapangan Bola di Kota Jogja yang Makin Berjarak dengan Warganya

9 Juli 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit MOJOK.CO

Yang Melelahkan bagi Disabilitas Tak Tampak Bukan Penyakitnya, tetapi Harus Terus Membuktikan Diri Sakit

13 Juli 2026
Jumirah dan suami merupakan pemulung di TPA Troketon, Klaten. MOJOK.CO

“Nrimo ing Pandum” ala Ibu Jumirah: Berteman dengan Belatung dan Diabetes di Tengah 150 Ton Sampah Residu Warga Klaten

12 Juli 2026
TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana MOJOK.CO

TikTok Bukan Psikolog atau Psikiater, tetapi Gen Z Mencari Diagnosis Kesehatan Mental di Sana

17 Juli 2026
Impact of Asia Limited (IOA) Global Pte Ltd Singapura jajaki kerja sama jangka panjang dengan Jawa Tengah lewat investasi manufaktur hingga pengembangan SDM MOJOK.CO

Peluang Investasi dan Kesempatan Pelatihan di China bagi Anak Muda Jateng

14 Juli 2026
Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa "Mungkin Ada Benarnya" ke Jogja.mojok.co

Menertawakan Polemik Sosial, Arie Kriting Siap Bawa “Mungkin Ada Benarnya” ke Jogja

16 Juli 2026
Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring.MOJOK.CO

Yamaha Gear Ultima, Motor Underrated tapi Tangguh: Andalan Para Ibu Rumah Tangga bahkan Cocok Bagi Bikers Pecinta Touring

12 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.