Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hukum

Pesta Kawinan Berujung Petaka, 3 Orang di Bantul Tewas Akibat Miras Oplosan

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
18 Oktober 2022
A A
Oplosan membuat orang meninggal di Bantul

oplosan

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Miras oplosan kembali memakan korban jiwa. Kali ini, tiga warga Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, merenggut nyawa setelah diduga mengonsumsi miras oplosan saat sedang mempersiapkan acara pernikahan.

Dua korban pertama, DK (24) dan MI (23), meninggal dalam rentang waktu yang berdekatan. DK meninggal pada Minggu (16/10/2022) pukul 06.45 WIB di RS Hermina, dan dimakamkan saat itu juga. Sementara MI, meninggal hanya beberapa jam setelah pemakaman DK.

Adapun korban ketiga, IR (49), meninggal pada malam harinya pukul 22.00 WIB.  Warga Payaman, Kapanewon Imogiri, Bantul ini menyusul dua korban lainnya meski sempat mendapat perawatan di RS Panembahan Senopati.

 

Polisi sendiri telah menelusuri asal usul minuman keras yang membuat tiga orang meninggal dunia dan 2 orang lainnya dirawat Rumah Sakit. Meski belum menetapkan tersangka, mereka telah mengamankan satu orang atas kasus ini.

“Minggu, sekitar pukul 10.15 WIB, kami langsung mengamankan penjual miras berinisial Bobon (25) dirumahnya guna penyelidikan,” terang Kapolsek Jetis, Kompol Hatta Amirulloh, dalam keterangan resminya seperti dikutip dari Kumparan.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Bantul agar tidak mengkonsumsi miras karena pastinya dapat berdampak buruk bagi kesehatan bahkan dapat kehilangan nyawa,” imbuhnya.

Kejadian naas ini berawal sejak Kamis (13/10/2022) sore, ketika para korban tengah menyiapkan sejumlah properti untuk acara hajatan. Setelah selesai memasang tenda, DK, MI, IR dan dua orang lainnya menenggak miras oplosan pada malam hari.

Ketua RT 07 Kampung Kowang, Kalurahan Trimulyo, Jetis, Kirmanto, menyebut IR sempat berangkat kerja pada pagi harinya. Sementara IM dan DK tidur selama seharian penuh.

“IR paginya kerja, sementara MI dan DK tidur satu hari tidak bangun-bangun, tidak makan dan minum. Orang tuanya sudah menyuruh periksa, disuruh ke dokter tidak mau. Keduanya mual dan pusing,” terang Kirmanto.

“Orang tuanya tidak tahu kalau keduanya habis minum-minuman, dikiranya asam lambung naik,” lanjutnya.

Keesokan harinya, Sabtu (15/10/2022), MI tiba-tiba pingsan ketika akan pergi ke kamar mandi. Pihak keluarga pun langsung membawa MI ke rumah sakit.

Sementara DK, sempat menghadiri acara pengajian pra-pernikahan di malam harinya, sebelum ia muntah-muntah di acara tersebut dan dibawa ke rumah sakit menyusul MI. Naas, mereka meninggal pagi harinya, Minggu (16/10/2022) dalam selang waktu yang berdekatan.

Mendengar kabar MI dan DK meninggal dunia, IR dipaksa memeriksakan diri ke RS Panembahan Senopati, Bantul untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Iklan

“Awalnya tidak mau saya antar ke rumah sakit. Tapi napasnya sudah berat, sudah putus-putus itu, abis itu dia bilang, ‘Pak RT mataku kok blawur (penglihatan kabur)’,” ujarnya, menirukan IR.

“Akhirnya saya bawa ke RS. Di sana, saya bilang ke dokter kalau ini overdosis minum-minuman, temannya sudah meninggal dua orang.  Sempat ditangani, tapi meninggal malam harinya,” ucap Karminto.

 

Penulis: Ahmad Effendi
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA: Siram Lukisan Van Gogh, Siapa ‘Just Stop Oil’?

 

Terakhir diperbarui pada 18 Oktober 2022 oleh

Tags: Bantulminuman kerasmirasoplosan
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Jurnalis Mojok.co asal Yogyakarta. Pernah belajar di S1 Ilmu Sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Banyak menulis sejarah, sepak bola, isu urban, budaya pop, dan setiap yang menyangkut kepentingan publik. Kerap menepi di konser band metal, festival film, dan mengasuh anabul.

Artikel Terkait

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik MOJOK.CO
Pojokan

Konten “Ke Jogja tapi Nggak Ke Malioboro” Adalah Kabar Baik, Membuat Derak Roda Ekonomi Bergerak ke Seluruh Pelosok DIY

26 April 2026
4 Oleh-Oleh Khas Bantul yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dijadikan Buah Tangan Mojok.co
Pojokan

4 Oleh-Oleh Khas Bantul yang Sebaiknya Dipikir Ulang Sebelum Dijadikan Buah Tangan

25 Maret 2026
Asriadi Cahyadi pemilik Dcell Jogja Store, toko musik analog. MOJOK.CO
Sosok

Saat Musik Analog Bukan Lagi Barang Jadul yang Bikin Malu, tapi Pintu Menuju Kenangan Masa Lalu bagi Pemuda di Jogja

4 Februari 2026
Toko musik analog, Dcell Jogja Store. MOJOK.CO
Bidikan

Juru Selamat “Walkman” di Bantul yang Menolak Punah Musik Analog

2 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Anak muda alias gen z dan milenial kini tolak kejar jabatan. MOJOK.CO

Anak Muda Tolak Karier Elite dengan Jabatan Tinggi, Pilih Side Job yang Jamin Gaji Stabil di Masa Kini

19 Mei 2026
Ironi jadi orang tunawicara (bisu) di desa, disamakan seperti orang gila MOJOK.CO

Ironi Orang Tunawicara (Bisu) di Desa: Dianggap Gila, Punya Otak Cerdas Tetap Dianggap Tak Bisa Mikir Hanya karena Sulit Bicara

15 Mei 2026
Mahasiswa dapat beasiswa KIP Kuliah bohongi orang tua demi uang saku dobel MOJOK.CO

Dapat Beasiswa KIP Kuliah Jalur FOMO, Bohongi Ortu biar Dobel Uang Saku karena Gaya Hidup Tak Cukup Rp750 Ribu

20 Mei 2026
Ujian SIM C. MOJOK.CO

Pelajaran Berharga dari Gagal Ujian SIM C Sebanyak 11 Kali: Diam Bukan Pilihan untuk Melawan Hal yang Janggal

18 Mei 2026
Melalui Seminar Literasi di Pesta Buku Jogja, IKAPI DIY dorong Yogyakarta jadi Ibu Kota Buku UNESCO karena punya ratusan penerbit MOJOK.CO

Jogja dan Produksi Pengetahuan Lewat Ratusan Penerbit Buku, Modal Jadi Ibu Kota Buku UNESCO

16 Mei 2026
logika ekonomi orang desa.MOJOK.CO

Logika Ekonomi Orang Desa yang Bisa Menyelamatkan Anak Muda dari Masalah Finansial, Tapi Kerap Terlupakan

20 Mei 2026

Video Terbaru

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

Kalis Mardiasih: Parenting di Negara Gagal, Nasib Anak Jadi Taruhan

11 April 2026
Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

Keropak Ferrara dan Warisan Islam Jawa yang Tumbuh dari Kedalaman Batin

9 April 2026
Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

Prof. Al Makin: Persia, Islam, dan Warisan Intelektual yang Terancam Konflik

6 April 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.