Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pernyataan-Pernyataan Kontroversial Prabowo Subianto

Redaksi oleh Redaksi
3 April 2018
A A
prabowo
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Selama hampir seminggu terakhir ini, sosok Prabowo Subianto benar-benar menjadi sosok yang merajai pemberitaan media tanah air. Hanya dalam waktu seminggu, ia sudah sanggup membuat banyak pernyataan-pernyataan kontroversial dalam berbagai orasi politiknya yang kemudian menjadi tema nasional.

Pernyataan yang paling membuat heboh tentu saja adalah prediksi Indonesia bubar tahun 2030 yang disampaikan oleh Prabowo seminggu yang lalu, sebuah pernyataan yang belakangan ternyata bersumber dari novel fiksi berjudul ‘Ghost Fleet’ karya P. W Singer dan August Cole.

Iklan

Pernyataannya soal indonesia bubar 2030 ini banyak menuai pro-kontra. Tak cukup di situ, ia bahkan menjadi bahan meme dan guyon yang baru, menggantikan bahan guyon lawas “Kapan Perang diponegoro dimulai? Ba’da maghrib, soalnya 18.25”.

Tak kalah membuat heboh, pernyataan lain Prabowo yang juga menjadi bahan pembicaraan utama di berbagai media adalah pernyataannya yang menyebutkan bahwa bahwa 80 persen kekayaan negara dikuasai oleh hanya satu persen golongan. Pernyataan tersebut dilanjutkan dengan pernyataan lain yang juga panas, Prabowo menyebut ada segelintir elite di Indonesia yang goblok dan bermental maling, hal yang kemudian membuatnya kapok dengan elite Indonesia.

“Kita termasuk bangsa yang lengah dan tidak waspada terutama elite kita. Terus terang saja minta ampun. Saya kapok dengan elite Indonesia” katanya.

Pernyataan kontroversial berikutnya adalah saat ia meminta maaf karena dulu pernah mengusung Ahok di Pilkada jakarta 2012.

“Dulu saya tunjuk Ahok. Saya salah, saya minta maaf,” kata Prabowo, “Hanya ingin menunjukkan Pancasila. Itu maksud saya. Kita keliru dulu. Kalau salah minta maaf dong,” imbuhnya.

Nah, pernyataan kontroversial terbaru Prabowo tentu saja adalah saat ia berkelakar soal penyesalannya karena dulu tidak melakukan kudeta.

“Terus terang aja. Ini boleh terus terang enggak? Terus terang aja dalam hati nyesel juga gue enggak kudeta dulu. Lihat negara kaya begini sekarang. Tapi saya buktikan bahwa saya percaya kepada demokrasi. Saya percaya pada UUD 1945,” kata Prabowo.

Yah, pernyataan-pernyataan kontroversial yang dikatakan oleh Pak Prabowo ini memang kadang diperlukan sebagai bunga-bunga demokrasi. Selain bisa digunakan sebagai metode cek ombak bagi Pak Prabowo sendiri, pernyataan-pernyataan kontroversialnya itu juga mampu menjadi bahan pertimbangan bagi masyarakat untuk menilai seberapa jauh kualitas seorang Prabowo.

Dan yang paling penting, pernyataan-pernyataan kontroversial Prabowo itu adalah penolong banyak wartawan dan media (termasuk Mojok) yang memang selalu memerlukan isu-isu yang kontroversi dan layak jual. Dan Pak Prabowo sanggup memberikannya. Dalam jumlah yang banyak, dan cuma-cuma.

Terima kasih, Pak Prabowo Subianto.

prabowo subianto

Terakhir diperbarui pada 3 April 2018 oleh

Tags: ahok. pilpresgerindrakontroversialprabowo
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru MOJOK.CO
Esai

Disuruh Pindah Negara, Saya Googling Cara Jadi Warga Selandia Baru

29 Juli 2026
Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius Mengenal Perjuangan Rakyat Prancis MOJOK,CO
Esai

Instruksi Belajar Bahasa Prancis: Taktik Genius untuk Mengenal Perlawanan Rakyat Prancis

1 Juni 2026
Museum Ibu Marsinah jangan berhenti sebagai simbol, tapi negara harus serius pikirkan kesejahteraan kaum buruh MOJOK.CO
Tajuk

Museum Ibu Marsinah Jangan Berhenti sebagai Simbol, Tapi Kesejahteraan Buruh Harus Benar-benar Dipikirkan

18 Mei 2026
Mens Rea, Panji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme MOJOK.CO
Esai

Mens Rea, Pandji Pragiwaksono sebagai Anak Abah, dan Bahaya Logika Fanatisme

12 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai ormas-ormas lain seperti Yakuza Maneges Kediri. Bukan tukang malak tapi garda depan berantas kekerasan seksual di pondok pesantren MOJOK.CO

Andai Ormas Lain seperti Yakuza Maneges Kediri: Dulu Dihina tapi Buktikan Sangat Berguna

5 Agustus 2026
Cinta yang Tak Berbalas Bikin Perempuan Crush Recession hingga Belum Menikah. MOJOK.CO

Crush Recession: Jatuh Cinta Terasa Melelahkan, bikin Perempuan Malas Pacaran

4 Agustus 2026
Ibu Kimpul Mengingatkan Kita bahwa Ketahanan Pangan Bukan Hanya Urusan Beras MOJOK.CO

Ibu Kimpul Mengingatkan Kita bahwa Ketahanan Pangan Bukan Hanya Urusan Beras

10 Agustus 2026
Berkaca dari Kasus Yurizal, Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya punya empati MOJOK.CO

Berkaca dari Kasus Yurizal: Kita Sibuk Mengajari Anak Menjadi Pintar sampai Lupa Mengajarinya Berempati

7 Agustus 2026
belanja di MR DIY. MOJOK.CO

Celingak-celinguk di MR DIY sambil Dengarkan Jingle yang Candu, Rasanya Damai Sekalipun Tidak Beli Apa-apa

5 Agustus 2026
Saat cerita/sambat ke teman berujung adu nasib dengan kalimat maut "Kamu masih mending". Meresponsnya dengan pura-pura tolol ternyata menyenangkan MOJOK.CO

Niat Cerita ke Teman Berujung Adu Nasib: Pura-pura Tolol saat Teman Bilang “Kamu Masih Mending” Ternyata Menyenangkan

6 Agustus 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.