Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

UGM Dorong Kewirausahaan dan Riset Kehalalan Produk, Jadikan Kemandirian sebagai Pilar

Ahmad Effendi oleh Ahmad Effendi
20 Desember 2025
A A
ugm.mojok.co

Potret acara peringatan Dies Natalies ke-76 UGM di Grha Sabha Pramana, Jumat (19/12/2025). Dalam acara ini, UGM UGM menyerukan kemandirian sebagai pilar, dan terus mendorong Kewirausahaan serrta riset kehalalan produk. (Mojok.co/Ahmad Effendi)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

Universitas Gadjah Mada (UGM) menandai usia ke-76 dengan refleksi yang mengarah ke depan. Dalam rapat terbuka Dies Natalis ke-76 di Grha Saba Pramana, Jumat (19/12/2025), UGM tidak hanya merayakan perjalanan panjangnya sebagai perguruan tinggi, tetapi juga menegaskan arah strategis menghadapi tantangan Indonesia ke depan.

Rapat terbuka diawali dengan pembacaan laporan tahunan dan pidato rektor. Di hadapan sivitas akademika dan tamu undangan, Rektor UGM Prof. Ova Emilia menegaskan bahwa kemandirian menjadi salah satu pilar penting UGM.

Pilar itu, menurutnya, tidak bisa dilepaskan dari upaya serius kampus dalam mendorong pengembangan kewirausahaan di kalangan mahasiswa dan lulusan.

UGM, kata Ova, tidak ingin lulusannya semata-mata menjadi pencari kerja. Kampus justru berharap mereka mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan ikut menggerakkan perekonomian.

Karena itu, UGM mengembangkan pendekatan socio techno innovation, yakni model inovasi kewirausahaan berbasis kebutuhan masyarakat dengan teknologi sebagai fondasi industri.

“Mahasiswa kita mempunyai banyak sekali wahana untuk berkreasi. Setiap mahasiswa luar biasa dalam membentuk inovasi,” ujar Ova, dalam jumpa pers usai acara.

“Ini membuktikan bahwa mahasiswa UGM kreatif, dan ekosistem itulah yang perlu kita sediakan agar mereka bisa terus berkembang,” imbuhnya.

Ekosistem yang dimaksud tidak hanya berupa fasilitas fisik, tetapi juga kebijakan, pendampingan, hingga ruang eksperimen lintas disiplin. UGM memposisikan diri sebagai ruang tumbuh bagi ide-ide baru, sekaligus jembatan agar gagasan tersebut bisa menjawab persoalan riil di masyarakat.

Selain kewirausahaan, Ova juga menyoroti perhatian UGM pada pengembangan riset kehalalan produk. Riset halal dinilai sebagai bidang strategis karena berangkat dari kebutuhan lokal Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

Menurut Ova, perhatian terhadap riset halal bukanlah agenda baru di UGM, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang.

Ia menekankan pentingnya menjaga kedaulatan pengetahuan di bidang tersebut.

 “Sebetulnya sudah lama, bukan ujug-ujug. Perhatian UGM terhadap riset halal memang sudah lama. Jangan sampai riset-riset halal justru lebih banyak dilakukan di tempat lain,” kata Ova.

Kesehatan generasi muda sebagai fondasi masa depan bangsa

Rapat terbuka Dies Natalis kali ini juga diisi dengan orasi ilmiah yang disampaikan Prof. Adi Utarini, pengajar dan peneliti UGM. Dalam orasi berjudul “Membentuk Generasi Muda Sehat Menuju Indonesia Emas”, Adi mengajak hadirin menengok kondisi kesehatan generasi muda sebagai fondasi masa depan bangsa.

Adi menjelaskan, generasi muda dipilih sebagai fokus orasi karena mereka akan menjadi penentu tercapai atau tidaknya visi Indonesia Emas. Namun, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Ia menyinggung angka Human Capital Index (HCI) Indonesia yang baru berada di kisaran 54 persen.

Iklan

Angka ini menunjukkan bahwa potensi sumber daya manusia Indonesia belum sepenuhnya berkembang optimal.

Jika kondisi tersebut tidak dibenahi, Indonesia berisiko kehilangan momentum bonus demografi. 

“Kita hanya punya jendela sampai 2041. Itu tidak lama, sekitar 16 tahun dari sekarang. Kalau tidak dimanfaatkan dengan baik, bonus demografi ini bisa berubah menjadi beban,” ujar Adi.

Orasi ini menjadi pengingat bahwa investasi pada kesehatan, pendidikan, dan kualitas hidup generasi muda tidak bisa ditunda.

Tanpa perbaikan serius, peluang emas yang dimiliki Indonesia justru dapat berubah menjadi tantangan struktural di masa depan.

Anugerah UGM bagi tokoh pengembangan kewirausahaan dan pengembangan riset kehalalan produk

Rapat terbuka Dies Natalis ke-76 UGM ditutup dengan penganugerahan Anugerah Universitas Gadjah Mada pada bidang pengembangan kewirausahaan dan pengembangan riset kehalalan produk.

Anugerah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi nyata individu yang sejalan dengan nilai dan arah strategis universitas.

Nama Eka Sari Lorena Soerbakti menjadi salah satu penerima anugerah di bidang pengembangan kewirausahaan. Ia dikenal sebagai sosok yang aktif mendorong tumbuhnya kewirausahaan berbasis inovasi dan keberlanjutan, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani membangun usaha yang berdampak.

Sementara itu, anugerah di bidang pengembangan riset kehalalan produk diberikan kepada Prof. Dr. Abdul Rohman, S.F., M.Si., Apt. Akademisi UGM ini dikenal luas sebagai peneliti yang konsisten mengembangkan kajian kehalalan produk, khususnya di bidang farmasi dan pangan, serta berkontribusi dalam penguatan sistem jaminan halal berbasis sains.

Melalui rangkaian rapat terbuka ini, UGM tidak hanya menandai usia ke-76 sebagai capaian historis, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai kampus yang terus mencari relevansi.

Dari kewirausahaan, riset halal, hingga kualitas generasi muda, UGM menempatkan diri di persimpangan antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan nyata bangsa.

Penulis: Ahmad Effendi

Editor: Muchamad Aly Reza

BACA JUGA: UGM Berikan Keringanan UKT bagi Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatra, Juga Pemulihan Psikologis bagi Korban

Terakhir diperbarui pada 20 Desember 2025 oleh

Tags: dies natalies 76 ugmdies natalies ugmUGMUniversitas Gadjah Mada
Ahmad Effendi

Ahmad Effendi

Reporter Mojok.co

Artikel Terkait

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT MOJOK.CO
Edumojok

Tak Mau Jadi Beban Orang Tua, Mahasiswa Psikologi UGM Pilih Kuliah Sambil Ngojol untuk Bayar UKT

2 Februari 2026
Waspada "Silent Killer", Guru Besar UGM Sebut Emboli Paru Sering Terlambat Terdeteksi.MOJOK.CO
Kesehatan

Waspada “Silent Killer”, Guru Besar UGM Sebut Emboli Paru Sering Terlambat Terdeteksi

30 Januari 2026
Menurut Ekonom FEB UGM, banyak pekerja Indonesia terpaksa overwork dan multiple jobs gara-gara persoalan jam kerja dan kelayakan upah MOJOK.CO
Mendalam

Overwork-Multiple Jobs: Keterpaksaan Pekerja demi Hidup dari Upah Tak Layak, Masih Tanggung Kesehatan Diri Sendiri Tanpa Jaminan

28 Januari 2026
Momen haru saat pengukuhan Zainal Arifin Mochtar (Uceng) sebagai Guru Besar di Balai Senat UGM MOJOK.CO
Sosok

Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

16 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

guru, stem, guru honorer, pns.MOJOK.CO

Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM

31 Januari 2026
AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah MOJOK.CO

AI Mengancam Orang Malas Berpikir, Tak Sesuai dengan Ajaran Muhammadiyah

29 Januari 2026
Lebih Baik Hidup Hemat Saat Muda agar Tak Jadi Beban Keluarga dan Bisa Berfoya-foya di Masa Tua MOJOK.CO

Lebih Baik Hidup Hemat Saat Muda agar Tak Jadi Beban Keluarga dan Bisa Berfoya-foya di Masa Tua

29 Januari 2026
Tabungan likuid untuk jaga-jaga pas kehilangan pekerjaan (PHK) memang penting. Tapi banyak pekerja Indonesia tak mampu MOJOK.CO

Punya Tabungan Likuid untuk Jaga-jaga PHK Memang Penting, Tapi Banyak Pekerja RI Tak Sanggup karena Realitas Hidup

29 Januari 2026
karet tengsin, jakarta. MOJOK.CO

Karet Tengsin, Gang Sempit di Antara Gedung Perkantoran Jakarta yang Menjadi Penyelamat Kantong Para Pekerja Ibu Kota

3 Februari 2026
Sesi mengerikan kehidupan di desa: orang tua nelangsa karena masih hidup tapi anak-anak (ahli waris) sudah berebut pembagian warisan MOJOK.CO

Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

3 Februari 2026

Video Terbaru

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

Buya Hamka dan Penangkapan yang Disederhanakan

31 Januari 2026
Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

Kebun Durian Warso Farm di Bogor, Agrowisata Edukatif dengan 16 Varietas Durian

28 Januari 2026
Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

Sigit Susanto: Membaca Dunia lewat Perjalanan Panjang dan Sastra

27 Januari 2026
Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Kilas
  • Pojokan
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.