Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Pendidikan

Akademisi UGM Jelaskan Weton dari Kacamata Sains

Hammam Izzuddin oleh Hammam Izzuddin
19 Juli 2022
A A
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Weton dalam kebudayaan Jawa dikenal sebagai perhitungan hari lahir yang digunakan sebagai acuan untuk memutuskan berbagai hal termasuk ramalan. Pakar filsafat Jawa UGM, Dr. Iva Ariani memandang weton dalam budaya Jawa tak beda dengan fenomena ‘ilmu penanda’ yang berkembang di kebudayaan lain.

Dr. Iva menjelaskan bahwa kebudayaan Barat mengenal perhitungan serupa untuk menentukan sikap. Hal ini tak jauh berbeda dengan weton dalam pemahaman Jawa.

Iklan

Menurutnya, perhitungan masyarakat Jawa soal weton didasarkan pada pengetahuan yang dikenal dengan ilmu titen. Titen ini merupakan kemampuan untuk membaca situasi. Pengalaman-pengalaman yang dialami masyarakat dalam membaca situasi alam di sekitar tersebut terus berkumpul dan salah satunya menghasilkan weton.

“Misalnya kalau lihat binatang pada turun dari gunung, berarti karena suhu panas yang menandakan akan ada letusan atau gempa. Itu kan sebenarnya ilmu titen. Ilmu titen dalam filsafat disebut epistemologi jawa. Ini adalah pengetahuan, pengetahuan tradisional,” katanya dalam UGM Podcast bertajuk ‘Antara Zodiac, Weton, dan Sains’ yang dirilis Kamis (7/7) lalu.

Ilmu titen atau niteni yang tertuang dalam weton biasa digunakan masyarakat untuk menghitung banyak hal seperti jodoh hingga waktu membangun rumah. Ilmu pengetahuan tradisional itu seperti itu, menurut Iva, lebih didasarkan dari empiris atau akumulasi dari pengalaman-pengalaman yang telah terjadi.

Mengenai keilmiahannya, Iva menganggap proses penentuan weton yang didasari observasi leluhur turun temurun bisa dikategorikan metode ilmiah.

“Saya meyakini bahwa ajaran filsafat Jawa dilakukan oleh leluhur kita dengan baik. Metode titen itu kan observasi. Mengandalkan pengalaman empiris,” tambahnya.

Bagi Iva, dalam konteks melestarikan budaya, hal semacam weton perlu dipahami generasi muda. Namun ia menekankan agar memahaminya dengan nalar dan tidak serta merta percaya seratus persen.

“Pada waktu berbicara titen itu benar atau tidak itu tidak bisa seratus persen. Langit gelap tanda akan hujan, berdasarkan pengamatan kan begitu. Tapi apakah seratus persen akan hujan? Tentu tidak,” paparnya.

Jadi ia berharap, weton tidak digunakan sebagai rujukan utama dalam menentukan sesuatu. Akan tetapi bisa dijadikan sebagai sarana kewaspadaan.

“Yang baik kita amini, tapi kalau ada ramalan yang kurang baik ya dijadikan sebagai kewaspadaan saja karena tidak tentu terjadi. Toh baik agar kita berjaga-jaga,” tambahnya.

Sebagai informasi, hari lahir atau weton dihitung dan dibagi kepada dua hal, pertama adalah hari seperti Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu.  kedua adalah pasarannya seperti Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon.

Sumber: ugm.ac.id
Penulis: Hammam Izzudin

BACA JUGA Dosen Psikologi UGM Sharing soal ‘Insecure’ dan Cara Mengatasinya

Terakhir diperbarui pada 19 Juli 2022 oleh

Tags: ramalansainsWeton
Hammam Izzuddin

Hammam Izzuddin

Reporter Mojok.co.

Artikel Terkait

Catatan Kritis Atas Reduksionisme Biologis Pemikiran Ryu Hasan MOJOK.CO

Catatan Kritis Atas Reduksionisme Biologis Pemikiran dr. Ryu Hasan

3 Juli 2025
Kata Dekan FMIP UGM, Sains kini makin tak diminati karena tak jelas manfaatnya untuk kehidupan sehari-hari MOJOK.CO

Sains atau FMIPA Kini Makin Dijauhi Anak Muda karena “Tak Jelas” Gunanya, Isinya Cuma Hafalan dan Teori Membosankan

24 Februari 2025
Kalender Jawa dan Ilmu Weton Makin Ditinggalkan, Marabahaya Mengintai Generasi Selanjutnya MOJOK.CO

Kalender Jawa dan Ilmu Weton Makin Disepelekan, Petaka Mengintai Generasi Muda

23 Juni 2024
Serumah dengan Ibu Mertua Bak Neraka. MOJOK.CO

Pengakuan Pasangan yang Nekat Menikah Meski Weton Tak Cocok, Rumah Tangga Aman dan Baik-baik Saja Tuh!

6 Maret 2024
Melihat Nasib Anies-Cak Imin Melalui Weton, Benarkah Gampang Cerai? MOJOK.CO

Weton Pasangan Anies dan Cak Imin Tidak Cocok, Bisa Bahagia Asal…

29 September 2023
Ibu Saya Diasingkan Keluarga karena Kesamaan Weton

Ibu Saya Diasingkan Keluarga karena Kesamaan Weton

5 Mei 2023
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak-Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu MOJOK.CO

Karhutla Kalimantan: Permohonan Maaf kepada Anak Cucu Sebab Warisan Satu-satunya adalah Asap dan Abu

24 Agustus 2026
Mengenal konsep Green al-Maun dan jihad ekologi dari masjid untuk menjaga lingkungan MOJOK.CO

Dakwah Tauhid Lingkungan dari Masjid, Mempertanyakan Keimanan dari Kesadaran Menjaga Alam

26 Agustus 2026
tol Jogja-Solo

Tol Jogja-Solo: Rumah Tak Kena Pembebasan Lahan, Tapi Tetap Kena Debu dan Bising

22 Agustus 2026
Nasib siswa di tengah Karhutla Palangka Raya, Kalimantan Tengah. MOJOK.CO

Nasib Siswa SD di Tengah Kepungan Karhutla, Napas Sesak dan Pusing tapi “Dipaksa” Semangat Sekolah

26 Agustus 2026
Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran .MOJOK.CO

Kolaborasi InJourney dan BUMN Tembus Wilayah Terdampak Gempa NTT, Bentuk Strategi Penyaluran Tepat Sasaran

20 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.