Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

Pemuda Aceh Rusak Patung di Kuil Hindu Malaysia

Redaksi oleh Redaksi
24 Agustus 2019
A A
15 Patung Kuil Hindu di Malaysia Dirusak WNI Karena Dianggap Berhala
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kepolisan Diraja Malaysia menahan Hendri (25), WNI asal Aceh yang merusak 15 patung di sebuah kuil Hindu di Negara Bagian Perak. Alasan Hendri merusak: patungnya dianggap berhala.

Insiden terjadi pukul 01.15 waktu Malaysia. Menggunakan pipa besi, Hendri merusak 15 buah patung di Kuil Sri Maha Mariamman. Setelah merusak, ia rebahan di lapangan tak jauh dari kuil, membuatnya bisa dengan mudah ditangkap oleh aparat kepolisian.

Iklan

Hendri yang sudah tujuh tahun merantau di Malaysia dikenakan Pasal 295, 427, dan 448 Undang-Undang Pidana Malaysia. Dia juga sudah melanggar Undang-Undang Keimigrasian Malaysia. Menurut media, alasannya merusak 15 patung Hindu tersebut karena ia anggap berhala.

M.S. Thanabalan, pendeta Kuil Sri Maha Mariamman, mengungkapkan bahwa peristiwa perusakan seperti ini adalah yang pertama terjadi sejak kuil berdiri 90 tahun lalu. Terkait peristiwa ini, sang pendeta mengimbau umat Hindu dan jemaat kuil Sri Maha Mariamman tidak terpancing emosi. “Semua ras dan umat beragama di Ipoh ini bersatu, tak terpecah-belah. Kami meminta umat Hindu untuk menahan diri, serahkan kasus ini kepada polisi,” tuturnya, dikutip dari suara.com.

Akibat perbuatan Hendri, Kuil Sri Maha Mariamman menderita kerugian sebesar 80 ribu ringgit atau sekitar Rp272 juta rupiah. Biaya yang tidak sedikit mengingat patung-patung yang dianggap berhala oleh Hendri itu didatangkan dari luar negeri.

Keluarga memohon bantuan hukum

Pada Kamis (22/8) atau lima hari setelah Hendri ditangkap, keluarganya di Aceh mendatangi Kantor Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) di Banda Aceh untuk meminta bantuan hukum. Mereka yang mendatangi YARA adalah ibu dan kakak Hendri, Jusnaida (50) dan Dodi (28), warga Desa Padang Kawa, Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya.

Jusnaida, ibu Hendri, ditemui secara langsung oleh Safaruddin, Ketua YARA. Jusnaida mengungkapkan permohonan bantuan hukum untuk Hendri yang saat ini ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia.

Safaruddin sendiri menjelaskan kalau YARA tidak bisa secara langsung memberikan bantuan hukum karena Hendri ditahan di Malaysia. Namun, Safaruddin berjanji akan membuat surat permohonan pendampingan hukum kepada Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia.

“Kita juga buat surat kepada Haji Uma Sudirman, anggota DPD RI asal Aceh, untuk meminta melakukan pendampingan hukum terhadap Hendri. Biar Haji Uma menyurati Kementerian Luar Negeri dan KBRI,” kata Safaruddin seperti dilansir tribunnews.com.

(yms)

Infografik 15 Patung Kuil Hindu di Malaysia Dirusak WNI Karena Dianggap Berhala

Terakhir diperbarui pada 24 Agustus 2019 oleh

Tags: BerhalaHindumalaysiapatung
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Santri asal Sumatra masuk Jurusan Arsitektur di Universiti Malaya, Malaysia. MOJOK.CO
Sekolahan

Kisah Aisyah, Gadis Sumatra yang Nekat Merantau untuk Raih Gelar Sarjana “Jurusan Seni” di Kampus Top Pertama Malaysia

11 Juni 2026
Derita guru CLC di Malaysia. MOJOK.CO
Sekolahan

WNI Jadi Guru di Luar Negeri Dapat Gaji 2 Digit, Pulang ke Indonesia Malah Sulit Kerja

23 April 2026
Guru CLC di Malaysia sejahtera daripada guru kontrak. MOJOK.CO
Sekolahan

WNI Pilih Jadi Guru di Luar Negeri dengan Gaji 2 Digit daripada Jadi Guru Kontrak di Indonesia yang Hidupnya Nggak Sejahtera

21 April 2026
Sejahtera ekonomi di Negeri Jiran ketimbang jadi WNI. Tapi berat terima tawaran lepas paspor Indonesia untuk jadi WN Malaysia MOJOK.CO
Catatan

WNI Lebih Sejahtera Ekonomi dan Mental di Malaysia tapi Susah Lepas Paspor Indonesia, Sial!

21 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pelajaran mahal setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI MOJOK.CO

Pelajaran mahal yang saya dapat setelah menjual saham ANTM lalu membeli BBRI: Saya pikir sudah berhitung dengan benar tapi pasar berpendapat lain

9 Juli 2026
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik India menjalin kesepakatan kerja sama konservasi terhadap Candi Perwara Kompleks Candi Prambanan MOJOK.CO

Menerjemahkan Candi Prambanan sebagai Bukti Historis Hubungan Nusantara-India

8 Juli 2026
Setiabudi Jakarta Selatan, Work Life Balance.MOJOK.CO

Kawasan Setiabudi Strategis buat Ngekos, tapi Menyimpan Masalah yang Menyiksa Perantau Gen Z Jakarta

7 Juli 2026
Seporsi kemenangan kecil yang bisa dirayakan di kehidupan dewasa usai berporsi-porsi kekalahan MOJOK.CO

Menemukan Seporsi Kemenangan yang Layak Dirayakan usai Berporsi Kekalahan dari Kehidupan Dewasa yang Bikin Setengah Gila

7 Juli 2026
Dalam Final Nasional Essay Contest Beswan Djarum, Najwa Shihab berpesan pada para mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus agar terus menulis (esai) apapun profesinya MOJOK.CO

Pesan untuk Gen Z: Menulislah Apapun Kelak Profesinya, Tak Lupa Akar di Manapun Posisinya

7 Juli 2026
Rekonstruksi kasus penganiayaan pelajar berujung meninggal di Jalan Yos Sudarso, Gondokusuman, Kota Jogja (depan SMA 3 Yogyakarta) MOJOK.CO

Gambaran Jelas Penganiayaan Pelajar di depan SMA 3 Yogyakarta dalam 21 Adegan Rekonstruksi

9 Juli 2026

Video Terbaru

Di Balik Panggung "Sebat Dulu Live on Stage": Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

Di Balik Panggung “Sebat Dulu Live on Stage”: Kunto Aji, Hadroh, dan Spiritualitas Pembebasan

23 Juni 2026
Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

Mia Bustam dan Jejak Kelam 1965 dalam Dunia Seni Rupa

6 Juni 2026
Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

Minahasa yang Bukan Cuma Bunaken: Roman Remy Silado, Mestizo, dan Aroma Sabut Kelapa

31 Mei 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.