Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Edumojok
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Lipsus
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas

PAN dan Demokrat Diramalkan Bergabung dengan Koalisi Pemerintah

Redaksi oleh Redaksi
30 Juni 2019
A A
PAN dan Demokrat gabung pemerintahan
Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Lepas dari Koalisi Indonesia Adil Makmur, kini PAN dan Demokrat agaknya tengah memantapkan diri untuk bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi.

Menyusul keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang secara resmi menolak seluruh permohonan gugatan hasil Pilpres 2019 dari pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, pembubaran Koalisi Indonesia Adil Makmur pun digelar. Melalui Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, diketahui bahwa koalisi tersebut telah resmi selesai, begitu pula dengan BPN Prabowo –Sandi, terhitung sejak Jumat (28/6).

Koalisi yang diisi oleh Gerindra, PKS, serta PAN dan Demokrat tersebut menurut Prabowo sudah selesai tugasnya. Partai-partai yang dulu tergabung dalam koalisi kini berhak untuk menentukan arah politik.

Bicara soal arah politik, kini banyak pengamat yang mulai meramalkan langkah-langkah yang bakal diambil PAN dan Demokrat sebagai “alumni” koalisi oposisi. Bahkan, tak sedikit yang menilai kedua partai ini terbilang “ngebet” untuk bergabung mendukung koalisi Jokowi.

Wakil Ketua Umum PAN Bara Hasibuan sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan pribadinya untuk mendukung capres petahana Jokowi pada Pilpres 2019, meskipun partainya sendiri tergabung sebagai pendukung Prabowo-Sandi. Pernyataannya ditanggapi dengan petisi dari 100 pengurus PAN se-Indonesia yang menuntut pemecatan dirinya.

Tapi kini, hak dukung Bara Hasibuan tentu tak perlu lagi dipermasalahkan, mengingat Koalisi Indonesia Adil Makmur telah resmi selesai. Malah, kini, PAN tengah menyiapkan mekanisme pengambilan keputusan dalam rapat kerja nasional terkait persetujuan anggotanya untuk bergabung dengan koalisi pemerintah.

Namun, meski PAN dan Demokrat sama-sama berwarna biru, konon Partai Demokrat dianggap lebih ‘siap’ bergabung dalam koalisi Jokowi.

Dikutip dari Kompas.com, elektabilitas menjadi salah satu faktor yang memengaruhi bergabungnya Partai Demokrat ke koalisi Jokowi. Pasalnya, pada Pilpres 2014 lalu, partai ini memperoleh 12.728.913 suara, sedangkan di tahun ini suara yang mereka raih hanya ada di angka 10.876.507 suara.

Yang tak kalah penting bagi Demokrat adalah bagaimana presiden terpilih nantinya akan menjalankan 14 program prioritas Demokrat agar turut menjadi kebanggaaan partai.

Jika rencana PAN dan Demokrat berjalan baik dan berhasil bergabung dengan koalisi pemerintah, salah satu elite yang akan memiliki peluang mendapatkan kursi adalah Komandan Satgas Bersama Demokrat Agus Harimurti Yudhoyon (AHY). Tapi, tentu saja, ada konsekuensi yang harus dihadapi pihak koalisi.

Banyak pihak memperkirakan kemungkinan AHY akan mendorong terjadinya pengulangan sejarah. Beberapa tahun lalu, SBY pernah menjadi salah satu menteri (pada masa pemerintahan Megawati), sebelum akhirnya mengundurkan diri dan menjadi rival Sang Ibu dalam Pilpres 2004 hingga berhasil memenangkan “pertarungan” dan menjadi presiden terpilih.

Yah, harap dimaklumi dan diingat, kenangan dan sejarah menyedihkan yang terulang kembali itu memang nggak enak, blas—apa pun konteksnya, baik asmara maupun perkara gabung-gabungan koalisi di dunia politik. (A/K)

PAN DAN DEMOKRAT

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2019 oleh

Tags: BPNIndonesia Adil Makmurkoalisi JokowiPAN dan DemokratPrabowo-Sandi
Redaksi

Redaksi

Artikel Terkait

Pojokan

3 Alasan Kenapa Prabowo Boleh-Boleh Aja Nggak Datang ke Pelantikan Jokowi

2 Juli 2019
Pojokan

Kayak Roller Coaster, Persentase Suara Prabowo Naik Turun 5 Kali Jelang Sidang MK

14 Juni 2019
Pojokan

Bukti Gugatan BPN Prabowo-Sandi yang “Cuma” Link Berita Memang Hanya Bisa Dipahami Kaum Patah Hati

28 Mei 2019
Pojokan

Membantu MK Menjawab 7 Tuntutan BPN Prabowo-Sandi

28 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ambisi jadi PNS di usia 25 demi hidup sejahtera. Malah menderita karena perkara gadai SK MOJOK.CO

Jadi PNS Tak Bahagia Malah Menderita, Dipaksa Keluarga Gadai SK Demi Puaskan Tetangga dan Hal-hal Tak Guna

16 Maret 2026
Jadi gembel di perantauan tapi berlagak tajir pas pulang kampung. Siasat pura-pura baik-baik saja agar orang tua tidak kepikiran MOJOK.CO

Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

19 Maret 2026
Gen Z dapat THR saat Lebaran

3 Cara Gen Z Habiskan THR, padahal Belum Tentu Dikasih dan Jumlahnya Tidak Besar tapi Pasti Dibelanjakan

18 Maret 2026
Pedagang sate kere di Kampung Ramadan Masjid Mlinjon Klaten. MOJOK.CO

Sate Kere Merbung di Klaten: Warisan Terakhir Ibu yang Menyelamatkan Saya dan Keluarga dari Jurang PHK

16 Maret 2026
Nasib selalu kalah kalau adu pencapaian untuk kejar standar sukses keluarga besar. Orientasinya karier mentereng dan gaji besar, usaha dan kerja mati-matian tidak dihargai MOJOK.CO

Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha

14 Maret 2026
Hidup mati pekerja Jakarta harus tetap masuk, menerjang arus dari Bekasi

Nasib Suram Pekerja Jakarta Rumah di Bekasi, Dituntut Bekerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik

17 Maret 2026

Video Terbaru

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA

Dr. Fahruddin Faiz: Sikap Anak Muda Menghadapi Era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity)

9 Maret 2026
Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

Sunan Geseng: Dari Petani Nira Jadi Wali Utama

8 Maret 2026
Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

Merawat Harapan Kopi Robusta Desa Japan: Dari Petik Asalan ke Petik Merah

4 Maret 2026

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Aktual
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Mendalam
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.